Mencapai TAO = jejaka (lelaki) dan perawan (perempuan)

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara Mumbing, Dhinghu, Daoren, SHAN MAO, Sanman89, Kera Sakti dan Nan_S, pada Desember 2007.

Hallo Para Sesiung Secie, saya ada membaca buku yang mengatakan bahwa untuk bisa sukses mencapai TAO, maka seseorang itu harus masih dalam keadaan “Tetap Suci” atau belum pernah “Berhubungan Badan”, artinya masih “Perjaka” bagi kaum lelaki dan masih “Perawan” bagi kaum perempuan .    Apakah hal itu benar ???

Ha… ha… ha…    Ketahuan deh… loe udah ndak “Perjaka” atau “Perawan” lagi yah … !!!   Baca buku apaan tuh ???   Mungkin itu Ajaran QZ yah… yang tidak memperbolehkan umatnya untuk kawin (menikah) !!!    Tapi sekarang katanya sudah direformasi lho… dan sudah diperbolehkan kawin (menikah)… !!!    Hmmm… kalau sampai tua masih “Perjaka” kasian donk…. anu nya jadi mati sendiri… !!!

Kalau ada buku yang seperti itu, pasti itu adalah sejenis buku sampah yang tidak ada gunanya.    Karena AGAMA TAO mengajarkan agar semua Umatnya, untuk berusaha menjadi manusia yang sehat dan sejati, sesuai kodrat alamiahnya (TAO) !!!     Kalau ada yang nekat ngak mau kawin (menikah), jelas2 dia itu telah menyalahi kodrat alamiahnya, itu artinya dia semakin jauh dari TAO !!!

Contohnya : Kalau semua orang diajarkan untuk tetap “Perjaka” dan “Perawan”, itu artinya SENGAJA UNTUK MEMUTUSKAN RANTAI PERKEMBANGBIAKAN UMAT MANUSIA, ALIAS MANUSIA DISURUH MEMUTUSKAN atau MELENYAPKAN GENERASI KETURUNANNYA SENDIRI !!!    Ini jelas2 merupakan “DOSA BESAR” bagi manusianya itu sendiri, maka dari itu kalau ada agama yang mengajarkan umatnya untuk tidak boleh kawin (menikah), itu namanya “ALIRAN SESAT YANG NGAKU2 SEBAGAI AGAMA !!!”    Sudah buang saja buku sampah yang begituan, baca saja buku2 ilmu pengetahuan yang jauh lebih bermanfaat !!!    Ha… ha… ha…

Mungkin… mungkin dulunya itu… duluuu… sekali, ada orang yang “Siutao” dan dia merasakan bahwa hidup berumah tangga itu sangat menyulitkan.   Harus kasih makan, kasih perhatian…. kasih… apa lagi yah… ???    Lha… padahal dia juga lagi pusing, gimana “Siutao”nya… maka dari itu… mungkin yah… dia itu lantas mengambil suatu kesimpulan sendiri… (Inget yah… !!!    Mengambil kesimpulan sendiri !!!) agar lebih baik untuk tidak berkeluarga saja sekalian…

Nah… mungkin inilah mula2 adanya pemikiran untuk tidak berkeluarga saja…    Padahal kagak tahu dia… !!!    Kalau berkeluarga itu uenak… (Jangan ngeres dulu !!!).    Maksudnya bisa saling melengkapi… saling membantu… saling memperhatikan… dsb.    Yah… memang bener dong… coba kalo teori itu bener… dan semua orang mau menjalankannya… bisa punah umat manusia di muka bumi ini, kiamat deh… !!! He… he… he…

Tags: , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply