24 Rayuan dalam kehidupan manusia !!! (3/4)

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara SHAN MAO, Kera Sakti, Daoren, Sponbob, Dhinghu, FOX, Nan_S dan Cookies, pada Januari 2008.

Nah sekarang kita bahas yang termasuk dalam kategori “6 minuman” yang memabokkan :
- ? ? (ZENG HEN) = DENDAM KESUMAT?
- ? ? (QING AI) = CINTA KASIH?
- ? ? (XIN XI) = SANGAT GEMBIRA?
- ? ? (FEN NU) = SANGAT MARAH?
- ? ? (AI SHANG) = SANGAT SEDIH?
- ? ? (AN LE) = SANGAT BAHAGIA?

Keenam rasa “minuman” diatas, sering kali menyebabkan orang jadi mabok, sehingga mengendorkan kewaspadaan dalam menapaki kehidupan, pada akhirnya bisa mencelakakan dirinya sendiri dan orang lain.    Pesan yang punya cerita…,  jangan pantang terhadap semuanya itu, tapi tetaplah waspada dan kenali wujud kebenaran yang sesungguhnya (Zheng Li), kenali diri sendiri supaya tidak mabok kepayang !!!  Ha… ha… ha…

Kelompok ini dimulai dengan : “Chen Hen =  Marah ; Benci ; Dendam Kesumat”.   Dari sifat kata2nya saya kira semua pembaca sudah bisa tahu kalau sifat yang satu ini memang sering merugikan, walaupun kadang2 ada manfaatnya juga yah !!!   Sebagai umat manusia, marah tentunya boleh2 saja, tapi harus tahu… kenapa harus marah dan tujuannya untuk apa ???   Supaya sedapat mungkin bisa mengontrol batas2nya, agar tidak berlebihan.    Ha… ha… ha…

Ambil contoh :   Sifat kebencian terhadap hal2 yang buruk / yang merusak kesehatan misalnya merokok, kadang2 memang diperlukan bagi seseorang untuk menjauhi hal2 yang negatif seperti itu, sebelum itu dia juga harus tahu dulu… apa alasannya harus menjauhi rokok !!!   Setelah dia tahu alasan2nya kenapa merokok itu harus dijauhi, maka bisa dikatakan bahwa dia sudah masuk ke tahap kesadaran yang sesungguhnya.

Begitu juga rasa dendam, tidak selalu salah, justru sering bermanfaat untuk mencapai suatu tujuan tertentu, sebagai pemacu semangat dalam perjuangan hidup ini !!!    Inilah yang termasuk kategori dendam positif !!!   Hal ini sering diberi istilah lain seperti “semangat pantang menyerah”.    Namun… yaitu tadi…, orang harus selalu ingat CENG LI-nya, kalau hal itu CENG LI… silahkan jalan terus, tapi kalau MBO CENG LI… yah jangan diteruskan dendam yang tidak berguna itu !!! Ha… ha… ha…

Sekarang kita masuk ke “JING AI = CINTA KASIH”.    Masalah yang satu ini paling sering dijadikan “Kambing Hitam” dan sering disebut2 sebagai penghambat orang untuk SIUTAO !!!   Pikiran seperti itu justru menunjukkan kekerdilan jiwanya, karena yang salah justru manusianya itu sendiri,  yang tidak benar dalam SIUTAOnya.   Karena itu… istilah “Godaan” lebih tepat digunakan, dari pada istilah “Hambatan” atau “Kesukaran” atau “Halangan” untuk istilah CINTA-KASIH / Percintaan ini.    Bagi orang yang benar2 SIUTAO, jelas dia sadar… betapa pentingnya CINTA KASIH ini di dalam menunjang proses SIUTAOnya.    Karena itu, dia sendiri harus tahu hal2 standard yang benar dalam segi “Percintaan” menurut Ajaran AGAMA TAO.

Jangan sampai tergoda dengan kesempatan2 berselingkuh, kesempatan cari istri baru, dsb2 yang justru… merupakan perilaku menyimpang !!!    Masalah jodoh, memang sering kali tidak kuasa ditanggulangi oleh umat manusia.   Tapi ingat… kalau kita yang SIUTAO, tentu kita bisa berdoa dan memohon kepada TAO, agar kita diberikan jodoh yang sesuai dengan diri kitanya !!!   Kalau hal seperti ini saja tidak bisa dimengerti, maka untuk apa kita SIUTAO ???    Apalagi dengan sengaja mencari “Kambing Hitam”, untuk menyalahkan CINTA KASIH !!!    Ha… ha… ha…

Jadi… “Percintaan” bukan merupakan halangan dalam SIUTAO, hanya godaan kecil saja !!!    Namun… tentunya akan lain lagi jadinya… kalau dari sononya memang seseorang itu sudah berjiwa “Playboy”, misalnya… !!!    Ha… ha… ha…

Ada yang nanya nih ….. : Kenapa JING AI (CINTA KASIH) dibilang paling sering di”Kambing Hitam”kan, sebagai penghambat seseorang SIUTAO ???    Soalnya saya sering disebut “Playboys” atau “Buayaaaa…” oleh istri saya.   Dibilangnya… kalau liat wanita cantik…, mata saya langsung kelihatan “berbinar-binar”, sedangkan saya sendiri khan tidak ngaca… sewaktu dikatakan “berbinar-binar” itu seperti apa yah… ???

Yang membuat saya protes…, apa kita2 ini kaum pria harus mengikuti secara harafiah nasehat : “Bukalah matamu lebar2 dalam mencari jodoh…  Bila sudah menikah…, maka tutuplah matamu rapat2 !!!”   Yah…, kalau demikian ekstrimnya… jadi mubazir dong… punya mata masih bening beginih…    Lha… wong saya ini khan PEJANTAN SEJATI lho…   Yah… menurut yang saya alami saja kalo “doyan” ngelirik wanita cantik (niatannya bukan menyalahkan “alami” ataupun berdalih sih !!!)   He… he… he…     Toh “cuma” ngelirik…  hi… hi… hi … salah ngak tuh mata ???    Apakah dalam kasus ini, saya termasuk mengkambing hitamkan ???

Kalau nggak salah… yang anda protes itu khan ungkapan khusus untuk mencari isteri, jadi yah… semestinya begitu.   Sebelum dapat pasangan bukalah matamu lebar2…, lha… setelah nikah yah… pejamkan saja salah satu matanya… !!!    Jadi… pepatah itu khusus untuk “mantan pacar” saja.   NAMUN KALAU UNTUK MENGAGUMI KEINDAHAN ALAM…, YAH…  TETAP BOLEH2 SAJA DONG…, ASALKAN DENGAN SIKAP BERSIH DALAM HAL NAFSU YANG TIDAK BENAR !!!    Jadi itu bukan kasus mengkambing hitam dong…, memang penerapannya saja yang lain.    Ha… ha… ha…

Nah… ini contoh mengkambing hitamkan : BANYAK ORANG YANG BELUM PERNAH PACARAN, LANTAS SECARA MOENAFIK MENGATAKAN… BAHWA PERCINTAAN ITU ADALAH PENGHAMBAT SIUTAO !!!

Lain halnya jika sudah nikah tapi dapat jodohnya yang bukan beragama TAO dan fanatik buta lagi tuh isterinya.   Nah… ketika suaminya ingin masuk TAO !!!   Disinilah baru bisa dikatakan bahwa “Percintaan” orang tersebut telah menjadi halangan, bagi dirinya untuk lebih cepat sukses dalam SIUTAOnya !!!   Tapi… ada tapinya juga nih… belum tentu juga dia itu tidak bisa sukses dalam TAOnya.   Kalau dia pandai… dan dapat menunjukkan “Keteladanan” dirinya setelah masuk AGAMA TAO, tentunya dia akan dapat menyadarkan isterinya, agar supaya istrinya itu juga bisa ikut menerima TAO dan bisa untuk bersama2 beragama TAO.    Itu… yang namanya sukses dalam percintaan !!!    Juga sukses dalam SIUTAO nya… betul ngak !!!    Ha… ha… ha…

Sekarang kita membahas tentang “XIN XI = Senang ; Gembira ; Bersuka Cita”.   Bagi orang yang SIUTAO, tidak ada pantangan untuk merasa riang gembira, asalkan selalu ingat… bahwa tujuan utama kita adalah tetap yang satu itu yaitu TAO.

Kita harus tetap waspada dalam menikmati suasana kegembiraan, jangan sampai gara2 terlalu bersuka cita sampai tewas mengenaskan !!!    He… he… he…    Kasus ini pernah terjadi pada Raja SHI MA ZHAO (kalau nggak salah ingat yah !!!).    Pada akhir zaman SAM KOK, klan SHI MA YI mulai berhasil menaklukkan 2 (dua) Kerajaan lainnya.   Ketika berhasil menaklukkan klan dari LIU BEI, suatu saat Raja SHI MA ZHAO sengaja mengadakan pesta besar untuk menjamu Raja keturunan LIU BEI.    Padahal niatannya itu justru ingin merendahkan martabat Mantan Raja klan LIU BEI itu.

