24 Rayuan dalam kehidupan manusia !!! (2/4)

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara SHAN MAO, Kera Sakti, Daoren, Sponbob, Dhinghu, FOX, Nan_S dan Cookies, pada Januari 2008.

Sekarang saya tunjukkan 6 rayuan atau godaan yang termasuk dalam kategori “6 Tali Maut” :
- ? ? (RONG MAO) = WAJAH YANG RUPAWAN?
- ? ? (JU DONG) = TINGKAH LAKU?
- ? ? (YAN SE) = WARNA WARNI?
- ? ? (YI LI) = KESETIA KAWANAN?
- ? ? (YI QI) = EMOSI?
- ? ? (YAN CI) = TUTUR BAHASA?

Keenam godaan diatas itu yang merupakan “6 Tali Maut”,  yang bisa mengikat hati nurani seseorang, sehingga menyebabkan SIUTAOnya jadi MELENCENG DARI KEBENARAN, KARENA CUMA BERPIKIR MATI DI TITIK “BAIK” SECARA BERLEBIHAN SAJA.   Ha… ha… ha…

Dibawah ini kita mulai membahas tentang  “6 Tali Maut”, yang biasanya membelenggu SIUTAOnya umat manusia !!!

Kita mulai lagi dengan RONG MAU (Kecantikan / Ketampanan wajah), seseorang memiliki wajah yang cantik atau biasa saja, masing2 tentunya punya keunggulan serta kelebihan tersendiri.  Jangan sampai gara2 citra wajah, seseorang malah kehilangan kebahagiaan yang sebenarnya !!!

Contoh2nya banyak dijumpai dalam masyarakat :
- Ketika beberapa tahun yang lalu saya ketemu seorang Taoyu dari kota P, dia bercerita tentang pemecatan terhadap karyawannya gara2 kesalahan mengambil kesimpulan yang cuma berdasarkan bentuk wajah dan penampilan seseorang !!!   Teman ini membuka sebuah Show Room Mobil truk mini, yang lumayan terkenal di kotanya.   Suatu ketika datang seseorang dengan wajah yang lusuh dan penampilan yang ndeso, sambil membawa sebuah karung berlapis yang terisi setengahnya.

Tapi baru saja dia mau duduk, salah satu karyawan teman saya ini sudah langsung secara halus mengusir orang itu, dengan kata2 “Pak di sini Show Room Mobil, bukan tempat untuk beristirahat !!!”    Orang yang bertampang petani lusuh itu bilang : “Oh iya… saya tahu, makanya saya datang kesini !!!”   Karyawan itu tadi masih kurang WU dan melanjutkan pengusirannya : “Gini aja deh pak…, ini ada segelas aqua bisa bapak minum sambil melanjutkan perjalanan Bapak !!!    Sorry pak, jangan sampai bapak mengganggu rejeki showroom kami !!!    Soalnya kami takut dimarahi boss kami pak !!!”

Akhirnya naik darah juga tuh petani…, dibentaknya si Karyawan tersebut dan berkata : “Kamu ini selain penjilat juga suka memandang rendah orang aja !!!    Panggil saja boss kamu sekarang juga, biar saya tunjukkan yang namanya orang kaya itu seperti apa !!!”   Sambil mulai membuka karung yang dibawanya itu !!!    Karyawan itu mbohuat…, terpaksa dia memanggil boss-nya keluar…, begitu keluar…, boss-nya itu terbelalak melihat karung yang setengahnya itu ternyata berisi tumpukan uang pecahan seratus ribu rupiah………  Sambil tergopoh-gopoh dia melayani petani itu !!!

Tapi kata petani itu : “Oh… kamu boss disini rupanya yah…, apa kamu cuma bisa mendidik karyawan kamu untuk berkata sopan, tapi hatinya tidak tulus !!!   Malah suka menghina orang yang bertampang seperti saya !!!”   “Sebetulnya… saya ingin membeli 5 mobil truk… ini cuma uang mukanya saja, nanti saya bawakan lagi kalau truknya sudah lengkap semuanya !!!    Tapi karena sikap karyawan kamu ini…, maka saya batalkan saja niat saya !!!    Lebih baik saya ke Show Room yang lain saja !!!”    Langsung petani itu menutup kembali karungnya dan beranjak pergi !!!    Walaupun teman saya itu meminta maaf, si Petani itu tetap berlalu… tanpa menggubrisnya lagi !!!    Akhirnya teman saya itu jadi jengkel juga dan dipecatlah karyawan yang hanya bisa menilai seseorang berdasarkan wajah dan penampilannya saja.

- Contoh lainnya lagi :
Ada orang yang selalu menggerutu, kalau wajahnya itukurang cantik dan hidungnya agak mancung ke dalam !!!    Padahal bodynya cukup tingkat tinggi lho… kalau diukur dengan kaca mata orang2 zaman sekarang !!!   Ketika masih gadis, karena belum punya uang maka angan2nya untuk “Cantik” terpaksa dipendamnya terlebih dahulu !!!   Kebetulan setelah dewasa dia berhasil menikahi cowo yang lumayan kaya raya.   Pada awal2 perkawinan semuanya lancar2 saja, tapi setelah punya beberapa orang anak, wanita ini mulai teringat lagi nafsu untuk mempercantik wajahnya itu.   Walaupun sebenarnya sang suaminya itu, tertarik kepadanya yah… gara2 bentuk “Asli” hidungnya itu !!!

Wanita ini, ngak tahu “Isi Hati” suaminya dan mungkin memang yah… ngak mau tahu barangkali ???     Tetap saja dia pergi ke tempat yang katanya bisa memancungkan hidungnya keluar.   Ha… ha… ha…    Setelah hidungnya dimancungkan keluar, suaminya mulai merasa asing dan ogah untuk membelainya lagi.   Maka akhirnya… jadilah dia itu benar2 Wanita si JABLAI (jarang dibelai).   Ha… ha… ha… Padahal bekas operasinya itu belum sembuh benar, ditambah stress gara2 menjadi si Jablai.  Selanjutnya…dibekas operasinya itu malah terjadi infeksi dan bentuk hidungnya berubah jadi ngak karuan deh …!!!    Jadi makin mengerikan !!!   Yah… untung saja suaminya itu termasuk type suami yang setia dan nrimo, jadinya yah… ngak sampai timbul perpecahan dalam rumah-tangganya.

Nah… sekali lagi… ini merupakan cambuk bagi kita, bahwa apapun bentuk wajah yang telah diberikan oleh TAO kepada kita, pasti itulah yang paling cocok bagi diri kita.   Tinggal bagaimana memanfaatkan semua itu dengan WU yang sebaik mungkin !!!    Ingat saja deh… “Kecantikan Internal” jauh lebih berharga dari pada “Kecantikan Eksternal” saja.    JANGAN SAMPAI GARA2 SOAL WAJAH, MENYEBABKAN SIUTAO KITA GAGAL TOTAL, KARENA TERBELENGGUNYA KEBEBASAN HATI NURANI KITA.

Ingat pepatah : “REN BU KE MAU XIANG,  HAI SUI BU KE YONG DOU LIANG” yang artinya adalah MANUSIA JANGAN HANYA DINILAI DARI BENTUK WAJAH DAN PENAMPILANNYA SAJA ; AIR LAUT TIDAK BISA DIUKUR MENGGUNAKAN BEJANA LITERAN DI WARUNG MINYAK SAJA.

Jadi ini merupakan nasehat yang jitu, bagi orang2 yang selama ini hanya mementingkan penampilan luar dan gila akan wajah cantik saja !!!    Rasanya sih lebih baik kalau bisa memupuk kecantikan internalnya, walaupun kita juga harus bersyukur seandainya dikaruniai wajah yang cantik atau tampan yang alamiah.

Chi Tong / JU DONG (Gerak gerik / Tingkah laku). Sebagai mahluk hidup, tanpa terkecuali manusia juga selalu melakukan gerak gerik/perilaku seperti halnya mahluk hidup lainnya.   Bisa ketawa ; menangis ; marah ; berteriak ; duduk bersila ; duduk jongkok diatas kursi ; bicara sambil korek lubang hidung ; cengengesan dalam keseriusan  dsb2.   Semua itu ada artinya…, namun sama sekali tidak boleh digeneralisir, kalau kita mengaku sebagai seorang yang SIUTAO.    SAYANGNYA BANYAK ORANG SIUTAO YANG MASIH BOODOOHHH…, CIRI2 ORANG INI ADALAH SELALU MENGENERALISIR SUATU KEADAAN / GERAK GERIK, SEHINGGA SELALU SAJA SALAH DALAM MENGERTI SEBUAH “KEBENARAN” !!!

Kita ambil contoh:
- Banyak orang yang menganggap, bahwa menangis adalah tanda kesedihan/menderita, karena Agama B berpendapat bahwa terlahir ke dunia ini merupakan sesuatu bentuk kesengsaraan.   Alasannya itu tuh…, bayi yang baru lahir kan langsung menangis !!!    Ha… ha… ha…   Apakah betul demikian ???    Apakah betul bayi lahir lantas bisa tahu kalau dia itu sengsara ???    Apakah ini bukan cuma bayangan utopia dari orang yang keblingerrr dalam memahami Ajaran Agamanya ???    Nah… untuk membuktikan hal itu, kita harus belajar tentang ilmu biology.  Ternyata dalam ilmu biology dijelaskan bahwa ketika bayi masih di dalam kandungan ibunya, dia tidak bernafas melalui paru2, namun mendapat O2 langsung dari darah ibunya melalui tali pusat.    Nah… ketika begitu lepas dari dalam kandungan ibunya, paru2 bayi harus mulai bertugas, paru2 otomatis harus menghisap udara dalam jumlah yang lumayan banyak dan proses inilah yang menyebabkan bayi berteriak secara otomatis, seperti menangis !!!   Bahkan kalau sampai tidak ada teriakan dari bayi yang baru lahir, justru dokter penolongnya jadi sengsara, gara2 jantungnya empot2an setengah mati !!!  Khawatir paru2 bayi itu tidak bisa bekerja dengan baik.   Ha… ha… ha…

Dengan demikian pemahaman seperti itu, secara langsung sudah bisa terpatahkan, bahwa suatu kelahiran bukan merupakan sebuah kesengsaraan/penderitaan.   Namun dengan tanda menangisnya si jabang bayi, bayi tersebut telah mendeklarasikan bahwa dirinya sudah memenangkan jalan untuk hadir ke dunia yang semarak ini.    Ditambah lagi… banyak kasus dimana seseorang yang dalam suasana sangat gembira, malah jadi terlihat menangis tersedu-sedu !!!     Ada yang mengetahui hal ini ???    Itulah kita UMAT AGAMA TAO, selalu mengatakan bahwa BAYI yang baru lahir itu pada dasarnya SUCI BERSIH dan MULIA tanpa dosa !!!   Beda sekali dengan orang2 yang menganggap bahwa bayi sejak lahir sudah membawa dosa turunan !!!    Ha… ha… ha…

- Kita lihat lagi bagaimana dengan orang2 yang terpaku dengan aturan2 umum dan mati disatu titik, tak berkembang SIUTAOnya !!!    Sering orang bilang, kalau sudah  jadi SS, harusnya bisa lebih menahan sakit, harus selalu tenang dan tidak berteriak-teriak dsb2.   Semuanya itu… kalau memang secara alamiah bisa dilaksanakan yah memang baik, namun harus diketahui bahwa secara alamiah, bahwa masing2 orang dikaruniai ambang untuk menahan rasa sakit yang berbeda2, sehingga jangan dipaksakan !!!

Ambil contoh : Ada seorang SS yang dikenal sebagai “Tokoh” di suatu daerah, pada suatu ketika…, saat sedang bantu2 Tao Kuan untuk menyimpan barang2 berat ke dalam gudang, tahu2 ibu jari kakinya tertimpa besi sampai kukunya retak, bisa dibayangkan ngan rasa sakitnya itu ???   Namun, biarpun SIUTAO dia telah salah menafsirkan antara “Harga Diri” menjadi “Gengsi”, maka dengan sekuat tenaga justru dia berusaha menahan rasa sakitnya itu, supaya tidak berteriak untuk menyalurkan rasa sakitnya !!!   Tahu ngak… apa akibatnya  ???   SS itu pingsan… gara2 menahan rasa sakit yang berlebihan !!!    Coba pada saat kejadian dia bisa berteriak atau mengaduh untuk menyalurkan sebagian rasa sakitnya keluar melalui mulut, tentu akan mengurangi beban pikirannya dan beban daya tahan saraf rasa sakitnya, maka kemungkinan dia tidak pingsan !!!

NB : Saya minta jangan ada yang berprasangka negatif dulu yah…, terus terang cerita tersebut di atas berasal dari teman saya yang beragama “K”.   Tentang cerita seorang pendetanya !!!    Tapi saya rubah sedikit seolah-olah menjadi SS kita, supaya cocok dengan judul topik diatas.   Jadi… ini cuma sekedar cerita saduran yang fiktif, bila kebetulan ada SS yang kebetulan mengalami hal yang sama yah…!!!

- Contoh lainnya lagi : Pernah mendengar cerita tentang CI KONG HUO FU, sebetulnya cerita itu justru awalnya dipakai untuk menyindir orang2 yang terlalu kaku dalam mengertikan Ajaran Agamanya (pada Agama B).   Namun, justru cocok dengan pendapat sebagian besar masyarakat yang pada waktu itu ditengarai sudah sangat muak dengan perilaku Oknum2 Agama B tertentu yang punya perilaku munafik, pada zaman munculnya cerita HUO FU (Buddha hidup itu !!!).

Oleh karena itu, walaupun tingkah laku CI-KONG itu sebetulnya biasa2 saja dimata orang kelas bawahan, tapi dianggap kurang ajar dimata Tokoh2 Agama B yang munafik pada masa itu, jadi yah… tetap saja cerita itu disenangi oleh banyak masyarakat, bahkan ada yang menganggap CI-KONG itu sebagai “Pahlawan Komikus”, sampai2 ada yang menganggap sebagai sesuatu yang sesungguhnya, sehingga katanya ada aliran tertentu yang menyembah CI-KONG juga lho !!!    Ha… ha… ha…

Dari semua contoh2 di atas, mestinya kita bisa mengambil suatu kesimpulan, bahwa SIUTAO jangan terlalu terbelenggu oleh cara menilai perilaku (CHI TONG) yang terlalu kaku !!!   Memang ada perilaku2 yang harus kita dihindari, namun yang paling penting adalah apakah sebuah perilaku itu mengandung alasan CENG LI yang sudah sesuai dengan “situasi ; kondisi ; tolerasi serta adat dan budaya” perilaku tertentu yang dapat ditolerir untuk dilakukan !!!    Kalau CENG LI-nya benar, maka pasti banyak yang bisa memaklumi, itulah dasar dari cara berpikir yang holistik !!!

? ? ( YAN SE ) = WARNA WARNI? Kalau soal warna warni, itu memang itu punya pengertian mendalam sekali, maksudnya… bahwa warna warni yang semarak itu memang indah sekali.   Namun… juga bisa mengacaukan dan membutakan “Mata”.    Maksudnya bukan buta beneran…, tapi mata jadi kacau (YEN HUA LIAO LUAN).   Sehingga kepala jadi pusing dan tidak bisa mengambil keputusan dengan tepat.   Lha… kalau salah dalam mengambil keputusan, maka… yah bisa runyam donk persoalannya !!!

Namun sekali lagi…, kita bukannya harus berpantang terhadap warna warni, tapi justru sebaliknya kita harus bisa mengenali dan menguasai warna warni itu, supaya kita bisa pergunakan untuk mengisi kehidupan ini !!!    Itulah sebabnya, sekarang ini ada profesi ahli warna, biasanya sangat dibutuhkan dalam perusahaan kain, dekorasi interior bahkan kesehatan dengan terapi warna.

JADI JANGAN SEDIKIT2 PANTANG…, TAPI BERUSAHA UNTUK BERANI MENGENALI DAN MENGERTI, UNTUK SELANJUTNYA BISA MENGATURNYA DEMI KEPENTINGAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN !!!    Ingat… semua hasil ciptaan TAO pasti ada menfaatnya bagi kita semua !!!

Sekarang kita coba bahas tentang YI LI ( Kesetia kawanan dan Kebenaran).    Memang benar bahwa orang2 yang SIUTAO diharuskan untuk memperhatikan masalah YI & LI, karena unsur YI dan LI yang benar adalah sangat penting bagi orang yang ingin SIUTAO dan menjadi “Manusia Sejati” !!!     Nah… yang dikatakan .   YI LI yang bisa menjadi belenggu bagi seseorang adalah karena orang tersebut salah dalam menafsirkan hubungan timbal balik antara YI dan LI.   Sering kali orang mendahulukan YI dari pada CENG LI-nya !!!   Ini terlihat dalam perilaku kelompok Geng/Mafia, sering adanya tawuran antara geng anak sekolah disebabkan mereka hanya memperhatikan Kesetia-Kawanan dan mengabaikan yang namanya LI (CENG LI) yang sebenar2nya !!!

Begitu juga sebaliknya, ada yang terlalu ngotot pada LI-nya dari pada Kesetia-Kawanan, sehingga sering merusak hubungan baik diantara sesama teman.   Oleh karena itu ada nasehat “Jangan terbelenggu oleh keharusan YI LI yang kaku, semuanya harus tetap disesuaikan dengan “situasi ; kondisi ; tolerasi serta adat dan budaya”  pada saat dimana suatu kasus itu terjadi.

Sebagai contoh :
Pada zaman perjuangan dulu, ada seorang pencuri ulung yang menjadi pejuang juga, tugasnya adalah menjadi antek2nya Belanda untuk mencuri dokumen2 rahasia Belanda bagi kepentingan para pejuang !!!   Nah… bisa dibayangkan ngak… kalau orang yang kaku terhadap YI LI, pasti dia tidak bisa melakukan hal itu, karena menjadi antek Belanda (walaupun cuma berpura2), pasti dia harus bertingkah laku yang bisa benar2 membuat pihak Belanda percaya, bahwa dia itu memang “benar2? kaki tangannya.   Sebagai akibatnya… pasti rakyat juga menuding dia itu sebagai antek2 Belanda juga.    Maka resikonya akan dituduh tidak setia kepada Negara dan Rakyatnya !!!

Kedua, yang namanya mencuri yah… tetap saja mencuri, walaupun tujuannya lain.   Sehingga tidak sesuai lagi dengan Ceng Li yang seharusnya, ini menurut pendapat orang yang terbelenggu kaku oleh pengertian YI LI !!!   Tapi apakah CENG LI yANg sesungguhnya seperti itu ???    Jawabnya adalah belum tentu … !!!   Tergantung kepentingan yang lebih besarnya ketika sesuatu tindakan itu dilakukan !!!

Makanya, kalau seseorang itu terbelenggu secara kaku oleh YI LI, kadang2 malah mengganggu perjalanan SIUTAOnya, sebab SIUTAO itu memang terutama untuk diri sendiri, tapi berbuat kebaikan demi kepentingan orang banyak dan negara, artinya juga untuk diri sendiri !!!    Ha… ha… ha…

Sekarang kita coba membahas belenggu Emosi (YI QI).   Yang namanya Emosi, selalu diperlukan juga oleh umat manusia dalam melakukan sesuatu, namun kita harus bisa mengendalikannya dengan bijaksana !!!   Yang disebut terbelenggu oleh emosi adalah kalau kita melakukan tindakan hanya berdasarkan perasaan yang terpengaruh oleh pandangan2 subyektif saja, dimana kadar subyektifnya itu hanya dipenuhi  ambisi mengejar MING dan LI secara egois saja.    Keadaan inilah yang sering menyebabkan manusia terjerumus ke dalam jebakan perbuatan anarkis ; cabul ; sewenang-wenang ; fitnah ; munafik dan akhirnya bisa bunuh diri !!!

Oleh karena itu, bagi kita orang yang SIUTAO, kita boleh emosi, malahan justru dianjurkan untuk melepaskan emosi kita secara “tepat sasaran”, supaya tidak mengganjal di dalam hati !!!    Mengapa harus tepat sasaran ???   Disinilah letak SENInya SIUTAO itu !!!     Kita harus bisa memikirkan sampai beberapa langkah ke depan dalam mengelola emosi.    Kalau bisa dipikirkan terlebih dahulu, apa2 saja akibat yang bisa dan mungkin timbul, jika pada suatu ketika emosi seseorang dikemukakan dalam bentuk atau cara2 tertentu !!!    Bila merugikan, maka harus dipilih cara lain untuk melepaskan emosi itu, kalau semua tenaga yang terkandung dalam emosi sudah tersalurkan, maka akan lebih mudah menjadi tenang kembali, maka SIUTAO kita akan lebih lapang jalannya !!!

Sebagai contohnya :
Sering kita mendengar adanya geng2 anak sekolahan, ada geng2 yang sukanya tawuran, ada geng2 yang sukanya mabuk2an main PS melulu, ada juga geng2 yang mengkhususkan diri pada olah seni drama tari, ada kelompok belajar astronomi, dsb2 !!!  Nah… para pembaca bisa tahu sendiri, geng2 jenis apa yang termasuk bisa menyalurkan energi emosinya secara tepat sasaran khan !!!

OK, sekarang kita coba mengulas soal YAN CI (Tutur Bahasa).   Rasanya semua pasti sepakat kalau bahasa merupakan alat komunikasi yang tidak boleh kita abaikan.
Dengan keahlian bertutur bahasa, seseorang bisa menciptakan sebuah “suasana yang penuh keakraban”  atau malah sebaliknya “suasana yang penuh ketegangan” dsb.   Kita kenal “CHOW EN LAI” seorang diplomat ulung RRC, yang sangat piawai dalam menggunakan tutur bahasa dan code2 gerak anggota tubuh untuk menyampaikan sesuatu dalam masalah hubungan diplomatik antar negara.   Beliau berhasil menormalisasi hubungan antara AS dan RRC dengan politik bola pingpongnya, juga berhasil dalam meredam kebrutalan masa revolusi kebudayaan dengan kalimat2 yang tegas, penuh inspirasi dan langsung menohok para provokator2 disaat itu, dsb2.

Sebaliknya kita juga bisa mengenali keadaan emosi atau jalan pikiran seseorang, hanya dari cara seseorang menjawab panggilan telephon !!!  Misalnya, ketika kita mendengar sapaan “hallo” dari seberang telephon, kita bisa tahu dia sedang “marah” ; “ramah” ; “ogah2an” ; “tergesa-gesa” dsb.   Sama2 cuma sebuah kata “hallo”, semua tergantung situasi pada saat mengucapkannya, bisa menimbulkan kesan yang berbeda !!!

Oleh karena itu, akhir2 ini ada mata kuliah khusus di beberapa universitas tentang keahlian bertutur bahasa, karena diketahui ternyata dengan gaya bertutur bahasa tertentu, seseorang bisa memberikan semacam hipnotis dan bahkan bisa dipakai untuk pengobatan tambahan bagi orang2 tertentu yang punya sifat peragu ; sifat penakut ; sifat brangasan, dsb2.     Hal2 seperti itu tentu tidak akan dipahami oleh orang2 yang hanya ‘terpaku’ dengan style bertutur kata dengan gaya tertentu saja.     Orang2 seperti ini sebetulnya belum apa2 sudah melenceng jauh dari cara SIUTAO yang benar, karena mereka hanya akan terbelenggu dengan aturan bertutur bahasa kaku yang mereka buat sendiri.   Sehingga sering kali justru jadi ngak bisa mengutarakan sesuatu secara benar.    Bahkan yang lebih parahnya, mereka akan sering salah paham dalam menangkap arti dari “kata2? sesungguhnya yang disampaikan oleh orang lain kepada mereka.  Jika kalimat2 yang mereka terima itu tidak FIT atau cocok dengan Patron/Pola yang telah mereka khayalkan itu.    Ha… ha… ha…

Jadi bagaimana seharusnya ???
Mestinya kita harus memahami, bahwa bahasa hanya merupakan sebuah alat komunikasi, sedang manusia adalah mahluk hidup yang beraneka ragam sifatnya.   Misalnya, orang Jepang sudah terbiasa berkata2 dengan nada yang cepat dan singkat, bagi telinga orang yang belum terbiasa… yah… sepertinya selalu tegas dan OK !!!    Tapi nyatanya… justru sering terbalik, apa yang mereka kata sebagai “Ya”, belum tentu berarti “Ya = beres” !!!    He… he… he…   Sorry, ini dari pengalaman seorang teman yang sudah bertahun-tahun berbisnis dengan orang Jepang !!!

Tapi ngak usah jauh2 ke Jepang, kita longok saja ke Surabaya !!!    Saya sering melihat situasi dimana ada dua orang teman yang sudah lama ngak ketemu, begitu ketemu yang diucapkan adalah “Jiangkrik ee-jek orep tah awakmu !!!”  Ini… kalau yang ngak ngerti… maka akan dikira sebuah umpatan atau kata2 maki’an, tapi nyatanya… itu justru sebuah kalimat yang menunjukkan sebuah keakraban yang penuh dengan kerinduan bagi mereka berdua !!!    Belum lagi etnis2 yang tinggal di Medan dan sekitarnya, biasanya suara dan kata2nya keras serta mengagetkan pendengarnya, namun nyatanya jelas2 bukan sedang marah2 !!!    He… he… he…

Catatan : Sehubungan dengan panjangnya pembahasan ke 24 rayuan tersebut, maka postingannya dibagi menjadi 4 (empat) bagian.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply