Untuk apa berbuat baik ?

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara Cookies, Robin, Alung, DaoRen, SHAN MAO, Progress & Fany, pada Mei 2006.

Untuk apa yah berbuat baik ?

Dalam Ajaran Agama TAO disebutkan bahwa “REN ZHI JU, XIN BEN SHAN” artinya manusia ketika lahir hatinya baik.   Jadi kalau kita ingin kembali ke asal maka harus selalu punya hati yg baik, kalau punya hati yang baik maka akan selalu berbuat baik selamanya. Masalahnya, siapa yang sadar, betul2 sadar bahwa perbuatannya itu pasti baik, walaupun sering orang lain memandangnya sebagai sebuah keburukan !    Sebab kadang2 sebuah perbuatan baik, sering kali justru kelihatannya jelek & konyol.

Perbuatan baik tanpa pamrih gimana bisa sih ???

Kita “Berbuat Baik” tentunya supaya mendapatkan/mengumpulkan “Karma Baik” atau di dalam kehidupan yang akan datang akan menjadi lebih baik dari sekarang.    Itu salah satu anjuran yang kita peroleh dari Ajaran Tao.    Maksudnya agar kita senantiasa selalu berusaha untuk berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.    Ha… ha… ha…    Pamrihnya, yah… untuk mendapat karma baik itu !!!

Kalau dibilang berbuat baik itu untuk mendapatkan “Kung Tek” itu juga salah, karena dalam berbuat Kung Tek kita tidak boleh ada niat.    Jadi, yah… untuk tidak mengharapkan sesuatu gitu…    Dalam berbuat baik (Kung Tek) jangan ada niat untuk gembar gembor atau pamer, barulah perbuatan baik itu akan ada “Karma Baik”nya.    Apa tidak melenceng dari Ciang Ie …    ini adalah maksud “Kosong Tapi Isi dan Isi Tapi Kosong” !!!

Awal mulanya dari You Wei terus menuju Wu Wei.    Buat baik itu, juga ada Yang-Yin Tek.    Dari pikiran turun ke hati, nanti hati kita sendiri yang akan merasakan ketika kita berbuat sesuatu kebaikan.    Seperti merasakan senang…. saat orang lain merasa terbantu atas perbuatan baik kita.    Jangan tanyakan bagaimana perasaan senangnya itu yah…, sebab jawabannya ada melalui suatu proses Siu Tao.    Kuncinya ada pada latihan Lien Kung dan dengar Ciang Tao.

Yang namanya Yin Tek umumnya digunakan untuk menjelaskan perbuatan baik yang termasuk “Tanpa Pamrih” (karena tidak ingin diketahui oleh orang lain), walaupun dalam proses untuk mencapai tujuannya itu tetap saja harus ada “niat” !!!    Manusia hidup yang sudah tanpa “niat”, berarti sudah mati, lha apa gunanya kalau sudah mati ???

Itulah sebabnya, di dalam Ajaran Agama TAO, kita selalu dianjurkan untuk banyak2lah mengumpulkan Yin Tek (Duo Cik Yin Tek).    Berbuat baik itu untuk mendapatkan Yang Yin Tek, khan ?    Supaya kita bisa memperoleh Yang Yin Tek yang besar, kebaikan perlu dilakukan tanpa pamrih !!!    Jadi… betul dong, kalau dibilang berbuat baik untuk mendapat amal baik ?    Dan itu juga yang banyak mendasari (menjadi pendorong) orang2 untuk mulai berbuat baik !!!

Masalah besar atau kecil “Tek”nya suatu perbuatan, bukan kita yang menentukan dan semua perbuatan baik pasti akan mendapat “Tek”nya.    Terlepas dari yang bersangkutan mau berharap sesuatu atau tidak berharap sesuatu !!!    Lha… memangnya kita bisa tahu kadarnya berapa ?

Selanjutnya, suatu perbuatan baik harus disebarkan seluas2nya, bahkan bagi siapa saja yang menyebarkan cerita perbuatan baik orang lain, percayalah dia pasti akan mendapatkan pahala seperti yang didapatkan oleh orang yang berbuat kebaikan itu sendiri !!!    Akan tetapi, barang siapa yang dengan sengaja menjelek2an perbuatan baik orang lain atau sengaja menyebar luaskan perbuatan jahat untuk mempengaruhi orang lain berbuat kejahatan, maka dia akan mendapat dosa/karma buruk yang berlipat ganda dari dosa/karma buruk yang didapat oleh Si-pembuat kejahatan itu sendiri !!!

Kesimpulannya :

1. Jangan gembar gembor tentang perbuatan baik diri kita sendiri, nanti dikatakan sebagai suatu kesombongan lho !!!

2. Harus selalu menyebarkan perbuatan baik orang lain, supaya masyarakat bisa mencontoh perbuatan baik seperti itu. Maka anak cucu kita akan memperoleh pahala yang berlimpah karenanya.

3. Jangan suka iri terhadap keberhasilan perbuatan baik orang lain, apalagi lantas berusaha menjegal hasil perbuatan orang lain tsb.    Maka dosanya bisa sampai tujuh turunan !!!

4. Jangan ikut mengkampanyekan perbuatan jahat seseorang, apalagi menghasut orang lain untuk ikut2an berbuat kejahatan.    Karena dosanya bisa mencelakakan diri sendiri dan anak cucunya !!!

Jadi, suatu perbuatan baik yang telah kita lakukan tetap tidak perlu digembar gemborkan.    Namun jika sekedar memberitahukan kepada keluarga atau anak cucu, agar dapat digunakan sebagai “Teladan” bagi mereka, itu sangat dianjurkan !!!    Jika anda sebagai pembimbing, yah… jelas harus memberikan “Contoh Keteladanan” dalam perbuatan sehari2nya !!!

Nah… memberikan contoh keteladanan itu khan sudah sama dengan memberi tahu orang2 yang dibimbingnya toh.., jadi yah… harus diberitahu donk, tapi itu jauh dari pengertian gembar gembor lho !!!

Tags: , , , , , , , , , , , ,  

1 Comment

  1. dengan berbuat baik kepada orang lain kita akan merasakan kebahagiaan tersendiri.

    Reply

Leave a Reply