Sengsara membawa nikmat !!!

Dicopy dari BLOGNYA Tjing Wen di http://siutao.com
Posted 14th July 2008 at 02:50 by Tjing_Wen
Ta Cia Siek Tao Hao,

Hallo Rekan2 semua, judul SENGSARA MEMBAWA NIKMAT mungkin lebih enak dibaca jika kita menggunakan peribahasa :
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Kalau yang namanya kesenangan, siapa juga orangnya yang ngak mau berebutan untuk jadi orang yang pertama kali menikmatinya.    Tapi jika sudah membicarakan syarat-syarat dalam rangka memperoleh kesenangan itu, semua orang juga akan mundur.    Mundur karena tidak mau repot dengan persyaratan-persyaratannya, maunya dapat kesenangan, dapat keuntungan, tanpa harus menghadapi kesulitan apapun.    Yah, namanya juga manusia, siapa juga yang mau hidupnya banyak masalah dan kesulitan !

Ketika masalah dan kesulitan datang menghampiri, sering kali kita menjadi bingung, tidak tahu harus berbuat apa, sepertinya koq ngak ada jalan keluar, kita malah jadi stress dibuatnya, bisa pecah ini kepala mikirinnya !    Tapi ada yang bilang, “TIADA KEBAHAGIAAN TANPA PENDERITAAN”, bener ngak sih ?    Apa bukan sekedar slogan-slogan saja !!!

Kalau dipikir-pikir ada benernya juga lho, coba kita mulai merenungkannya bersama-sama !    Sejak kita masih kecil sampai kita sudah segede begini, sudah berapa ratus atau mungkin sudah berapa ribu permasalah dan kesulitan yang kita sudah alami sendiri dan ternyata berhasil kita lalui.

Sebagai contoh, sewaktu kita masih kecil dan mulai belajar naik sepeda roda dua misalnya.    Apa kesulitan yang kita alami pada saat itu, jatuh bangun berapa kali dari sepeda, benjut-benjut, kaki tangan pada lecet-lecet.   Berapa kali juga kita nubruk pagar, kecebur di got, nubrukin orang lewat, belum lagi nangis-nangisnya.

Tapi pada saat itu khan kita terus berusaha, berusaha dan berusaha lagi, ngak pernah kenal itu yang namanya “Kapok” ; “Jera”, sampai akhirnya bisa mengendarai sepeda roda dua.    Kita bolak-balik mengayuh sepeda dengan tersenyum dan tertawa, hai ….. hallo …..    Betapa bangganya kita pada saat itu, kita sudah bisa mengayuh sepeda roda dua lho !    Coba kita renungkan baik-baik, mungkin kita akan tertawa mengingat kebodohan kita pada saat itu, tapi mungkin juga kita akan menangis sambil tertawa di dalam hati, mengingat masa-masa kecil kita dulu. (jujur saja, selesai mengetik dua aliena ini saya koq sampai bisa menangis sendiri !)

Terus sewaktu kita masih di TK, SD, SMP, SMA dan di Perguruan Tinggi, sudah berapa banyak persoalan dan permasalahan yang kita hadapi dan berhasil kita lalui.    Masalah dengan teman-teman sekolah, ributnya, berantemnya, dll.    Belum lagi urusan sama Bapak atau Ibu Guru karena lupa bawa buku PR, ngak bikin PR atau ulangan nyoktek, ketahuan lagi !!!    Itu semua masalah khan ???

Belum lagi sewaktu kita mulai bekerja, kita cocok ngak yah dengan rekan-rekan kerja di sini.    Masalah antar sesama karyawan, ada yang “Carmuk”, “Sikut-Sikutan”, maunya cari ribut aja sama gua.    Masalah dengan atasan, masalah kenaikan gaji, masalah pangkat dan kedudukan, itu semua khan sangat berpengaruh terhadap pemenuhan biaya hidup kita, cukup ngak yah ???    Itu semua juga masalah khan ???

Belum lagi bagi yang sudah berkeluarga, masalah dengan istri, dengan Bapak/Ibu sendiri, Bapak/Ibu mertua, dengan Adik/Kakak sendiri, dengan Adik/Kakak ipar, iya ngak ?    Tapi dengan berjalannya waktu semua persoalan dan masalah yang kita hadapi telah berlalu begitu saja.

Intinya, setiap orang pasti punya masalah dan persoalan dalam menjalani kehidupannya di dunia ini.    Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya dan pasti ada orang-orang lain juga yang pernah mengalami persoalan dan masalah seperti yang hadapi, jadi kita ini bukanlah orang yang pertama kali mengalaminya.

Artinya tiap persoalan dan masalah, pasti ada jalan keluarnya. Saya kutipkan sebuah contoh : Jika anda pernah menanam pohon, lalu anda potong pucuknya, maka dahan-dahan baru akan segera tumbuh. Secara alami segala sesuatu akan mencari jalan untuk melanjutkan hidup. Pohon saja bisa mencari jalan hidup, apalagi kita sebagai manusia yang punya akal budi, tentu tidak akan memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidup.

Lari, menghindar dari masalah tidak akan pernah dapat menyelesaikan masalah. Lari dari masalah hanya akan menunda penyelesaian masalah.    Ada yang mengatakan bahwa tidak ada persoalan dan masalah yang tidak dapat diselesaikan, artinya setiap persoalan dan masalah pasti ada solusinya, ada jalan keluarnya.

Kita jadi balik lagi nih ke kata BELAJAR, belajar menjadi suatu kata yang penting agar kita bisa memperoleh berbagai alternatif jalan keluar suatu masalah.   Belajar bisa dari menggali pengalaman serta pemikiran pribadi, orang tua dan dari siapapun juga bisa kita peroleh.   Yang penting kitanya harus tenang, harus sabar, jangan gegabah dalam menghadapi masalah.   Di dalam ketenangan berfikir, tanpa disadari kita pasti bisa memperoleh jawaban dan kita bisa memperoleh alternatif-alternatif pemecahan masalah.

Hebat khan diri kita ini, bisa ngak kita bayangkan lagi, seandainya kita pada saat itu tidak berhasil mengatasinya ?    Kita mungkin sudah masuk Rumah Sakit Jiwa, atau malah sudah Mati Bunuh Diri !!!

Kesuksesan serta keberhasilan diri kita dalam menjalani hidup, sudah pasti didasari pada teratasinya berbagai masalah dan persoalan hidup.    Jadi bener tuh, “TIADA KEBAHAGIAAN TANPA PENDERITAAN”, KESENGSARAAN pada akhirnya MEMBAWA NIKMAT !!!

Salam Hangat TAO,

Xie Shen En

Tags: , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply