Etika !!!

Dicopy dari BLOGnya Tjing_Wen di http://siutao.com
Posted 19th July 2008 at 18:28 by Tjing_Wen
Ta Cia Siek Tao Hao,

Hallo semua, saya tertarik dengan satu kata yang disebut oleh SS ST_Pegasus, yaitu ETIKA !!! Untuk itu, saya jadi tergelitik untuk mengulas tentang ETIKA, karena ada kecenderungan orang2 tertentu memang TIDAK BER-ETIKA, TIDAK PUNYA SOPAN SANTUN, TIDAK BERADAT BUDAYA YANG LUHUR. Dan yang lebih menggelikannya lagi adalah, hal itu justru dilakukan oleh orang-orang yang mengaku mempelajari dan mendalami FILSAFAT.

ETIKA di dalam Kamus bahasa Indonesia artinya Ilmu yang berkenaan tentang hal-hal yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.  ETIK berarti Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu masyarakat.   ETIKET berarti adat kesopanan dalam masyarakat.

ETIKA, mengapa etika itu penting dalam hidup bermasyarakat ?    Istilah ETIKA berasal dari Bahasa Yunani Kuno.    Kata Yunani ETHOS dalam bentuk tunggal memiliki banyak arti yaitu Adat, Kebiasaan ; Akhlak, Watak ; Perasaan, Sikap, Cara berpikir.    Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah Adat Kebiasaan.   Dan arti yang terakhir inilah yang menjadi latar belakang terbentuknya istilah ETIKA.

ETIKA biasanya dimengerti sebagai refleksi filosofis tentang falsafah Moral dan merupakan pedoman cari hidup yang benar, dilihat dari sudut pandang Adat Budaya, Kesusilaan dan Agama.    Sehingga etika lebih dianggap merupakan wacana yang normatif (=berpegang teguh pada norma), akan tetapi tidak selalu harus imperatif, karena bisa juga hipotetis yang membicarakan pertentangan antara baik dan buruk yang dianggap sebagai nilai relatif (= tidak mutlak).

Istilah ETIKA dan ETIKET kerap kali dicampur adukkan dan oleh karena itu perlu penjelasan yang mendasar tentang perbedaan-perbedaan dari keduanya.    ETIKA berarti MORAL, BUDI PEKERTI YANG LUHUR, sedangkan ETIKET berarti SOPAN SANTUN.

ETIKET berhubungan dengan perbuatan yang harus dilakukan oleh manusia, sementara ETIKA menyangkut masalah apakah suatu perbuatan boleh dilakukan atau tidak.    Etiket dikatakan hanya berlaku di dalam pergaulan, jika tidak ada orang lain yang hadir atau dikatakan tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku.    Sedangkan etika selalu berlaku, baik ada saksi mata maupun tidak.

Etiket bersifat relatif, sebagai contoh : sesuatu hal yang dianggap baik dan sopan dalam suatu kebudayaan, bisa saja jadi dianggap tidak sopan dalam kebudayaan yang lainnya.    Sedangkan etika jauh lebih absolut (= mutlak, tidak dapat diganggu gugat dan tidak dapat dibatasi oleh undang-undang atau peraturan).    Etiket hanya memandang manusia dari sisi lahiriahnya saja, sedangkan etika menyangkut manusia secara lebih mendalam lagi.

ETIKA adalah pengejewantahan ; implemantasi atau manifestasi dari Moral – Akal Budi – BUDI PERKERTI YANG LUHUR dan Daya Pikir untuk memecahkan suatu masalah.    Tentang bagaimana dirinya harus berfikir ; bersikap dan berperilaku dalam menghadapi hidup, tentunya jika ingin menjadi manusia yang baik.    Di sini terdapat unsur-unsur penilaian yang ideal dan dianggap luhur.

Dikatakan bahwa sebagai dasar pemahaman, ETIKA merujuk kepada beberapa hal ;
1. Etika menyangkut masalah pilihan baik-buruk, maksud dan tujuan serta sikap pribadi yang terpuji atau tercela.
2. Etika menyangkut kewajiban Moral-Budi Pekerti, Norma-norma yang dianut kelompok/golongan masyarakat tertentu mengenai baik-buruk.

Manusia hidup pada dasarnya berada di dalam ruang lingkup tatanan religius, norma-norma moral, hukum, adat istiadat dan budaya di sekitarnya.   Oleh karenanya manusia harus mau dan harus mampu mengorbankan sedikit kebebasan dirinya.

NORMA MORAL, mengajarkan kebebasan bagi umat manusia untuk bertindak sesuai dengan “KESADARAN” akan tanggung jawabnya (=human act, bukan an act of man). Mentaati norma-norma moral berarti setia kepada HATI NURANI dirinya sendiri, sehingga bisa menjadi manusia yang otonom dan bukannya heteronom.

Dikatakan bahwa sekalipun NORMA HUKUM sudah ada, akan tetapi norma hukum tidak mampu menjangkau “area abu-abu atau gray area”.   Norma hukum cepat ketinggalan jaman dan pada akhirnya meninggalkan banyak “Celah”.   Sementara ETIKA mensyaratkan keperdulian tentang kejujuran, keadilan, kebenaran, kewajaran, estetika dll.

Jadi dapat saya simpulkan bahwa kadar ETIKA seseorang adalah “Cerminan dari MORAL serta BUDI PEKERTI YANG LUHUR yang telah berhasil diperoleh ; diserap ; dimengerti dan dilaksanakan oleh masing-masing individu” !!!

Semoga bermanfaat !!!

Salam Hangat TAO,
Xie Shen En

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply