MEMBUKA HATI, MEMBUKA DIRI

Copy dari Blognya Tjing Wen di http://siutao.com

Ta Cia Siek Tao Hao,

Hallo semua, ada yg mengatakan “Bukalah Pintu Hatimu, jika anda menginginkan orang lain dapat menerima kehadiran diri anda”.   Pada dasarnya kita tidak suka mendengarkan NASIHAT, sehingga kita kehilangan PELAJARAN yg dikandungnya. Keengganan mendengarkan masukan, serta alergi terhadap kritikan telah membuat kita terkungkung oleh yg namanya KEPICIKAN !!!    Hati kita selalu menolak, sebaik apapun nasihat2 bijak yg disampaikan ke telinga kita, pasti akan langsung ditolak.

Hati kita telah menjadi “Batu”, sehingga kita lebih suka menolak, mendebat serta menyangkalnya, hati kita menjadi kering kerontang dan gersang !!!    Sehingga tidak mengherankan jika kita lebih suka bertindak sesuka hati.    Kita menutup diri dari kemungkinan bahwasannya di luar sana ada banyak cara hidup lain yg jauh lebih baik dari pada apa yg selama ini kita jalankan.

Ada kalanya logika kita sependapat dengan masukan dari luar, kita mengerti secara intelektual, akan tetapi karena hati kita telah ditutup rapat2, kita tetap saja tidak bisa menerimanya.    Logika kita dapat menerima konsepnya, tapi hati kita menolak maknanya.    Penolakan terjadi mungkin hanya karena nasihat itu datangnya bukan dari orang yg kita anggap “pantas”, karena kita telah menganggap bahwa diri kita telah lebih tahu dari si penyampai nasihat.

Kadang2 karena kita merasa iri terhadap orang tersebut, kita menjadi terlampau egois untuk bisa menerima nasihat apapun.    Seolah2 diri kita ini sudah terlampau sempurna, “Ini gue apa adanya, kalau ngak suka, yah pergi saja!”.    Kita menjadi begitu “BEBAL” terhadap masukan, sehingga nasihat sebaik apapun yg diberikan kepada kita, sama sekali tidak membekas.    Dan Biasanya kita akan mengatakan : “Gua ngak ngerti, kenapa sih elu orang maunya ngatur hidup gua, elu orang itu ngak berhak buat mengatur hidup gua!    Maunya elu orang apa sih ?    Gua ngak ganggu elu orang, kenapa elu orang pada usil sama yg gua mau ?”.

Seharusnya kita mulai start untuk belajar, belajar untuk mulai mengelupaskan lapisan demi lapisan egoisme yg selama ini menutupi PINTU HATI kita.    Mumpung hati kita belum mati, karena kalau sudah mati yah ngak bisa dihidupkan kembali.    Persilahkan nilai2 kebajikan memasuki PINTU HATI kita, penuhilah seluruh relung2 hati kita dengan nilai2 kebajikan itu.    Geser satu persatu kekusutan yg selama ini telah menguasainya, biarkan KEKOTORAN2 BATHIN terusir ke luar dan segera restui agar KELAPANGAN HATI mengambil alih kendali hati kita.

Salam Hangat TAO,

Xie Shen En

Tags: , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply