Penjelasan Budaya dan Agama Tionghoa

Penjelasan Budaya dan Agama Tionghoa
Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara Hilong & SHAN MAO, pada September 2007.

Ada pertanyaan nih :
1. Mengapa Budaya dan Agama Tionghoa tidak diajarkan kepada generasi-generasi penerusnya ?   Yang diberitahu hanya tatacara saja tetapi tidak ada diajarin makna yang terkandung di dalamnya.   Sehingga banyak generasi muda Tionghoa melakukan upacara Imlek, Cengbeng dan sebagainya tanpa tahu arti sebenarnya dari upacara2 tersebut.

2. Mengapa budaya Tionghoa kental sekali dengan hal-hal mistik ?   Sedikit-sedikit hantu, setan.   Sedikit-sedikit hantu-setan.   Hantu-setan kok sedikit-sedikit.

3. Benarkah di Tiongkok sendiri dan juga negara2 lain tidak ada namanya Tridharma ?   Yang ada hanya di Indonesia.

4. Mengapa para penjaga klenteng tidak mengerti arti Tridharma ?   Mengapa mereka umumnya menganggap Tridharma = Buddha.   Padahal Tridharma adalah 3 Agama dalam satu klenteng.

5. Mengapa sembahyang kepada Buddha dan Dewa-Dewi dipisahkan derajatnya, dimana Buddha lebih tinggi derajatnya dari pada Dewa-Dewi ?

6. Mengapa ada sembahyang ke Roh Halus, Roh Gentayangan dan Setan ?

Pertanyaan2 ini memang sangat menyentuh persoalan dasar bagi banyak Umat Kelenteng, nah sekarang inilah saatnya kita harus mulai menyadarkan para Umat Kelenteng disekitar kita.

JAWABANNYA :
1. Sebetulnya setiap keluarga etnis apapun mestinya harus selalu berusaha mempertahankan inti kebudayaan etnisnya sendiri, selain juga menerima nilai2 positif dari kebudayaan etnis lainnya dalam proses berbangsa dan bernegara.   jadi, hanya orang2 tertentu yang terlahir dengan moral dan mental lemahlah, yang bisanya mudah terpengaruhi oleh nilai2 budaya bangsa lain, sehingga malah berbalik jadi menjelek2an nenek moyangnya sendiri !!!

30 tahun yang lalu memang ada politik diskriminasi dari penguasa bangsa ini, sehingga terpaksa Budaya dan AGAMA TAO diajarkan secara tersembunyi bagi generasi muda Umat Agama TAO.   Itulah sebabnya ada kesan yang dipertanyakan dalam point 1 di atas.   Mudah2an, sekarang semuanya sudah bisa pulih secara normal, sehingga semua umat beragama diberi kebebasan untuk hidup dan berkembang sesuai kodrat alamiahnya.

2. Soal mistik dan hantu, saya kira di dalam semua kebudayaan yang berasal dari masyarakat agraris, pasti mengenal hal itu.   Lihat saja di TV2 itu, baik Hong Kong ; Thailand ; Indonesia, bahkan di negara barat, tetap kenal hantu dan mistiknya, pernah nonton film Harry P.    Ha… ha… ha…    Namun justru Agama TAO yang paling realistis dan jauh dari pengertian2 ketahyulan.   Agama TAO tidak pernah mengenal monyet sakti atau kuda liar ataupun ular pucat ……….. Ha… ha… ha…    Semua itu justru akibat pengaruh dari agama yang diimpor dari India lho !!!    He… he… he…

3. Di Tiongkok pernah pada suatu zaman digembar-gemborkan tentang Tri Dharma, namun sebatas mencari persamaan sambil tetap memelihara perbedaan diantara Ketiga Agama (TAO ; Kong Hu Cu ; Buddha).    Sedangkan di Indonesia pada awalnya juga begitu, namun pada akhir2 ini sudah melenceng jauh dari tujuan asalnya, sudah menjadi suatu alat dari salah satu agama di dalamnya, untuk menjelek2an atau mendiskreditkan Agama TAO & Kong Hu Cu saja.

4. Itulah salah satu masalah bahwa tingkat pendidikan para penjaga Kelenteng di Indonesia sangat rendah, apalagi soal masalah keagamaan, bahkan boleh dikatakan bahwa mereka pada umumnya tidak mengerti apa2 !!!    Ditambah lagi oleh hasutan2 dari oknum2 Agama B, maka wajarlah kalau sampai timbul kesan seperti itu.

Konyolnya sekarang malahan ada usaha mem”Buddha”kan Para DEWA/DEWI AGAMA TAO !!! Hal ini jelas2 menunjukkan bagaimana nilai moral orang2 yang melakukan tindakkan biadab seperti itu !!!    Sehingga secara langsung juga mencerminkan kemunafikan ajaran agama dari oknum2 itu.

5. Kalau indikasi itu memang benar terjadi, maka itu sekali lagi sudah merupakan bukti nyata bahwa ada oknum2 dari Agama B yang berusaha merendahkan AGAMA TAO dan Kong Hu Cu di dalam organisasi Tridharma.    Mereka secara keji dan biadab menyebarkan pengertian serta pemahaman yang sesat, untuk membodohi Umat yang beribadah di Kelenteng2 TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma).

Padahal di Agama Buddha Teravada sendiri, tidak mengakui kalau Kuang Kong itu misalnya merupakan Busak dan sebagainya !!!!!    Oleh karena itu harus kita mengerti bahwa : ISTILAH DEWA/DEWI DALAM AGAMA TAO, TIDAK SAMA DENGAN ISTILAH DEVA/DEVI DI DALAM PEMAHAMAN AJARAN AGAMA BUDDHA.    BAGI UMAT AGAMA TAO TINGKATAN DEWA/DEWI ADALAH SEDERAJAT DENGAN TINGKAT KEBUDDHAAN.

6. Kalau agama lain mungkin saja ada yang sembahyang/pai2 kepada roh halus, roh gentayangan, setan2 kelaparan dan sebagainya, tapi itu urusan mereka sendiri !!!   Yang jelas, AGAMA TAO tidak mengajarkan untuk menyembah roh halus, roh gentayangan terlebih2 setan kelaparan, justru kita punya cara2 tertentu untuk menangkap bahkan untuk membinasakan hal2 seperti itu !!!    Umat Agama TAO terutama hanya menyembah kepada TAO dan DEWA/DEWI TAO saja.

Tags: , , , , , , , , , , , ,  

10 Comments

  1. jhonson fong

    cerita panjang lebar ternyata diri mu lah yg telah menjelek jelekan agama…
    yang perlu di bahas tuh persamaan agama bukan perbedaan agama…
    betapa damai orang sepertimu tidak ada, dari pada cuma bisa menceritakan keburukan…
    apa beda nya diri mu dengan orang yg menjelekan agama TAO yg kamu maksud tadi???
    1 pertanyaan buat dirimu.
    Dimanakah TUHAN ber ada???

    Reply

  2. Hallo Johnson Fong,

    “Sinar Terang” itu memang sangat menyilaukan bagi mereka yang sudah terlalu lama di dalam kegelapan. Kebodohan jangan disimpan terlalu lama !!! Kebenaran itu ibarat petir di siang bolong, bagi orang2 seperti anda !!!

    Tolong anda baca satu persatu, lihat pada kenyataan yang ada, maka diharapkan anda bisa melihat “Kebenaran” di dalam rangkuman itu. Semoga cepat sadar !!!

    Salam Hangat TAO,
    Xie Shen En

    Reply

  3. jhonson fong

    bukan lah kebodohan yang disimpan..
    tapi kepercayaan dan keyakinan kita..
    tidak perlu diragukan kepercayaan dan keyakinan mu terhadap agama TAO, tapi tidak berarti kamu meremehkan keyakinan dan kepercayaan orang lain terhadap agama nya sendiri..
    jadi tidak perlu kamu menjelekan agama orang lain demi membuktikan agama TAO..
    semula saya tertarik membaca juga ingin mempelajari agama lain demi memperoleh wawasan juga keimanan saya..
    ternyata yang saya dapat cuma pernyataan yg menjelekan agama lain… lebih baik sebar kan CINTA KASIH dari pada menjelakan agama lain…
    AMITABA….

    Reply

  4. jhonson fong

    dalam ajaran TAO tidak kah kamu merasa hidup harus penuh warna warni???
    tidak kah kamu sadar kalau sesuatu itu harus bekembang sesuai kodrat alam???
    sama hal nya seperti sekarang, tidak kah sadar kita hidup harus rukun beragama? dan megapa isi dari sini semua kok sepertinya menjelekkan yang lain…
    kembangkan lah ajaran agama TAO sesuai jalan benar, bukan dari menjelekan orang lain dan membenarkan diri..
    seperti pernyataan anda diatas, bukan kebodohan yang disimpan, tapi kepercayaan dan keyakinan yang dijalani..
    tidak kah sama dengan ajaran TAO = kepercayaan seperti yang dijelas kan dalam ajaran TAO ???
    A = tidak
    GAMA = kacau
    yang artinya tidak kacau..
    apakah agama lain mengajarkan kekacauan????
    sadar lah diri mu yang menjelekan orang lain..
    apakah diri mu itu “sampah” seperti yang anda kemukakan tadi???

    Reply

  5. Hallo Jhonson Fong,

    Jangan panik jika anda telah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya !

    Apakah meluruskan sesuatu yang keliru merupakan kesalahan ?
    Apakah pembodohan yang telah lama berlangsung, merupakan suatu kodrat alam ?
    Apakah “Keyakinan” atau “Kepercayaan” yang keliru masih tetap harus dipertahankan ?
    Bertoleransi terhadap “Keyakinan” atau “Kepercayaan” yang keliru merupakan kebodohan yang terpelihara !

    Baca satu persatu dan lihat pada kenyataan yang ada, bukan malah terus berputar dalam kebodohan yang masih terus mengakar !

    Salam Hangat TAO,
    Xie Shen En

    Reply

  6. halo sdr Jhonson, arti dari A dan GAMA itu anda catok dari mana? setahuku disemua kamus tidak ada yang artinya A dan GAMA tersebut…thx

    Reply

  7. jhonson fong

    salam saudara herman..
    anda bisa baca dihalaman depan ajaran TAO..
    klo saudara herman cari di seluruh kamus pasti ga kan ketemu..
    tapi itu ada dalam ajaran agama TAO dan juga ada dalam ajaran agama BUDHA…
    Thanks…

    Reply

  8. Hallo Jhonson Fong, tulisan itu ada dalam Ajaran Agama TAO terbitan siapa ? Terbitan TITDkah ? Tks

    Reply

  9. jhonson fong

    salam Tjing Wen.
    jadi menurut anda sendiri apa arti dari kata “AGAMA” ?

    Reply

  10. Hallo Jhonson fong, saya coba kutipkan dari berbagai sumber, tentang apa arti dari kata “Agama”.

    1. Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia : aga·ma n ajaran, sistem yg mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kpd Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yg berhubungan dng pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

    2. Berdasarkan pemahaman yang terdapat di http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080524073545AAojCYa :

    Agama : istilah Agama berasal dari bahasa latin, A dan Gama yang artinya, A = tidak , Gama = Kacau. jadi Agama dapat diartikan Tidak Kacau ( mengacau, membuat kacau).

    Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta agama yang berarti “tradisi”. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”.

    Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.

    Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta ?gama yang berarti “tradisi”. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Agama

    3. Berdasarkan pemahaman yang terdapat di wikipedia : Definisi tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.

    Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige dll.

    Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
    * menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan
    * menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan

    Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

    4. Berdasarkan kutipan yang terdapat di BLOG berjudul DAKWAH ISLAM : Selain dari kata agama, dikenal pula kata din dari bahasa Arab dan kata religi dari bahasa Eropa. Agama berasal dari kata sankrit. Kata itu tersusun dari dua kata, a = tidak dan gam = pergi, jadi tidak pergi tetap ditempat. Agama memang mempunyai sifat yang demikian. Din dalam bahasa semit (Arab) berarti undang-undang atau hukum. Dalam bahasa Arab kata ini mengandung arti menguasai, patuh, kebiasaan.

    Religi atau relegre (Latin) mengandung arti mengumpulkan, membaca. Tetapi menurut pendapat lain kata itu berasal dari religari yang berarti mengikat. Agama memang mempunyai sifat-sifat yang mengikat manusia. Intisari yang terkandung dalam istilah-istilah diatas adalah ikatan. Agama mengandung arti ikatan-ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Oleh karena itu agama diberi definisi-definisi sebagai berikut :
    1.Pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan kekutan gaib yang harus dupatuhi manusia.
    2.Pengakuan terhadap adanya kekuatan gaib yang menguasai manusia.
    3.Mengikat diri pada suatu bentuk hidup yang mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada di luar diri manusia dan yang mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia.
    4.Percaya pada suatu kekuatan gaib yang menimbulkan cara hidup yang tertentu.
    5.Suatu sistem tingkah laku (code of conduct) yang berasal dari suata kekuatan gaib.
    6.Pengakuan terhadap adanya kewajiban-kewajiban yang diyakini bersumber dari kekuatan gaib.
    7.Pemujaan terhadap kekuatan gaib yang timbul dari perasaan lemah dan perasaan takut terhadap kekuatan misterius yang terdapat dalam alam sekitar manusia.
    8.Ajaran-ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui seorang Rasul.

    Nah…Jhonson Fong, dari sekian banyak “arti” dari kata “agama”, mana yang anda “amini” !!! Makanya…jangan sembarangan membaca buku, karena banyak buku2 yang tidak bermutu, yang pada akhirnya akan membingungkan diri anda sendiri !!! Semoga bermanfaat…

    Reply

Leave a Reply