Pandangan TAO tentang Dewa; Manusia; Setan.

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara SHAN MAO dan Alpin, pada November 2006.

Ta Chia Siek Tao Hao,
Hallo semuanya, disini saya akan salin tentang pandangan Agama TAO terhadap SHEN/SHIEN, Manusia dan Setan, di dalam konteks teori “YIN YANG”.

Dikatakan oleh TAO ZHANG MA YONG QI  bahwa : di dalam Teori YIN YANG, SHEN/SHIEN melambangkan “YANG” dalam bentuk yang sempurna, Manusia melambangkan level campuran antara “YIN YANG”, sedangkan Setan dilambangkan sebagai bentuk “YIN” yang penuh.

Dengan demikian, kita sebagai umat manusia yang SIUTAO, tentunya bisa WU sendiri, kita seharuskan bisa memilih, “Jalan” yang bagaimana supaya bisa terlepas dari pusaran “YIN YANG” sifat kemanusiaan pada umumnya.   “Jalan” itu tergantung dari pilihan diri sendiri, namun terkadang… manusia pada umumnya tidak mengerti petunjuk “Jalan Kesempurnaan” (”YANG” dalam bentuk yang sempurna).

Apakah yang dimaksud dengan “Jalan” itu ?    Apakah “Jalan” itu searah dengan “Jalan” yang pernah dirintis oleh Buddha Gautama dalam mencapai “Kesempurnaan Agung” (YANG dalam bentuk yang Sempurna = Penerangan Sempurna) ???

TAO bagaikan “Samudra” yang merupakan tujuan dari semua “Aliran Sungai” yang ada.    Nah… “Aliran Sungai” yang menuju ke “Samudra” itulah yang diibaratkan sebagai bermacam2 Agama, salah satunya yah…  seperti yang dilakukan Buddha Gautama, beliau mencapai kesempurnaan setelah mendapat TAOnya.   Hal ini sudah disebutkan di dalam Kitab DSLCCC.    Di dalam Kitab DSLCCC dikatakan bahwa Dewa2 dan Buddha2 berasal dari kesempurnaan yang sama, yaitu setelah mendapatkan TAO baru dihormati orang dan yang menilai jasa2nya adalah MAHADEWA DAI SANG LAU CIN.

Dengan demikian jelaslah sudah, bahwa Agama TAO sangat menghormati semua manusia dari aliran Agama apapun juga, asalkan bisa belajar Agamanya dengan benar, pada akhirnya mungkin saja bisa mendapatkan TAO (TEK TAO).   Sehingga patut untuk dihormati, akan tetapi harus tetap menggunakan “Nama Asli”nya, dengan tidak perlu diganti2 atau ditambah2kan dengan memberikan atau mencantumkan “Nama Lainnya” lho !!!   Ha… ha… ha…

Contoh lainnya yaitu San Pao Da Ren (Laksamana Cheng Ho) yang notabene beragama Islam, tapi…   oleh karena jasa2nya yang luar biasa, ia bisa mendapat penghargaan sebagai BIN TEK GAN TIAN DI  (Berbudi Luhur Yang Sangat Mulia, sampai menggetarkan Tian dan Di), padahal Rajanya sendiri ketika itu Beragama TAO.

“Jalan” Buddha Gautama jelas berbeda dengan “Jalan” Ajaran Agama TAO, namun tujuan akhir “Jalan” Buddha Gautama adalah sama, yaitu “Samudra” TAO juga !!!

Tags: , , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply