<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mitos dan Logika</title>
	<atom:link href="http://www.xuezhengdao.com/205/mitos-dan-logika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.xuezhengdao.com/205/mitos-dan-logika/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 17:07:37 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Tjing Wen</title>
		<link>http://www.xuezhengdao.com/205/mitos-dan-logika/comment-page-1/#comment-562</link>
		<dc:creator>Tjing Wen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 15:22:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://xuezhengdao.com/?p=205#comment-562</guid>
		<description>Hallo Diane, terima kasih atas penjelasannya yang panjang lebar. Tapi satu yang bisa saya tangkap...anda masih percaya tahayul !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo Diane, terima kasih atas penjelasannya yang panjang lebar. Tapi satu yang bisa saya tangkap&#8230;anda masih percaya tahayul !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: diane</title>
		<link>http://www.xuezhengdao.com/205/mitos-dan-logika/comment-page-1/#comment-558</link>
		<dc:creator>diane</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 04:09:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://xuezhengdao.com/?p=205#comment-558</guid>
		<description>tambahan lagi pak, seandainya orang orang akhirnya dilarang untuk sembahyang dengan dupa besar, tidak membakar kertas kim, tidak menyalakan lilin besar, dll. Bayangkan betapa banyak perusahaan yang rugi dan kemudian berapa banyak orang yang kehilangan pekerjaan? 
Marilah kita berpikir ambil pikiran positif dari segala hal, dan sekali lagi, mereka juga tidak merugikan kita, jangan malah kita yang membuat rugi mahluk lain, karena seperti ajaran dao, benar adalah salah, dan salah adalah benar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tambahan lagi pak, seandainya orang orang akhirnya dilarang untuk sembahyang dengan dupa besar, tidak membakar kertas kim, tidak menyalakan lilin besar, dll. Bayangkan betapa banyak perusahaan yang rugi dan kemudian berapa banyak orang yang kehilangan pekerjaan?<br />
Marilah kita berpikir ambil pikiran positif dari segala hal, dan sekali lagi, mereka juga tidak merugikan kita, jangan malah kita yang membuat rugi mahluk lain, karena seperti ajaran dao, benar adalah salah, dan salah adalah benar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: diane</title>
		<link>http://www.xuezhengdao.com/205/mitos-dan-logika/comment-page-1/#comment-557</link>
		<dc:creator>diane</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 03:54:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://xuezhengdao.com/?p=205#comment-557</guid>
		<description>mungkin pak tjing wen, bisa menelusuri internet atau bertanya dengan orang orang yang lebih tua mengenai ini, anda akan menemukan banyak jawaban. Menurut saya, semua ini intinya ada tradisi dan penghormatan, juga ucapan syukur, kepada yang kita anggap sebagai Dewa penolong atau Leluhur yang harusnya ikut merasakan kebahagiaan seperti yang kita rasakan. Seperti mengisi minyak di klenteng, kita bertujuan untuk memberi penerangan kepada klenteng tersebut sehingga dewa dan orang yang bersembahyang di situ bisa mendapatkan pencerahan.  dan lebih utama lagi, masalah menghormati leluhur dengan altar , apa yang salah dengan itu pak? padahal tujuannya agar kita ingat, kita lahir disini, kita bisa menjadi manusia seperti ini, itu karena leluhur kita, dengan menyajikan makanan, terutama makanan kesukaan mereka, BETUL.. mereka tidak bisa makan, tapiiii kasih sayang dari kita dapat mereka rasakan. Sembahyang rebutan, bukan bertujuan untuk memanggil setan atau apapun, apakah pak tjing wen tahu, betapa banyaknya mahluk diluar sana yang ditelantarkan oleh keluarga? atau mereka hidup bergentayangan karena karma buruk mereka? sembahyang rebutan adalah bentuk kasih sayang kita terhadap mereka, dan mendoakan mereka semoga karma baik orang yang meninggal bisa berbuah, ini semua adalah bentuk dari kasih sayang pak.  membakar uang uangan merupakan tradisi, tapii, apakah bapak pernah mendengar ada orang dimimpikan oleh leluhur mereka, bahwa mereka kekurangan baju, uang ataupun rumah?apa yang bapak lakukan seandainya bapak yang mengalami hal seperti ini? apakah bapak akan mendiamkan saja? ataukah bapak akan membakar uang atau lain2nya buat mereka? mungkin menurut bapak, karena bapak mengaggap itu tahayul, jadi bapak tidak akan meladeninya, tapi leluhur anda mungkin benar benar mengharapkan itu, mungkin leluhur tidak menerima dalam bentuk rumah, tapi dalam bentuk kasih sayang, dan kerelaan kita terhadap beliau beliau diatas sana. dan pak, masih banyak yang lain lagi, dan ini adalah salah satu bentuk TRADISI, apakah bapak mengerti masih banyak tradisi di bali , jawa dan berbagai tempat di indonesia dan di dunia yang mungkin tidak sesuai dengan dunia modern? apakah mereka menghilangkan tradisi tradisi itu? seperti tradisi larungan, tradisi menabur bunga dan masih banyak yang lainnya? mereka justru melestarikannya, dan mengundang banyak tourist yang bermanfaat bagi devisa negara? kenapa kita warga tionghoa kok malah berusaha menghilangkan itu semua? dan  terakhir , selama, kegiatan yang umat umat klenteng atau pun umat tionghoa lainnya, tidak merugikan orang lain, dan diri kita sendiri, dan selama kita meyakini hal itu, buat apa kita pusingkan? Kalau kita tidak setuju dengan cara tersebut, kita tidak perlu meyakinkan orang lain untuk sependapat dengan kita. toh kita sendiri juga belum tentu benar.
sekian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin pak tjing wen, bisa menelusuri internet atau bertanya dengan orang orang yang lebih tua mengenai ini, anda akan menemukan banyak jawaban. Menurut saya, semua ini intinya ada tradisi dan penghormatan, juga ucapan syukur, kepada yang kita anggap sebagai Dewa penolong atau Leluhur yang harusnya ikut merasakan kebahagiaan seperti yang kita rasakan. Seperti mengisi minyak di klenteng, kita bertujuan untuk memberi penerangan kepada klenteng tersebut sehingga dewa dan orang yang bersembahyang di situ bisa mendapatkan pencerahan.  dan lebih utama lagi, masalah menghormati leluhur dengan altar , apa yang salah dengan itu pak? padahal tujuannya agar kita ingat, kita lahir disini, kita bisa menjadi manusia seperti ini, itu karena leluhur kita, dengan menyajikan makanan, terutama makanan kesukaan mereka, BETUL.. mereka tidak bisa makan, tapiiii kasih sayang dari kita dapat mereka rasakan. Sembahyang rebutan, bukan bertujuan untuk memanggil setan atau apapun, apakah pak tjing wen tahu, betapa banyaknya mahluk diluar sana yang ditelantarkan oleh keluarga? atau mereka hidup bergentayangan karena karma buruk mereka? sembahyang rebutan adalah bentuk kasih sayang kita terhadap mereka, dan mendoakan mereka semoga karma baik orang yang meninggal bisa berbuah, ini semua adalah bentuk dari kasih sayang pak.  membakar uang uangan merupakan tradisi, tapii, apakah bapak pernah mendengar ada orang dimimpikan oleh leluhur mereka, bahwa mereka kekurangan baju, uang ataupun rumah?apa yang bapak lakukan seandainya bapak yang mengalami hal seperti ini? apakah bapak akan mendiamkan saja? ataukah bapak akan membakar uang atau lain2nya buat mereka? mungkin menurut bapak, karena bapak mengaggap itu tahayul, jadi bapak tidak akan meladeninya, tapi leluhur anda mungkin benar benar mengharapkan itu, mungkin leluhur tidak menerima dalam bentuk rumah, tapi dalam bentuk kasih sayang, dan kerelaan kita terhadap beliau beliau diatas sana. dan pak, masih banyak yang lain lagi, dan ini adalah salah satu bentuk TRADISI, apakah bapak mengerti masih banyak tradisi di bali , jawa dan berbagai tempat di indonesia dan di dunia yang mungkin tidak sesuai dengan dunia modern? apakah mereka menghilangkan tradisi tradisi itu? seperti tradisi larungan, tradisi menabur bunga dan masih banyak yang lainnya? mereka justru melestarikannya, dan mengundang banyak tourist yang bermanfaat bagi devisa negara? kenapa kita warga tionghoa kok malah berusaha menghilangkan itu semua? dan  terakhir , selama, kegiatan yang umat umat klenteng atau pun umat tionghoa lainnya, tidak merugikan orang lain, dan diri kita sendiri, dan selama kita meyakini hal itu, buat apa kita pusingkan? Kalau kita tidak setuju dengan cara tersebut, kita tidak perlu meyakinkan orang lain untuk sependapat dengan kita. toh kita sendiri juga belum tentu benar.<br />
sekian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tjing Wen</title>
		<link>http://www.xuezhengdao.com/205/mitos-dan-logika/comment-page-1/#comment-458</link>
		<dc:creator>Tjing Wen</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 15:14:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://xuezhengdao.com/?p=205#comment-458</guid>
		<description>Hallo Lucky,

Bisa tolong dibantu, bagian mana yang anda maksudkan ? Tks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo Lucky,</p>
<p>Bisa tolong dibantu, bagian mana yang anda maksudkan ? Tks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lucky</title>
		<link>http://www.xuezhengdao.com/205/mitos-dan-logika/comment-page-1/#comment-457</link>
		<dc:creator>Lucky</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 13:16:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://xuezhengdao.com/?p=205#comment-457</guid>
		<description>Ini yg nulis yg ngak ngerti apa editor nya yg asal masukin artikel sih ??? sayang,... sayang,....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini yg nulis yg ngak ngerti apa editor nya yg asal masukin artikel sih ??? sayang,&#8230; sayang,&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

