Kitab Giok Tee (Kitab KeTuhanan Kaisar Langit)

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara Akitsu, SHAN MAO, Sapi_Berbulu, XuanYuan & Chang, pada November 2006.

Kepada yang mengerti tentang Kitab tersebut tolong diperjelas, karena saya membaca bahwa Kaisar Langit disebut Thian ???    Benarkah itu ???   Dalam Taois sendiri Tuhan = TAO = Absolut, tak tergambar dan tak terkatakan.    Tapi mengapa  di dalam Kitab tersebut tertulis bahwa beliau adalah Anak Tuhan ???    Untuk penggemar film Kera sakti, tentu tahu Kaisar tersebut ada dan tinggal di Istana Langit.    Tetapi kenapa dia memimpin semua, sampai Maha Dewa Thai Shang pun tunduk ???   Dalam cerita memang ia berkorban besar, tetapi apa dia adalah pembuat karma ???   Bagaimana dengan dirinya beliau???

Hallo semua, di dunia ini memang banyak sekali Kitab2 “sampah” yang ngak jelas.   Karena itu, sebaiknya kita cari tahu dulu dari mana asal mula munculnya Giok Tee ???  Supaya jelas nantinya, apakah buku ini perlu dibaca atau tidak !!!

Sebagai penjelasan, Kitab itu muncul setelah agama Buddha masuk ke Tiongkok dan sepertinya ketika itu agama Buddha sedang mencoba melakukan segala cara untuk menanamkan pengaruhnya kepada masyarakat setempat.   Untuk itu mereka sengaja membuat cerita “SHI YU CHI” untuk menjelek2 Agama TAO yang memang sudah merupakan “AKAR KEBUDAYAAN MASYARAKAT TIONGHOA”.   Dan sebagai akibatnya juga,  kemudian muncul sebuah buku “FONG SHEN BANG” sebagai tandingan “SHI YU CHI” yang isinya gantian berusaha menjelek2an Agama Buddha.

Yah… begitulah keadaan perang gossip keAgamaan pada waktu itu !!!   Sandainya mau belajar Agama Buddha yang asli, tentu harus belajar Agama Buddha yang memang asli dari India dong !!!   Bukan yang sudah dicampur aduk ngak karuan itu.     Apalagi percaya sama monyet khayalan yang dibuat sakti seperti itu !!!    Ada babi sakti lagi, tapi anda tetap makan daging babi toh !!!   Ha… ha… ha…    Bagi kita Umat TAO, itu termasuk “tahyul” yang kekanak2an.

Ada pihak yang mengatakan bahwa ;
Isi cerita “SHI YU CI” sebenarnya bukan untuk mengolok2 Agama tertentu.   Jika tidak salah, cerita itu dimaksud untuk menyindir pemerintahan yang korup pada masa kerajaan apa… gituh (lupa) !!!    Sang Pengarang Cerita susah mencari sindiran yang tepat untuk Sang Kaisar yang sedang berkuasa pada saat itu.   Kalau secara terang2an menyindir, maka dia dan keluarga beserta kolega2nya pasti akan dibunuh oleh Kaisar.

Oleh karena itu dia menciptakan cerita “SHI YU CI” itu.  Kalau ngak salah sih begitu… maksud dari isi ceritanya.    Tapi kalau ternyata punya maksud lain, wah… juga ngak tahu yah… soalnya cerita itu bisa dibaca di salah satu buku sejarah tentang “Ancient China”, kalau “Sun Go Kong”, “Cu Pa Cie” dan lain2nya itu hanya karangan manusia biasa dan bukannya Dewa.

Yang mengatakan seperti itu berarti masih kurang banyak membaca buku keAgamaan dan Sejarah yang benar.  Nih ada cerita sedikit yah… :
TIAN KONG (Tian Ong) merupakan istilah populer yang berasal dari zaman Dynasti HAN.   Menurut legenda pada waktu itu, di “Tian” sana ada sebuah istana yang didiami oleh Maharaja yang berkuasa terhadap wilayah Tian, Di, Ren, dengan sebutan Tian Kong.

Ini sebenarnya adalah ulah beberapa Pejabat Istana kerajaan, yang dengan sengaja membuat cerita dengan tujuan agar semua rakyatnya mengakui Raja/Kaisar-nya sebagai keturunan dari Tian Kong.   Karena ketika itu, Raja HAN yang bermarga LIU, maka dibuatlah cerita bahwa Tian Kong juga bermarga LIU.   Semua masyarakat ada tidak berani membantah apa2, yah… semua menurut saja.   Termasuk Tokoh2 Agama TAO pada waktu itu, sehingga yah… terpaksa mengakui adanya cerita Kerajaan Tian itu !!!   Ha… ha… ha…

Sampai zaman berganti menjadi Dynasti Dhang, seorang Pejabat bernama Tuan “Cheng Wu”, merilis cerita versi dia sendiri, katanya : Tian Kong itu bukan bermarga LIU tapi bermarga Zhang, dengan nama Zhang Jian.   Ceritanya : Zhang Jian adalah seorang pemuda yang pemberani dan cerdik, pada suatu hari dia berhasil menangkap seekor burung Nuri Putih.    Setelah dipelihara berapa lama, Zhang Jian semakin sayang terhadap burung tersebut.

Suatu malam Zhang Jian bermimpi melihat burung Nuri-nya dikejar2 LIU TIAN KONG.   Burung Nuri tersebut berusaha menghindar dari kejaran LIU TIAN KONG dan bersembunyi di pelukan Zhang Jian.   Sehingga, bagaimanapun berusahanya Tian Kong tetap ia tidak bisa membunuh burung Nuri Putih tersebut.

Akhirnya, LIU TIAN KONG turun dan mampir ke rumah Zhang Jian.   Zhang Jian berpura2 menyediakan banyak makanan seolah2 sedang mengadakan pesta menyambut kedatangan LIU TIAN KONG.   Setelah LIU TIAN KONG agak lengah, Zhang Jian segera mencuri kereta Tian Kong yang ditarik Naga Putih dan segera terbang menuju ke Istana Tian Kong.

Setelah sampai disana, segeralah dia merebut kekuasaan, sambil mengganti semua Pejabat2 Istana Tian Kong.   Lha… LIU TIAN KONG jadi ngak bisa mengejar Zhang Jian, karena kereta Naga Putihnya sudah dicuri oleh Zhang Jian.   Sehingga terpaksalah dia berkeliaran di pegunungan2 dan pada akhirnya ditugaskan untuk merawat dan menjaga Gunung “Thai” (Thai San).

Kemudian setiap ada pergantian Raja/Kaisar yang memiliki marga berbeda dari pendahulunya, “Marga” Tian Kong juga ikut berganti….  Ha… ha… ha…    Tapi, legenda ini juga sudah terlanjur mengakar di otak masyarakat pada umumnya.

Coba kita bayangkan, kalau “Tian Kong” itu sengaja dibuat untuk memperkokoh “Cengkraman Kekuasaan Raja” kepada masyarakatnya.   Apakah masuk akal, kalau ada yang berani menyindir Raja dengan menggunakan cerita legenda seperti di atas !!!    Ha… ha… ha…   Itu sama saja dengan menghina Raja dong ???   Bisa2 kepala berpindah ke dengkul lho ???   Ha… ha… ha…

Lha, sekarang tinggal tergantung kepada kita2 ini, yang katanya sebagai manusia modern.   Bagaimana kita melihat “Inti Sari” dari semua cerita2 itu dengan menggunakan HATI NURANI yang SEJUJUR2nya.   Jangan sedikitpun ada yang berusaha untuk berperilaku bodoh, karena percuma saja…, semua toh sudah kasat mata.   Jaman tipu2an … sudah berlalu digilas oleh kerasnya lingkaran roda sejarah.    Ha… ha… ha…

Dengan demikian diharapkan semua pembaca bisa menambah sedikit pengetahuannya masing2 !!!   Perlu diingat, Agama TAO sudah lahir sejak ribuan tahun yang lalu.   Selama rentang perjalanan waktu yang sangat panjang itu, tentu sudah banyak masyarakat Tiongkok yang menjadi penganut Ajaran Agama TAO.

Nah… seperti juga di dalam Agama2 lainnya, tentunya ada banyak juga buku2 yang ditulis oleh Umatnya masing2.    Namun, karena sifat manusia itu sering tertutup oleh Keserakahan MING dan LI, maka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa banyak juga buku2 keAgamaan yang dengan sengaja ditulis hanya untuk kepentingan serta ambisi pribadi si Penulisnya saja.

Oleh karena itu, kita yang hidup pada masa sekarang ini, sudah harusnya lebih pandai didalam memilih buku.   Mana buku2 yang bisa dipercaya dan mana buku2 yang cuma sekedar sampah, jangan semuanya ditelan mentah2 saja !!!   Itulah sebabnya, kalau kita bisa mengetahui sejarah terbentuknya istilah “Tian Kong”, maka kita bisa tahu persis, apakah buku2 seperti itu masih ada manfaatnya atau tidak pada masa sekarang ini ???   Ha… ha… ha…

Selanjutnya, dalam Taois ada PAT SIAN – 8 Dewa TAO, iya kan ???
Nah, sekarang ada pertanyaan lagi yang masih ada hubungan mengenai Giok Tee itu.   Tie Guai Li menjadi seorang dewa walaupun dia berkaki pincang.   Dia ditugaskan untuk turun ke “Dunia Fana” sebagai seorang pengemis, untuk mencari orang yang masih memiliki “hati yang baik” diantara masyarakat di kota tersebut yang memang sudah terkenal sangat licik dan kejamnya.

