Dalam segala hal, jangan sok sempurna (perfeksionism)

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara SHAN MAO, Sanman89 dan Sponbob, pada Desember 2007.

Hallo rekan2 semua…, di bawah ini ada sebuah cerita NABI LAO ZI dalam perjalanannya menuju Kota Raja di Kerajaan QIN, bersama dengan seorang muridnya YANG ZU. Diceritakan…, pada suatu hari ditengah jalan, NABI LAO ZI dan muridnya itu sedang kehausan, mendadak YANG ZU berseru : “Guru…, lihat itu ada orang yang sedang menyirami kebunnya !!!”  NABI LAO ZI berkata, : “Cobalah, kamu meminta semangkok air kepada orang tua itu, ingat yah… perhatikan aturan dan kesopanan !!!”

Maka… YANG ZU segera menghampiri orang tua yang sedang menyirami kebunnya itu, sesampainya di depan orang tua itu, YANG ZU segera memberi salam hormat yang paling dalam, dengan cara membungkukkan badannya sambil berkata : “Pak Tua yang terhormat, kami sedang dalam perjalanan ke Kota Raja.    Sesampainya disini, kami merasa kehausan sampai tidak tertahankan, bolehkah kami memohon semangkok air ini untuk diminum ???”    Sambil sekali lagi memberi hormat yang paling dalam.

Orang Tua itu melihat YANG ZU dari ujung kepala sampai ke ujung kaki dan berkata : “Kalau dilihat…, pastilah kamu seorang yang terpelajar !!!   Baiklah, saya uji kamu dengan satu kata, kalau kamu bisa mengenali kata tersebut, maka… saya akan memberikan air minum kepada kamu.   Tapi kalau kamu tidak mengenal kata itu, maka… maaf saya tidak bisa memberi air minum kepadamu.”

YANG ZU segera bertanya : “Kira2 kata apakah itu ???”

Orang tua itu tidak langsung menjawab, beliau mengambil sebuah ranting kayu, menulis huruf “ZHEN” di atas  tanah dan bertanya…, coba perhatikan… ini huruf apa ???

YANG ZU tertawa sambil berkata : “Itu kan cuma kata ZHEN !!!”

Orang tua itu menggeleng-gelengkan kepala dan berkata : “Orang muda, sebaiknya kalian melanjutkan perjalanan saja, maafkan… saya tidak bisa memberikan air minum kepada kalian !!!”

YANG ZU dengan penuh kebingungan berjalan kembali ke sisi NABI LAO ZI, sambil menceritakan semua kejadian di atas kepada Gurunya.   Mendengar penuturan Muridnya itu, NABI LAO ZI mendesah sambil berkata : “Orang tua itu adalah Manusia Sejati !!!”

YANG ZU jadi bertambah heran, sambil bertanya : “Emangnya huruf itu bukan huruf ZHEN ???”

NABI LAO ZI menjawab : “Huruf itu memang huruf ZHEN, namun… orang tua itu ingin memberitahu kamu…, bahwa dalam menghadapi segala sesuatu jangan terlalu mati pada titik “ZHEN” (FAN SHI BU NENG THAI REN ZHEN).

Salah satu pesan moral dari inti cerita ini adalah :
Dalam mengerjakan sesuatu, kita harus mementingkan prosesnya, dari pada mementingkan hasilnya !!!   Mementingkan dan memperhatikan prosesnya, bertujuan supaya kita bisa memahami dan memetik semua pelajaran yang timbul dari suatu PROSES pemecahan masalah dalam mencapai tujuan akhir !!!

Yah…, seperti orang mendaki gunung, banyak orang awam yang mengatakan, hanya orang2 yang telah mencapai puncak gununglah yang boleh dikatakan “telah mendaki” gunung itu, baru dianggap bernilai bagi orang tsb !!!

Namun “Nilai Berharga” yang sebenarnya adalah pelajaran2 apa yang didapat dari proses mendaki gunung itu sendiri !!!    Seperti : Mental yang teguh dan pantang menyerah ; konsentrasi yang tinggi dan selalu waspada ; keharusan mempunyai fisik yang sehat dan persiapan bekal yang cukup, dan sebagainya.   Semua itu bisa diperoleh dari PROSES pendakian gunung, sedangkan “Mencapai Puncak Gunung” hanyalah sebuah konsekuensi logis yang alamiah saja, jika kesemuanya itu sudah dipersiapkan dengan baik dan benar !!!

Nah… dari inti cerita tersebuti, silahkan Taoyu2 menghayati pesan moral lainnya !!!   Supaya bisa mengikis kebiasaan2 menyombongkan diri dan mati pada sebuah titik kebodohan.

Cerita2 dalam Bahasa MANDARIN, apalagi cerita tentang NABI LAO ZI, memang sulit sekali untuk diterjemahkan ke dalam bahasa lain !!!  Saya sendiri ketika membaca cerita versi aslinya, terus terang saya mendapatkan beberapa pesan moral yang sulit untuk dapat diterjemahkan ke dalam bahasa di luar bahasa MANDARIN.   Namun tetap saja saya berusaha untuk menterjemahkannya, sayang… setelah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, rasanya koq…  seperti kehilangan beberapa pengertian yang bagus2 yah… ???

Mungkin itulah yang dimaksud aura dari sebuah cerita dalam bahasa aslinya !!!!   Terus terang…, kadang2 saya sulit sekali untuk memilih kata2 yang mengandung pengertian yang sepadan, dalam menterjemahkan cerita2 spiritual yang diajarkan oleh NABI LAO ZI, dari Bahasa MANDARIN ke bahasa lainnya.    Itulah sebabnya, kalau bisa… Taoyu2 semua harus mampu berbahasa MANDARIN.   Toh… semakin banyak bahasa yang bisa kita kuasai, akan semakin baik bagi masa depan kita !!!   Ha… ha… ha…

Jadi memang benar, kita sebagai Umat Agama TAO dianjurkan untuk berusaha mencapai kesempurnaan (ZHEN SHAN MEI).   Nah… kalimat “FAN SHI BU NENG THAI REN ZHEN“, memang artinya kurang lebih adalah “Dalam segala hal jangan terlalu berlebihan !!!”    Ingat… hanya mendekati arti seperti itu !!!   Sedangkan ceritanya sendiri malah menunjukkan sikap perfeksionism dari seorang YANG ZU, dalam hal sopan santunnya !!!    Namun sombong, dalam hal ingin menonjolkan diri, kalau dia itu memang sudah pandai dalam menguasai huruf2 MANDARIN !!!

OK…, kita kembali kepada masalah “Sempurna” dalam Pemahaman AGAMA TAO, kita dianjurkan untuk berusaha mencapai ZHEN SHAN MEI, itulah arti kesempurnaan yang sesungguhnya !!!   ZHEN-nya harus bagaimana ???    SHAN-nya harus bagaimana ???    Dan MEI-nya juga harus bagaimana ???    Masih banyak proses yang harus dipelajari oleh semua Penganut AGAMA TAO.

Untuk bisa mencapai tingkat KESEMPURNAAN, sangatlah sulit dan banyak ujiannya !!!   Lantas… bagaimana mungkin bisa sampai “terlalu” sempurna ???   Karena itu, terpaksa saya menggunakan kalimat “SOK” sempurna di sini !!!   Artinya : “Orang yang perfeksionism, pada dasarnya merupakan orang yang angkuh dan besar kepala, selalu merasa dirinya lebih hebat dari pada yang lainnya, sehingga dalam perbuatannya justru menunjukkan sikap yang SOK (Sok sopan ; Sok pintar, dsb2), yang ia sendiri menganggap… itulah KESEMPURNAAN yang ingin dia capai !!!    Keadaan inilah yang diartikan “SOK SEMPURNA” !!!  Ha… ha… ha…

Cerita ini, memang menganjurkan kita untuk bisa memperbaiki diri lagi sesuai dengan moto “ZHEN SHAN MEI”, untuk lebih sempurna atau menuju kesempurnaan yang sebenar-benarnya !!!  Bukan sok sempurna !!!   Ha… ha… ha…

Kalau kalian mau tahu situasi daerah kelahiran NABI LAO ZI, sebaiknya kalian bisa pergi berwisata ke Tiongkok.   Nanti pasti kalian akan bisa menghayati…, bagaimana seseorang itu bisa sampai kehabisan air minum ditengah jalan, kalau tidak tahu letak sumur di suatu daerah yang sedang ia lalui.    Ambil contoh…, ketika saya mampir ke Henan, dari dalam Bis (perjalanan sekitar 60 Km) saya melihat sepanjang jalan hanya terlihat perkebunan jagung yang hijau, tapi debunya juga bertebaran dimana2 dan saya sendiri tidak melihat adanya sungai, kecuali selokan air yang airnya juga tidak terlalu bersih di sisi jalan beraspal.

Jadi memang benar bahwa pengalaman hidup seseorang juga sangat menentukan kemampuan seseorang dalam menangkap sebuah “Isi” cerita, apalagi cerita khas budaya bangsa tertentu.   Ha… ha… ha…

Semoga bermanfaat…

Entri ini dituliskan pada 15 Mei 2009 pada 12:29 AM dan disimpan dalam Artikel TAO. yang berkaitan: Blog Agama TAO :, kesempurnaan, laozi, manusia sejati. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri. Ubah tulisan ini.

Tags: , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply