Kong Fu Tze bertanya tentang “LI” kepada Lau Tze

Diambil dari http://www.cenjing.com
Judul asli “Kong Fu Tze bertanya “LI” Pada Lau Tze”

gambar_dinding_khonghucu_belajar_tao_dari_laozi

*(Gambar Dinding Khonghucu Belajar Agama Tao dari Nabi Lao Zi)

Maha Dewa Thay Sang Law Cin adalah Maha Dewa Pencipta TAO, beliau lahir pada tahun 605 SM di keluarga bangsawan dengan nama Lau Tze, juga bernama Lie Erl alias Pek Yang, ketika lahir rambutnya sudah beruban. 

Beliau adalah guru besar filsafat pada dinasti Ciu, jaman Chuen Jiu, pengertiannya luas, kepandaiannya luar biasa, masa tuanya beliau menunggang sapi hijau keluar dari Han Kuk Kwan daerah Barat Laut Tiongkok dan menghilang (menjadi SIAN/Dewa).     Peristiwa ini lebih dikenal dengan sebutan Jin Niu Sie Ji, Zei Chi Tung Lai, yang artinya sapi hijau menuju ke Barat, hawa ungu datang dari Timur.

Semasa hidupnya, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Negara. Pada saat Kong Fu Tze berkunjung ke negara tetangga, sesampainya di negara Ciu beliau mengunjungi tempat kediaman Lau Tze dan menanyakan hal-hal yang ada hubungannya dengan “Li” atau “Tata Krama”.

Lau Tze menjawab pertanyaan Kong Fu Tze : “Orang-orang kuno yang anda katakan, saat ini orang dan tulang belulangnya sudah usang, hanya meninggalkan beberapa patah kata kosong belaka, menelaah perkataan mereka apa manfaatnya ?     Lagi pula yang dinamakan dengan orang bijaksana, pada saat mendapat kesempatan, gunakan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang berguna dan pada saat tidak ada kesempatan, maka harus mengundurkan diri, buat apa harus dengan paksa mondar mandir terus menerus ?   Saya juga dengar, para saudagar atau pengusaha besar yang bisa berbisnis, kemampuan mereka sangat tersembunyi, mereka seperti tidak mengerti apapun.   Orang bijak penuh dengan kebajikan, tapi wajahnya tampak seperti orang yang sangat tolol.   Anda harus menghilangkan sifat sombong dan ambisi yang ada dalam dirimu, karena semua ini tidak ada untungnya bagi diri anda.   Yang saya ajarkan kepada anda, hanya ini sedikit saja.”

Setelah Kong Fu Tze mendengar nasehat dari Lau tze, beliau merasakan TAO yang diuraikan oleh Lau Tze sangat tinggi dan pengertiannya sangat dalam, sewaktu kembali dari perjalanan Kong Fu Tze mengatakan kepada murid-muridnya : “Burung-burung, saya tahu dia pandai terbang, ikan-ikan, saya tahu dia pandai berenang.   Binatang-binatang, saya tahu dia pandai berjalan dan berlari, tapi dengan menggunakan cara-cara berburu, mereka dengan mudah dapat ditangkap oleh pemburu.   Tapi Naga, saya tidak mengetahui bagaimana dia menggunakan angin dan mengendarai awan terbang menuju ke angkasa.   Hari ini saya jumpa dengan Lau Tze, sepertinya sudah jumpa dengan Naga”.

Cerita ini dikutip dari buku, diceritakan kembali tanggal 09 Mei 2009.

Catatan : pada alinea pertama (yg di BOLD), bisa diambil rujukan dari rangkuman pada http://xuezhengdao.com/2009/06/16/budaya-tionghoa-dan-agama-tao/

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply