CURAHAN HATI NURANI

CURAHAN HATI NURANI
Diposting oleh Li An di Group TAO Indonesia dan ditulis oleh :  Shixiong Lie Ping Sen

 

Pada jaman Dinasti Song Utara, di daerah Suzhou (sekarang provinsi Jiangsu), ada seorang pejabat tinggi yang bernama Fàn Zhòngyan (989-1052), hidup secara sederhana, dengan integritas dan moralitas yang tinggi. Meletakkan kepentingan negara/rakyat di atas segalanya.

Suatu hari, saudaranya menawarkan tanah dan villa yang mewah dengan harga murah, dengan lokasi yang sangat bagus dan strategis, agar sebagai pejabat tinggi, dia bisa menempati tempat tinggal yang lebih layak.

Apa yang dilakukan oleh pejabat tsb, dia segera mengeluarkan uang untuk membeli villa itu, namun bukan untuk dirinya sendiri, tetapi dijadikan sekolah bagi rakyatnya.

Ketika anak-anak dan saudaranya bertanya, dia berkata : “Tunjukkan kepedulian pada masalah negara terlebih dahulu dan jadilah yang terakhir untuk menikmatinya!“  Fàn Zhòngyan juga mengatakan : “Moralitas yang tinggi tidak cukup hanya dipahami di dalam hati, haruslah diwujudkan di dalam tindakan!“

Ada satu perkataan dari pejabat Fàn Zhòngyan tersebut, yang dikenang secara turun temurun, dari generasi ke generasi, dan dijadikan panutan, yaitu : “JIKA RAKYAT TIDAK BAHAGIA, BAGAIMANA AKU BISA BAHAGIA ?“

Cerita tersebut, menyebabkan aku merenung berhari-hari…

Andaikan diantara Taoyu-Taoyu kita, ada yang berjiwa seperti pejabat Fàn Zhòngyan tersebut. Yang rela meletakkan kepentingan Tao kita diatas kepentingan pribadinya. Menjadikan kemajuan Tao sebagai ukuran kemajuan dirinya. Mungkin ini hanya suatu angan-angan saja, Entah, kapan bisa terwujud?

Aku ingin semua Taoyu mempunyai pandangan hidup seperti ini :
“JIKA TAO TIDAK BISA MAJU DAN BERKEMBANG DENGAN BAIK, BAGAIMANA BISA DIKATAKAN TAO SAYA MAJU?”

Lakukan apapun yang bisa dilakukan, dengan tujuan agar Tao bisa berkembang dan maju! Berbuatlah sesuatu, agar Taoyu-Taoyu juga bisa mendapatkan kemajuan. Karena dengan majunya Taoyu-Taoyu di dalam Siu Tao nya, maka Tao juga akan maju.

Sumbangkanlah :  pemikiran yang baik, tenaga, harta, atau bahkan segalanya untuk kemajuan Tao kita. Jika itu semua sudah kita lakukan, maka di dalam batin kita yang terdalam, di dasar nurani kita, tidak akan ada lagi perasaan menyesal seumur hidup.

“MUNGKIN DIKARENAKAN DIRI SAYA, TAO BELUM BISA MAJU DAN BERKEMBANG PESAT. TETAPI JANGAN SAMPAI  TAO BERANTAKAN, KARENA TINDAKAN DAN KEBODOHAN SAYA.”

Kalau itu sampai terjadi…. Misalnya: Taoyu-Taoyu berantakan, organisasi Tao berantakan, dan Tao secara keseluruhan juga berantakan karena perbuatan kita, karena kebodohan kita, karena kesombongan kita, karena ego kita, karena kecurangan kita, karena kepicikan pikiran kita. Kesalahan itu tidak akan terampuni, kesalahan itu akan menghancurkan usaha Siu Tao kita selama ini. Entahlah… Apakah kesalahan itu harus kita tanggung untuk waktu yang sangat lama, atau mungkin sampai kita inkarnasi berkali-kali?

Berbuatlah bijaksana, berpikirlah secara jernih, berpedomanlah pada moralitas yang tinggi, jangan sampai menyesal seumur hidup!

Kehidupan sekarang ini, sudah ada kejodohan untuk bertemu Tao, peganglah erat-erat kesempatan itu. Jika tidak, harus menunggu sampai kapan baru bisa sadar???

Tags: , , , , , , , , ,  

Leave a Reply