Pembinaan Moral

Diambil dari arsip diskusi di http://wu-tao.com
Diskusi antara Sincan, Castol, Otakudang, Chinmi, Wongbiasa, Huan Huan, Jokerman dan Osama Bin Lede, pada Februari 2009.

Dalam pembinaan umat yang sangat dipentingkan adalah Pembinaan Moral !!!   Bagaimanakah pembinaan moral menurut Tao ? Dimulai dari manakah sebaiknya pembinaan moral tsb ? Dasar apakah yang dipakai dalam pembinaan moral menurut Tao ?

Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa daya tarik Ajaran Agama TAO Thay Sang Men kita, terletak pada ilmu pemandunya yaitu Tao Ying Suk.    Apalagi di dalam Kitab Suci DSLCC ditulis sebagai berikut : “Siu Tao (bertapa/mendekati Dewa) langkah pertama belajarlah dulu cara pembukaannya (Tao Ying Suk)”.

Namun tidak sedikit pengertian ini disalah tafsirkan, bahwa Siu Tao hanya belajar Tao Ying Suk-nya saja, tidak belajar lainnya dan ada pula yang mengatakan bahwa latihan Tao Ying Suk “sudah sama dengan” Siu Tao.    Hal ini dapat terjadi dikarenakan kurangnya pengertian yang dimiliki, sehingga Siu Tao sekian tahun pun hanya berlatih Tao Ying Suk-nya saja.

Padahal Tao Ying Suk hanya merupakan salah satu bagian dari pembinaan Siu Tao, yang mana tanpa melakukan pembinaan2 lainnya yang ada di dalam proses Siu Tao, tidak mungkin Siu Tao-nya bisa berhasil.    Pembinaan2 yang ada dalam Siu Tao adalah satu proses yang tidak dapat dipisah2kan atau dipilih2 menurut kesenangan diri sendiri.

Pembinaan Siu Tao antara lain terdiri dari :
1. Pembinaan Fisik
2. Pembinaan Moralitas dan Kesadaran
3. Pembinaan Perilaku
4. Pembinaan Pikiran
5. Pembinaan Sukma.

Apakah seseorang bisa berhasil Siu Tao-nya jika hanya melakukan salah satu dari pembinaan2 yang disebutkan di atas ?    Saya pikir itu tidak mungkin, karena pembinaan2 tersebut saling mendukung satu sama lain !!!

Nah…, rekan2 Taoyu, selama ini pembinaan2 seperti apa yang telah dilakukan baik dalam kehidupan sehari2 ataupun di dalam komunitas Tao yang diikuti ???    Dalam thread ini saya akan berusaha menjelaskan tentang Pembinaan Moralitas dan Kesadaran.

Bagaimanakah pembinaan moral menurut Tao ?    Seperti agama lainnya, pembinaan moralitas menjadi suatu hal yang utama dalam membina Umatnya.    Dewasa ini, agama menjadi salah satu alat untuk mengontrol perilaku, moralitas dan kesadaran manusia.    Begitu pula di dalam Agama Tao, pembinaan moralitas menjadi satu bagian yang penting dalam pembinaan Umatnya.    Karena memang TAO TSM kita menekankan kualitas/mutu disamping kuantitas Umatnya.    Oleh karena itu, dalam HICH di Bali kemarin, Kualitas dan Mutu seorang Tao Yu menjadi perhatian dan prioritas utama dalam pembinaan Tao dewasa ini, dengan motto kita yang terbaru yaitu : “Sadar Sampai Ke Dasar”.

Pentingnya pembinaan moralitas ini juga dapat kita ketahui dengan kehadiran beberapa Shi Xiong yang rajin, antusias, optimis dan tanpa mengenal lelah, serta tidak menghitung untung rugi, rutin datang ke daerah-daerah.   Beliau2 ini dengan tidak bosan2nya selalu memberikan ceramah kerohanian, memotivasi diri kita, agar mutu dan kualitas kita semakin meningkat.   Sayang… jika kehadiran Beliau2 tidak digubris dan hanya dianggap sekedar angin lalu, dengan sikap acuh tak acuh dan ketidak hadiran kita.

Suatu agama yang luhur, tentunya bertujuan untuk membina Moralitas serta Mentalitas Umatnya, agar Umatnya mempunyai “Kesadaran” yang tinggi, sehingga mempunyai “Perilaku” yang terpuji di dalam kehidupan sehari-harinya.

Pembinaan moralitas di dalam Ajaran Agama TAO, tidak seperti yang diajarkan dalam agama lain, yang hanya menekankan pada banyak larangan2, aturan2 untuk dipercayai/diamini dan dilaksanakan tanpa syarat atau mutlak.   Ajaran Agama TAO lebih mengutamakan Wu (daya nalar dan kesadaran tertinggi), agar dapat menyelesaikan segala permasalahan yang timbul dalam menjalani hidup serta kehidupan ini, secara lebih Objektif, Optimis, Lurus dan Bijaksana.

Bagaimana Umat Tao melatih Wu nya ?    Dalam bertindak, umat Tao selalu berpedoman pada “Hek Qing, Hek Li dan Hek Fa”. Seseorang dapat dikatakan sudah “WU”, jika dalam bertindak selalu berpedoman dan dapat memenuhi kriteria Hek Qing, Hek Li dan Hek Fa.

Dimulai dari manakah sebaiknya pembinaan moral tersebut ?    Pembinaan moralitas sebaiknya dimulai sejak dari usia dini.    Pembinaan moral harus ditanamkan dengan memberikan pengertian2 yang benar, pengertian2 yang jelas, pengertian2 yang logis dan masuk akal.    Bukannya dengan doktrin atau aturan2 yang kaku, janji2 atau sangsi2 yang membuat kesadaran seseorang menjadi rendah.    Sehingga pada akhirnya yang diketahui hanyalah sangsi… sangsi…, ancaman… ancaman…, serta hukuman… hukuman yang menakutkan.

Lalu bagaimana jika sudah dewasa baru membina moralitas ?    Metode pembinaannya sama dengan yang diatas, karena Ajaran Agama TAO tidak menekankan larangan/doktirn/janji2 yang aneh2 atau sangsi2 yang menakutkan.   Hanya saja jika sudah dewasa, rasanya harus memiliki kemauan yang “lebih” di dalam membina moralitasnya, harus punya kesungguhan hati untuk berubah, harus punya keyakinan yang kuat, harus punya kerendahan hati dan ketulusan hati.

Membina orang dewasa tentunya akan sangat beda dibandingkan dengan membina anak2, karena “lebih sulit” membengkokkan sesuatu yang sudah terlanjur “kaku/keras”, karena akan menjadi mudah patah.   Anak2 masih polos, “lentur” sehingga masih mudah dididik untuk mengerti hal2 yang benar dan salah.   Tapi anehnya mengapa, orang2 dewasa justru mudah sekali dimanfaatkan dan dibodohin orang lain, hanya karena diiming-imingi oleh janji2, tawaran2 yang aneh dan yang cenderung ngak masuk akal.    Hal ini dapat terjadi karena kurangnya rasa “Percaya Diri” yang dimiliki oleh seseorang itu.

Dasar apakah yang dipakai dalam pembinaan moral menurut Tao ?   Pembinaan moral berdasarkan Ajaran Agama TAO, bertujuan untuk mencapai “Cen San Mei” dan “Tek Tao”.    Dengan berlandaskan Pemahaman Ajaran Agama TAO plus berpedoman kepada pengertian “Hek Qing”, “Hek Li” dan “Hek Fa” (hukum2 ; peraturan2 ; norma2, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang berlaku dimasyarakat).   Untuk diterapkan didalam cara berfikir, cara berperilaku serta caranya bertindak didalam kehidupan sehari2.    Kesemuanya itu, merupakan Pemahaman Ajaran Agama TAO yang bertujuan untuk membina umat manusia agar bisa menjadi manusia yang sempurna.

Dimulai dari manakah sebaiknya pembinaan moral tersebut ? Tentunya harus dimulai dari diri diri kita sendiri.   Melalui proses “Ding Tao”, “Sing Tao”, “Ce Tao”, “Wu Tao” dan  pada akhirnya “Tek Tao”.

Penjelasaannya adalah ;
1. Ding Tao : mendengarkan pengertian2 Tao melalui para Tao Shiek didalam kegiatan Ciang Tao, aktif berdiskusi, rajin membaca buku2 TAO dan rutin berlatih.
2. Ce Tao : mengerti serta memahami Ajaran Agama TAO secara tepat dan benar.
3. Sing Tao : menjalankan serta menerapkan apa yang sudah dapat dimengerti serta dipahami, di dalam kehidupan sehari2, agar dapat “Wu Ci Wu Ren” – “Ciu Ren Ciu Se”,
4. Wu Tao : mencapai tingkat Kesadaran yang tertinggi.
5. Tek Tao : dengan “Kesadaran” yang telah dimiliki, akhirnya bisa menuntun diri kita untuk mendapatkan TAO.

Dengan berbekal “Kerendahan Hati” dan “Ketulusan Hati”, ditambah dengan Kemauan yang kuat, Keuletan, Ketekunan serta Kesabaran yang tinggi, untuk mewujudkannya di dalam pelaksanaan kehidupan sehari2.   Tanpa konsistensi, semua yang telah dipupuk, dibangun dan dilaksanakan, tidak akan bisa bertahan lama.   Jatuh, bangun dan jatuh bangun lagi adalah merupakan suatu proses juga.    Maka dari itu, Dewa Fuk Tek Cen Sen dalam kitab sucinya menyebutkan : “Dari jaman dahulu yang Siutao sudah banyak, tapi yang dapat TAO jarang ada”.

Pembinaan moralitas tentunya harus dimulai dari dalam diri sendiri, temukan dan akui segala kelemahan/kekurangan yang kita miliki secara jujur, kemudian tumbuh kembangkan tekad serta kemauan yang kuat untuk segera memperbaikinya.   Inilah yang disebut dengan proses “Siu Sin Yang Sin”.

Kalau moralitas (Dao De) dianggap tidak penting, apakah kita bisa hidup dengan baik di dalam masyarakat yang majemuk ini ?   Jangankan mau bercita-cita menuju Zhen Shan Mei, belum apa-apa kita sudah tersingkir dari masyarakat. Masih mau mengajak orang Belajar Agama TAO ?    Pastinya masyarakat akan menganggap bahwa orang2 TAO adalah orang2 yang aneh, orang2 yang tidak baik, orang2 yang moralnya jelek, dll.    Lha…, kalau sudah begitu Ajaran Agama TAO pasti akan dapat nama jelek gara-gara kebodohan diri kita sendiri.

SIU TAO  dasarnya adalah Siu Sin Yang Sing, dari kata tersebut sangat jelas terkandung makna bahwa SIU TAO adalah suatu cara untuk membenahi diri dan memupuk mental yang kuat dan optimis agar supaya dapat selaras dengan TAO, atau masyarakat manusia, karena kita hidup sebagai manusia.   Mudahnya begini : diharapkan dengan SIU TAO kita dapat membereskan segala urusan kemanusiaan kita dengan baik.

Misalnya : melatih diri sehingga memiliki kesehatan yang selalu prima, dengan memiliki banyak pengetahuan dapat menyelesaikan segala permasalahan yang timbul di dalam perjalanan kehidupan kita sehari-hari.   Dengan teori-teori serta pemahaman Ajaran Agama TAO yang benar, akan banyak persoalan dalam kehidupan yang dapat kita pahami (semakin Wu) dan kita akan dapat memiliki banyak pengetahuan baru yang akan menunjang di dalam perjalanan hidup kita ini.

Di dalam Cing Co melatih dimensi pikiran menuju dimensi roh dan membentuk sukma yang solid dan kuat.   Tentu saja semua akan berdaya guna tinggi bila kita mengerti (Wu) dan punya moral yang lebih baik.   Bukankah karena memiliki akal budi yang luhur serta memiliki moralitas yang tinggi, kita bisa keluar dari golongan hewan yang hanya mengandalkan nalurinya saja ?

Menyalakan obor didalam kegelapan, ada orang yang bersuka cita karena mendapatkan penerangan.    Namun ada pula yang membenci karena sinarnya menyilaukan mata.    Kita harus bisa memaklumi mereka yang membenci karena mungkin mereka sudah terlalu lama berada dalam kegelapan sehingga untuk sementara waktu belum bisa menerimanya. (Ciang Ie, Siu Tao Pao Cien)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,  

2 Comments

  1. maaf pak atau om bisa tolong bantu saya carikan tentang:
    ajaran keselamatan yg di ajarkan vihara sam po kong
    ajaran moral yg di ajarkan di vihara sam po kong

    makasi ya …….

    Reply

  2. permisi saya ingin bertanya apa ada syarat bagi yang ingin siu tao? sprti bila tidak bisa berbicara?

    Reply

Leave a Reply