Bagaimana menghadapi HUO dan FUK ?

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara SHAN MAO, DaoRen, Progress, Cookies & Bening, pada September 2006.

Bermacam2 perangai manusia dalam menghadapi kehidupannya !!!    Baik itu menghadapi kegagalan/kesialan/kecelakaan (HUO) ataupun ketika mendapat keberhasilan/kesuksesan/rejeki (FUK).  Nah sekarang bagaimana sebaiknya sikap kita sebagai Umat TAO dalam menghadapi HUO dan FUK itu ?

Bila menghadapi Huo & Fuk, harusnya yah.. tetap biasa2 sajalah !!!    Bahkan harusnya tetap sadar dan waspada !!!!    Tetap sadar, supaya kalau mendapat kegagalan tidak mudah putus asa dan bisa sedapat mungkin dicari sebab2nya.   Tetap waspada kalau mendapatkan rejeki, karena umumnya dibalik kemurahan biasanya tersembunyi sebuah kepedihan : “HUO XI, FUK ZHI SUO YI.   FUK XI HUO ZHI SUO FU“.   Sehingga kita tidak boleh sampai lupa daratan.   Ha… ha… ha…

Tanda2 manusia lupa daratan adalah kalau sudah kaya tidak mau berbuat Kung Tek.   Tanda2 manusia yang bakalan tidak tahu berbalas budi adalah ketika masih miskin tidak mau menyumbangkan tenaganya untuk berbuat Kung Tek.

Bersyukur, biasanya “Rasa Bersyukur” itu timbul pada orang2 yang penuh dengan kesadaran, yang didapat dari SIUTAOnya.   Kalau kesadarannya lebih meningkat lagi, akan muncul rasa “Biasa” atau “Bin Jang Xin“.    Yah… bagaikan bumi yang telah menghidupi semua mahluk diatasnya.   Namun tetap biasa saja tanpa merasa berjasa, tanpa merasa memiliki semua itu, dan tetap melakukan tugas mulianya sesuai kehendak TAO.

Ambil contoh : Kalau anda masih merasa ingin “menanamkan sesuatu” (Kung Tek) dengan mengharapkan Fuk, maka itu artinya anda merasa apa yang anda dapatkan itu (FUK) adalah milik anda.   Sehingga anda punya rasa pamrih untuk menanamkan kepemilikan anda itu, dengan harapan mendapatkan hasil yang lebih besar !!!

Wah… koq sepertinya deposito aja yah ???   Seharusnya, jangan pedulikan apa yang akan kita dapat, yang paling penting berbuatlah sesuai dengan sifat TAO yang kita pelajari dari alam semesta disekitar kita.    Dengan demikian berarti kita akan selalu berusaha menyatu dengan TAO, itu bisa dikatakan sebagai berusaha kearah “Tian Ren He Yi”.

Yang lebih penting lagi, Agama TAO mengajarkan supaya kita bisa meminimalisir Nafsu/Keinginan kita yang berlebihan (Wu Yu), namun tetap menganjurkan kita untuk selalu berbuat sesuatu yang sesuai dengan kaidah2 TAO (Wu Suo Pu Wei) seperti “Sifat Air” misalnya.    Nah… kalau kita sudah bisa berbuat demikian, maka jangan kuatir kehilangan Fuk.   Karena sesuai dengan kaidah TAO, orang yang selalu berbuat sesuatu, pasti memerlukan modal juga khan, sehingga otomatis TAO juga akan memberikan modal yang sesuai dengan perbuatan kita.   Ha… ha… ha…

Ada “XIE” (terima kasih), tentu ada juga “HEN” (benci), semua itu termasuk Yin Yang.   Jadi wajar yah… kalau sekarang ini ada orang yang ketika mendapat Fuk selalu “Xie Shen En”, nah pas ketika kehilangan Fuk-nya …………..ternyata ada yang malah membanting patung Shen/Shien yang ada dirumahnya !!!    Dengan alasan dia nggak mau dikutuk oleh Shen !!!    Yah… itu konsekuensi teori Yin Yang.

Mengenai dibalik itu, bukan bolak balik begitu saja !!!    Itu mengingatkan kita supaya tetap sadar dan waspada ketika mendapatkan suatu keberhasilan, jangan sampai gara2 rasa bahagia yang berlebihan dari keberhasilan kita saat itu.    Justru akan mendatangkan malapetaka dikemudian hari bagi diri kita sendiri.

Karena itu kita selalu dianjurkan untuk “Wu Wei Er Wu Suo Bu Weiyang artinya kita harus selalu berbuat sesuatu untuk mencapai kesuksesan seperti halnya kesuksesan yang dicapai oleh alam semesta.    Jadi jelas kita dipacu untuk mencapai suatu keberhasilan yang positif.

Dengan demikian suatu kesuksesan akan terasa wajar2 saja bagi orang2 yang SIUTAO, karena memang mereka tidak punya nafsu yang berlebihan dalam menikmati kesuksesan.    Mereka selalu merasa bahwa hal itu adalah suatu yang wajar yang akan muncul dari SIUTAO yang sebenarnya.    Dengan demikian maka proses untuk berbuat sesuatu yang positif sesuai dengan hukum alamiah, sangat dipentingkan dalam pandangan/pemahaman SIUTAO.

Sebaliknya bila gagal, jangan cepat putus asa, yakinlah dibalik itu selalu ada jalan keberhasilanSe Pai Shi Jen Kong Zhi Mu“.   Dengan kesadaran yang demikian ini, orang baru bisa tegar dan dapat segera mencari jalan keluar lainnya.   Itulah yang dimaksud Fuk yang tertembunyi dibalik Huo, dalam pepatah yang diajarkan oleh LAO ZHI (Dai Sang Kan In Bien).

Disini terlihat bahwa Ajaran Agama TAO, selalu mengajarkan kita untuk mempunyai sifat yang “Positif Aktif” yang mengacu kepada belajar dari sifat Alam Semesta, bukan sifat kosong melompong yang pasif saja !!!

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply