Penggunaan simbol THAY CIK

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara FOX, Tjing Wen, Sponbob, SHAN MAO dan Daoren, pada Desember 2007

Yin Yang6

Menurut salah satu koran terbitan di Jakarta, yang lagi hangat seputar penggunaan Thay Cik di salah satu even TV swasta Indonesia.    Flashback cerita di koran sebagai berikut : “Diberitakan, beberapa petinggi dari suatu organisasi Tao di Republik kita tercinta ini, melakukan suatu aksi protes ke stasiun TV bersangkutan, karena menayangkan suatu acara bernuansa Tiongkok, dengan penggunaan simbol Thay Cik di lantai panggung studio TV tsb. Dengan dalih bahwa penggunaan simbol Thay Cik (yang di SAKRALKAN oleh Umat Tao), di “injak”2 oleh peserta, dianggap sudah mencoreng dan tidak menghargai keberadaan Tao di Indonesia.    Bagaimana tanggapan teman-teman sekalian ???

Sebenarnya hal itu tidak perlu terlalu dipermasalahkan, karena simbol itu ada artinya bagi orang2 yang mengerti, demikian juga sebaliknya.    Kalau kita mau mempermasalahkan hal2 seperti itu, bagaimana dengan gambar2 SHEN/SIEN yang dijadikan “LOGO” pembungkus hio yang banyak beredar di pasaran ???   Bukankah pembungkus hio itu juga akan dibuang di tempat sampah jika hio-nya sudah habis terpakai.

Mungkin beberapa dari gambar2 SHEN/SIEN tersebut adalah SHEN/SIEN junjungan kita juga.    Disatu sisi kita pai2 kepada Beliau, sementara disisi lain kita tidak menghormati gambar Beliau.    Lantas dimana rasa hormat kita terhadap SHEN/SIEN tersebut.    Sebenarnya banyak contoh lain, misalnya berbagai pembungkus permen dan pembungkus makanan2 yang banyak dijual menjelang Imlek.

Ada di suatu Kelenteng, simbol tersebut juga ada dilantai dan dijadikan tempat pijakan juga.    Apakah kita semua juga mau berbondong2 berdemonstrasi, sambil membawa2 linggis dan pacul ke Kelenteng tersebut, buat membongkarnya ?

Tapi ada seorang SS yang berpendapat seperti ini :
1. Simbol Thay Cik belum pernah di sakralkan oleh Umat TAO (di Indonesia maupun di tempat lainnya)
2. Ada faktor Ming & Li dalam pengajuan protes tersebut, karena protes diajukan melalui publikasi lewat koran, seharusnya yah…, kunjungi saja stasiun TV bersangkutan, ngomong baik2, saya rasa Stasiun TV tersebut akan dapat menerima.
3. Simbol Thay Ci kita ada dimana2, termasuk di lantai2 Kelenteng di daratan Tiongkok.

Yang termasuk simbol Agama TAO adalah “Pa Kua Dai Chi”, namun terus terang ini juga lebih bersifat abstrak dari pada nyata, yang nyata adalah simbol Dewa/Dewi (Shen/Shien)  Junjungan Umat Agama TAO.    Kita sebagai Bangsa Indonesia, juga men-sakralkan Tanah Air kita ini, dengan sebutan IBU PERTIWI, lha… nyatanya IBU PERTIWI juga diinjak2 bahkan dicangkul dsb2.    Koq ngak ada yang merasa berdosa yah ???    Ha… ha… ha…

Jadi…, kalau cuma gambar Dai Chi yang sekedar dijadikan dekorasi pada sebuah perhelatan yang bernuansa Tionghoa, bagi saya…  justru itu merupakan suatu bukti nyata, bahwa SEMUA ORANG MENGAKUI, KALAU AGAMA TAO (dengan lambang Dai Chi-nya) MERUPAKAN AKAR UTAMA BUDAYA ETNIS TIONGHOA !!! Ha… ha… ha…

Lain halnya kalau ada orang yang dengan sengaja datang ke Kelenteng, dimana saat sedang ada Upacara Keagamaan TAO, lantas dia mengambil bendera yang ada gambar DAI CHI-nya dan lantas disobek2 atau diinjak2, nah… yang seperti itu boleh deh… diseret dan dimeja hijaukan.

Di Tiongkok, misalnya di tempat kelahiran CU KE LIANG, ada sebuah lapangan PA KUA DAI CHI, saya dan taoyu2 lainnya pernah berfoto2 sambil berdiri di atas gambar DAI CHI-nya, dengan perasaan sangat bangga, bercampur dengan rasa syukur yang tiada tara.    Sehingga tidak bisa dong… digolongkan sebagai melecehkan lambang DAI CHI.

Nah…, dari contoh kasus2 diatas seharusnya kita sudah bisa memahami, sama2 menginjak, tapi yang satu bisa dikategorikan sebagai melecehkan, yang lain malah merupakan sebuah tindakan yang memuja (menghormati) !!!    Itulah TAO.

Bagi petinggi2 yang mengaku berasal dari suatu Organisasi AGAMA TAO dan melakukan protes ke sana, yah…  itu sih merupakan pendapat pribadi mereka saja !!!    Kita lihat saja kiprah mereka selanjutnya…, apakah tujuan mereka benar2 ingin memajukan AGAMA TAO atau sekedar ingin mencari MING & LI saja !!!

Toh… walaupun lambang Thay Cik kita diinjak2, hal itu sama sekali tidak akan menjatuhkan Keagungan TAO kita khan ???    Bahkan liontin Thay Cik yang saya pakai saja, tidak pernah saya lepas sewaktu saya ke kamar mandi, buang air kecil, atau buang air besar.    Gimana tuh…, apa itu termasuk penghinaan juga ???

Tags: , , , , , , , , , , , ,  

1 Comment

  1. Bro,

    Ikutan periksa ya….. :)

    Yg ini juga nggak nongol gambarnya….

    Reply

Leave a Reply