Dewa menunjukkan jalan harus dengan kesurupan ?

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara Cant, Chang, Dao Ren, Tjing Wen, Akitsu, Eva, SHAN MAO dan Zoom, pada Desember 2006.

Hi, kenapa Dewa menunjukkan jalan harus dengan kesurupan ?

Dewa tidak akan menunjukkan jalan dengan cara2 kesurupan.   Tidak ada perlunya bagi Dewa untuk masuk ke tubuh seseorang.   Pendapat bahwa Dewa yang masuk atau kesurupan ke tubuh seorang medium, adalah tidak benar.   Yang masuk ke tubuh medium adalah Roh/Hun yang ingin berbuat Kebaikan atau mengumpulkan Kung Tek.

Ada yang mengunakan nama sebenarnya, tapi kebanyakan/sebagian besar justru menggunakan “Nama Dewa Besar”.    Kenapa menggunakan “Nama Dewa Besar” ?   Tujuannya adalah  agar “Umat” yang datang bertanya atau berkonsultasi bisa “Percaya” dengan apa yang dikatakannya.

Nah…. ada nih pendapat keblinger dari seorang rekan yang mengaku beragama Buddha.

Kenapa anda berkata seperti itu, untuk apa Dewa berbohong agar manusia percaya ???   Berarti keyakinan agamanya masih belum mantap, karena baru percaya kalau dikatakan Dewa masuk ke tubuh orang.   Mengenai hal ini saya berpendapat begini, kalau seseorang dirasuki “Roh Dewa” itu memang benar adanya, seperti misalnya “Bodhisatva Kuan Yin”, banyak tempat2 yang bisa menurunkan Dewa.

Tapi satu hal ada benarnya, bukan Pousat tersebut yang merasuki, melainkan bawahan dari Pousat tersebut.   Seperti layaknya seorang Presiden, pasti ada Wakil Presidennya.   Nah dia itulah yang turun wakilnya, bukan presidennya, ia hanya menurunkan perkataan dari Pousat tersebut.   Mengenai orang dirasuki “Roh Dewa” banyak tentunya.   Gunanya untuk membantu manusia di dunia fana ini, bila butuh pertolongan secara langsung.

Mereka turun bukan karena meminta uang dari kita, mereka membantu karena “Sifat Metta dan Prajna” dari Para Pousat dan Dewa/i kepada kita-kita ini.   Agar bisa menuju ke Nirvana dan tidak tersesat.   Tapi satu hal…, mereka hanya menunjukkan jalan, bukan membawa kita ke Nirvana.   Karena pelaku adalah kita, maka semua tanggungan kita, begitu…

Tidak ada yang mengatakan bahwa Dewa berbohong !!!   Yang dimaksud adalah Roh/Hun tersebut meminjam “Nama Dewa Besar” (misalnya Guan Gong ; Fu De Zhen Shen ; Kwan Im, dll).   Kenapa dia meminjam “Nama Dewa Besar” ?    Karena secara psikologis, orang akan lebih percaya pada “Guan Gong” dibanding kepada “Joko” (misalnya, nama si Hun/Roh tersebut Joko).

Ada lagi nih yang bertanya : Kalau “Nama Dewa Besar” dipinjam oleh HUN/ROH, apa DEWA sebenarnya (Dewa yang sesungguhnya) itu ngak akan marah ???    Masa pinjam2 nama tanpa ijin ???

Koq kamu bisa tahu sih… kalau Hun/Roh tersebut tidak minta ijin terlebih dahulu kepada Dewa yang sesungguhnya ???    Dewa yang sesungguhnya pasti mengerti dan tahu apa  yang mau dilakukan oleh Hun/Roh ini.   Kalau memang itu adalah untuk kebaikan, apa alasannya… sehingga Dewa yang sesungguhnya harus marah ????    Bukankah Dewa/Dewi punya sifat yang sangat Welas Asih !!!

Dewa/Dewi tidak akan masuk ke dalam tubuh manusia, karena memang Beliau2 itu bisa dengan mudah menolong Umatnya !!!   Hanya saja sebagai manusia…, kita2 inilah yang terlalu banyak keinginan, apalagi maunya  semua serba “Instant”.   Sifat2 demikian inilah yang sangat mudah dimanfaatkan oleh oknum2 tertentu, untuk menipu dengan gaya Lokthung, sambil meminjam “Nama Besar Dewa / Dewi”, dsb2.

Itulah sebabnya… dalam Ajaran Agama TAO, kita diajarkan untuk “Cing Zho”, sekaligus untuk melatih kepekaan diri kita dalam menangkap sinyal2 atau petunjuk2 yang diberikan oleh Para Dewa/Dewi kepada Umat yang SIUTAO.   Sehingga Umat yang SIUTAO…  biasanya lebih peka dalam menangkap sinyal2 atau petunjuk2 dari FFS-nya.

Karena itu… orang yang SIUTAO-nya sudah tinggi,  beliau bisa memberikan bantuan sebagai mediasi atau perantara, antara FFS dengan orang lain, sementara dirinya tetap dalam kondisi sadar sebagai dirinya sepenuhnya.    Jadi… ngak perlu percaya kepada Lokthung2 an deh !!!

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply