Lu Dongbin Meraih Keabadian

Lu Dongbin Meraih Keabadian

Lu Shaoguan seorang kandidat sukses dalam ujian kekaisaran level provinsi, gagal dalam ujian tertinggi berkali-kali. Merasa kecewa, ia bertekad untuk mengembara ke pegunungan dan sungai-sungai tersohor. Suatu hari, dalam perjalanan ke Chang’an (yang kini bernama Xi’an), ia melewati sumber mata air di gunung dan melihat seorang manusia abadi menulis syair di tebing :

Memegang kendi anggur sambil duduk atau berbaring

Aku tak peduli mengenai apapun yan terjadi di Ibukota Timur

Tanpa nama di dunia ini,

Aku menjalani hidup tanpa tanggung jawab di bumi.

 

Setelah membaca syair tersebut, Shaoguan jatuh berlutut dan meminta petunjuk dari si manusia abadi. Manusia abadi itu menyuruh Shaoguan membuat sebuah syair untuk menunjukkan kebulatan tekadnya. Kemudian Shaoguan mendeklamasikannya :

 

Aku dilahirkan dalam keluarga Konfusianis,

Mengenakan jubah kain dengan jumbai dan sabuk.

Orang lain mencari ketenaran dan keuntungan di dunia,

Sementara aku menunggu untuk dipanggil ke Kahyangan.

 

Manusia abadi itu puas dengan syair tersebut. Ia tahu Shaoguan memahami Taoisme dengan baik dan berkata, “aku hidup disebuah gua di puncak Gunung Selatan. Kau boleh ikut bersamaku”. Kemudian manusia abadi itu meraih tangan Shaoguan, melangkah ke atas awan dan terbang ke gua yang dimaksud ; di sana berlimpah sinar matahari, dan ada tiga ekor harimau terlihat di pintu masuknya. Manusia abadi berteriak kepada mereka, dan harimau-harimau itu berlari menuruni gunung. Setelah memasuki gua, manusia abadi itu mengundang Shaoguan untuk duduk di bangku batu. Tak lama kemudian seorang bocah dalam jubah hijau keluar seraya membwakan beberapa kendi anggur.

 

Saat mereka mulai minum, bocah itu datang kembali untuk melaporkan bahwa penghuni Negeri Kahyangan Penglai telah mengundang tuannya ke perjamuan makan. Manusia abadi itu tidak berani menunda-nunda lagi. Sebelum keberangkatannya, manusia abadi itu berkata, “Jika kau bertekad menempa dirimu sendiri menurut ajaran Taois, kau harus mengganti namamu menjadi Lu Yan dan menggelari dirimu sendiri menjadi Lu Dongbin”.

 

Kemudian Lu Yan tinggal di gua membaca buku yang disimpan di gua siang dan malam. Suatu hari, ketika manusia abadi itu menanyai apakah ia merindukan rumah, Lu Yan menjawab, ” Aku telah memutuskan hubungan dengan kehidupan fanaku, Aku sungguh beruntun bisa mendapat petunjuk darimu. Sekarang aku sudah memahami Taoisme. Bgaimana mungkin aku berani merindukan kehidupan duniawiku?’ Manusia abadi senang mendengar perkataannya.

Lu Yan bertanya, “Apakah Keabadian itu?”

Si Manusia abadi menjawab, “Kau pasti tahu bahwa yin adalah jiwa dan yang adalah roh. Jika seorang manusia dapat menyatukan yin dengan yang, atau jiwa dengan rohnya, ia akan meraih keabadian”.

Lu Yan menghela nafas dan berkata, ” Ini sulit sekali dipahami”.

Pada saat itu, seorang bocah pelayan datang untuk melaporkan bahwa ada dua orang Taois yang datang untuk menemui Manusia Abadi Zhongli. Baru pada saat itulah Lu Yan menyadari bahwa gurunya adalah manuisa abadi Han Zhongli. Zhongli mengundang kedua Taois tersebut ke dalam gua dan memperkenalkannya dengan Lu Dongbin, “ini Lu Yan, yang dikenal sebagai Lu Dongbin”. Melihat perawakan Lu Yan yang halus dan semangatnya yang tinggi, Manusia Abadi Zheng bertanya, ” Dapatkah kau membuat sebuah syair karena kau telah meninggalkan segala kesia-siaan duniawi?”

Lu Yan langsung mendeklamasikan sebuah syair :

 

Setelah beberapa perpindahan aku pun tiba di kehidupan ini.

Dalam kehidupan ini tubuhku terasa sangat ringan.

Aku meninggalkan rumah dan menetap di pegunungan,

Untuk menempa diri menurut Ajaran Taois.

 

Ketiga manusia abadi yang lain memuji syair ini, dengan berkata bahwa Lu Dongbin sendiri sebentar lagi akan meraih keabadian.

Salah seorang manusia abadi berkata kepada Lu Dongbin, “Seharusnya kau tidak tinggal terlalu lama di dalam gua ini.Dalam 10 tahun lagi, kita harus bertemu di Danau Dongting”.

Pendek kata, Han Zhongli meraih sebatang kuas dan menulis sebuah syair di dinding gua ;

 

Pada siang hari, matahari cerah;

dan pada malam hari, bulan tampak bulat sempurna dan terang;

Setelah menyatukan yin dan yang, jiwa dan roh,

Seorang bisa pergi kekahyangan.

 

Kemudian Han Zhongli membuang kuas tersebut. Lu Yang juga dikenal sebagai Lu Chunyang.

Lu Dongbin juga merupakan salah satu dari Delapan Manusia Abadi. Ada banyak kisah mengenai Lu Dongbin.

 

Diambil dari Kisah-kisah Ganjil para Makhluk Abadi. (dikutip dari buku Kisah-Kisah Keabadian / Tales of Immortals – Yuan Yang)

Tags: , , , , , , , ,  

1 Comment

  1. I like this story
    :)

    Reply

Leave a Reply