Ketika ia menjual 2 botol minyak dengan harga hanya 5 sen (tetapi sebenarnya harga satu botolnya itu 10 sen) dan seketika itupun orang2 berlomba untuk membelinya bukan ???    Nah, dari sekian banyak orang yang membeli, datanglah seorang gadis kecil yang membeli dengan harga 10 sen untuk satu botolnya. Gadis kecil itu tidak mau membeli dengan harga 10 sen untuk 2 botol.    Mendengar perihal gadis kecil itu, Tie Guai Li bukan main senangnya, karena telah berhasil menemukan anggota masyarakat yang masih memiliki hati yang baik juga !!!

Lalu Ti Guai Li segera memberi tahu gadis kecil itu tadi, bahwa akan ada banjir besar.  Bila melihat darah menetes keluar dari “Mata Arca Singa” di Jalan No.10, saat itu juga kamu harus segera lari ke gunung.   Setelah mendengar perkataan itu, gadis itu segera pulang.   Dan setiap hari ia bersama kakeknya  selalu mampir untuk melihat “Mata Arca Singa” tersebut.  Gadis kecil bersama kakeknya menceritakan juga perihal “Ramalan” tersebut kepada seluruh masyarakat di Kota tersebut.   Namun warga masyarakat lainnya sama sekali tidak percaya dengan “Ramalan” itu, bahkan secara diam2 ada warga yang dengan sengaja mengolesi darah pada “Mata Arca Singa” tersebut.

Ti Guai Li melihat hal tersebut, segera melaporkannya ke Kaisar Tertinggi Penguasa Alam Semesta , lalu Kaisar berkata : “Perintahkan Raja Naga untuk segera menciptakan banjir bah, untuk menenggelamkan seluruh Kota itu”.   Segera setelah itu langit berubah menjadi hitam, tak lama kemudian banjir besar datang dan menenggelamkan seluruh kota.   Si kakek dan gadis kecil itu tadi, hanya bisa melihat dari kejauhan dengan hatiyang  sedih sekaligus bersyukur, karena telah diperingatkan olehTi Guai Li.

Nah… itu cerita ringkasnya saja, kalau mau lengkap baca saja sendiri yah !!!    Kaisar Langit yang terdapat dalam cerita itu tadi siapa ???   Bukankah ia yang disebut2 sebagai Giok Tee dalam buku SEN DJIAN KOK ???

Memang di dalam Agama TAO ada cerita tentang BA XIAN (8 Dewa) dan itu merupakan petunjuk dari Ajaran Agama TAO, yang memberitahukan bahwa Umat Manusia bisa mencapai Tingkatan Dewa/Dewi (Shen/Shien).   Namun seiring berjalannya waktu, banyak manusia yang ambisius memanipulasi “8 Dewa” itu untuk tujuan2 “politis” tertentu.

Ketika itu ada Tokoh RU Chia yang merasa bahwa ajaran RU kurang diminati oleh masyarakat, karena kurang disegi “mistis”nya.   Sedangkan Ajaran RU saat itu sudah terkenal sangat feodal, maka ia berusaha menambahkan satu unsur di dalam ajarannya yaitu TIAN, untuk melengkapi ajaran Gong Zhi.  Sehingga mereka berusaha membuat cerita2 Kerajaan Tian Gong seperti yang ditulis di atas itu tadi.

Itulah jawaban yang sebenarnya menurut buku “Zhong Kouk Tao Jiao Cuan Jie”.   Bagi kita Umat TAO, “Tulisan Tahyul” seperti itu telah melecehkan KEMULIAAN Dewa Tieh Kuai Lie !!!   Memangnya Beliau ngak bisa apa melihat langsung baik buruknya sifat seorang manusia ???    Pakai jualan minyak segala ???     Jangan bodohlah !!!     Belajarlah untuk lebih kritis lagi !!!    Itulah manfaat belajar Agama TAO.

Entri ini dituliskan pada 8 April 2009 pada 12:36 AM dan disimpan dalam Artikel TAO, Asal Usul. yang berkaitan: , , , . Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri. Ubah tulisan ini.

Tags: , , , , , , , ,  

2 Comments

  1. bgmn crx y , klo mw bertax d blog ini ???
    tolong kirim d alamat email sy

    Reply

  2. Ta Cia Siek Tao Hao,

    Hallo Ji Ye, untuk berdiskusi sebaiknya anda mengunjungi Forum Diskusi Siutao.com di http://community.siutao.com/index.php

    Demikianlah informasi yang dapat saya sampaikan, terima kasih.

    Salam Hangat TAO,
    Xie Shen En

    Reply

Leave a Reply