Betul saja… ketika pesta sedang berjalan, Raja SHI MA ZHAO itu dengan sengaja merendahkan Mantan Raja pihak lawan, yang telah ditaklukkannya itu !!!    Kebetulan yang direndahkannya itu juga… sengaja menyanjung2 Raja SHI MA ZHAO, sehingga Raja bermarga SHI MA itu senangnya bukan main…. dia tertawa terbahak-bahak… akhirnya ada sepotong daging dimulutnya nyangkut ke dalam tenggorokannya dan mengakibatkan dia tewas seketika itu juga gara2 tidak bisa bernafas !!!   Ha… ha… ha…

Oleh karena itu… dalam pergaulan seharusnya kita jangan sampai mudah menampakkan isi hati kita di depan umum (lain halnya dengan media seperti internetan begini ini yah !!!).    Kalau sedang gembira… yah… mesem2 saja sudah cukup !!!    Kalau sedang susah… yah… tenang2 saja.   Jangan sampai merengek-rengek di depan umum !!!   Kalau tidak ada masalah… yah.. diam saja lha… dalam ketenangan yang sebenarnya !!!    Hanya dengan demikianlah… kita baru bisa tetap menjaga kewaspadaan diri kita secara optimal dan itulah sifat eling yang sesungguhnya.

Jika tidak, misalnya kalau lagi berhasil… lalu menunjukkan perangai yang terlalu bergembira, bisa2 disalah artikan sebagai orang yang sombong… oleh orang lain !!!   Begitu juga ketika gagal dalam suatu usaha…, langsung menangis berguling2…, bisa2 dianggap sebagai orang yang cengeng dan bertingkah berlebih2an !!!    Ha… ha… ha…

Jadi kalau bisa… ketika sedang berbunga-bunga, ingatlah kepada orang lain yang jauh lebih beruntung dari kita.   Ketika bersedih… pikirkan orang lain yang mungkin keadaannya jauh lebih menyedihkan dari diri kita !!!    Dengan demikian… kita tidak akan jatuh ke dalam jurang ketakaburan !!!     Ini sesuai dengan pepatah yang berbunyi :  “BI SHANG BU ZU,  BI XIA YOU YU” ( ? ? ? ?? ? ? ? ??)

Selanjutnya ada yang mau cerita nih… : Tempo hari… sewaktu menghadiri Ciang Tao di Hotel Likita, karena materi2 yang diberikan ada menyentil soal “Jodoh”.   Taoyu2 dengan spontan meledek beberapa rekan yang memang masih “Jomblo”.    Hasilnya… beberapa jomblo ini lantas bertanya jawab dengan Senior yang memberi Ciang Tao, untuk “Membela Firi”.     He… he… he…

Beberapa pembelaan diri ini memang terdengar klise dan bisa dimaklumi.   Namun ada satu jomblo yang mengatakan bahwa “Percintaan Menghambat Siutao” dan yang lebih memprihatinkan, rekan jomblo ini juga menanyakannya secara terang2an : “Apakah untuk mencapai “Tingkat” yang lebih sempurna, dapat ditempuh dengan cara “Muksa”, yaitu dengan cara “membakar diri” ???    Sehingga saya menangkap… bahwa itu sudah merupakan pertanda…, pertanda bahwa ada kekeliruan dalam pola pikir !!!

Betul sinyalemen anda itu, banyak manusia tempe yang baru kebentur sedikit saja sudah melakukan pelarian/desertir, dari kewajiban hidup yang sesungguhnya !!!    Sampai2 ingin membakar diri untuk mencapai surga !!!   Padahal didalam PEMAHAMAN AJARAN AGAMA TAO, tidak ada kata2 yang menyuruh orang untuk membakar diri, karena itu adalah tindakan yang paling hina bagi umat manusia.    Hal itu menunjukkan bahwa orang tersebut merupakan pengecut atau pecundang, yang mencoba lari dari tantangan untuk terus berusaha hidup dengan bahagia.    Ingat khan… ada pepatah yang mengatakan : “BERANI HIDUP, JAUH LEBIH SULIT DARI PADA CUMA BERANI MATI SAJA !!!” Tapi sudahlah… jangan diteruskan… nanti malah ada yang ndongkol !!!

OK…, sekarang kita coba membahas tentang “FEN NU = Sangat Marah / Murka”.   Sikap marah2 memang merupakan salah satu godaan bagi orang yang sedang SIUTAO, terutama bila sampai Murka atau Marah besar, kalau ngak hati2… seseorang itu bisa “game over” gara2 kemurkaannya sendiri !!!    Atau sering kali kita bisa lihat, bila seseorang sedang “marah besar” maka jalan pikirannya justru bisa kacau dan tidak mampu berpikir secara lebih jernih, sehingga tampak seperti orang yang sangat bodoh jadinya.  Ha… ha… ha…

Maka dari itu, kita harus dapat selalu waspada dengan sikap yang satu ini, dalam hal apapun jangan terpancing untuk menjadi “Sangat marah”, terutama dalam hal persaingan bisnis, kalau merasa emosi sedang memuncak… sampai marah besar, maka sebaiknya berhenti dulu dari meja perundingan bisnis dan tinggalkan lawan bisnis anda (gantung saja dulu perundingannya !!!), dan segera berusaha untuk menenangkan kembali kemarahan yang sedang memuncak itu, setelah itu baru kembali lagi dengan ide2 yang lebih cemerlang, untuk menghadapi lawan bisnis anda itu !!!  H… he… he…

Namun… kalau seseorang sudah SIUTAO dengan benar, mestinya tetap bisa timbul kemarahan juga dalam dirinya, tapi… biasanya dia lebih bisa mengarahkan tenaga kemarahannya itu, menuju sasaran yang lebih positif, dari luar kesannya adalah QING JING WU WEI !!!   Munculnya situasi yang dapat membuat dia menjadi marah, justru akan lebih memacu dirinya untuk lebih waspada dan berdaya guna dalam SIUTAOnya !!!    Ha… ha… ha…

Jadi… sebenarnya suasana hati yang marah / emosi tetap sekali2 hal itu diperlukan oleh seseorang yang masih hidup di dunia ini !!!    Namun harus bisa tetap waspada, jangan sampai terjebak KEMARAHAN yang sia2 saja !!!    Kuasai dan aturlah… letupan kemarahan kita, supaya bisa berubah menjadi suatu dorongan yang lebih positif dan berdaya guna !!!    ITULAH SALAH SATU ARTI SIUTAO YANG SESUNGGUHNYA !!!    Ha… ha… ha…

Kita lanjutkan lagi terus dengan “AI SANG = Kesedihan”.    Selain Kebahagiaan ; Percintaan ; Kemarahan, maka selanjutnya kita bahasa tentang “Kesedihan”, yang merupakan hal2 yang sering juga menimpa seseorang dalam perjalanan hidupnya di dunia ini.    Bermacam-macam tingkatan reaksi kesedihan manusia, terhadap masalah yang sedang dihadapi, bisa dari yang pura2 sedih, sampai sedihnya setengah mati, bahkan sampai bisa bunuh diri gara2 sedihnya itu !!!

Maka berhati2lah, reaksi kesedihan… bisa merupakan jebakan yang dapat menghancurkan kehidupan seseorang di dunia ini !!!    Bagi Umat Agama TAO, kita selalu dinasehati agar supaya kita bisa memandang suatu kesedihan, sebagai hal yang alamiah, jamak dan sudah lumrah terjadi, seperti halnya kebahagiaan.   Sehingga kita ngak perlu terlalu girang ketika berada dalam suasana kebahagiaan dan biasa2 saja dalam suasana kesedihan.

Sayangnya… tidak demikian halnya bagi orang awam, mereka sangat mempedulikan omongan orang2 di sekelilingnya, sehingga kalau berhasil dalam suatu pekerjaan, harus dirayakan, untuk sekedar menunjukkan rasa kegembiraannya itu.   Kalau baru putus cinta…, yah… mestinya minimal duduk termenung sambil sesekali menangis dsb2.    Inilah suatu pendapat yang sangat menyesatkan banyak orang, mestinya… apapun itu, baik perasaan kebahagiaan maupun kesedihan…, harus ditanggapi dengan sewajarnya saja… jangan terlalu berlebihan.    INGAT… SEMUA YANG NAMANYA BERLEBIHAN, SELALU AKAN MENDATANGKAN KERUGIAN YANG TIDAK TERBAYANGKAN !!!

Jadi… kalau sedang tertimpa hal2 yang menyedihkan, kita harus bisa menguasai dan merubahnya menjadi sebuah tenaga positif yang justru bisa mendorong kita untuk bisa lebih maju selangkah lagi dalam keberhasilan SIUTAOnya.    Ada pepatah yang mengatakan bahwa : “JIAO BIN BI PAI,  AI BIN BI SHEN”  yang artinya “Tentara yang baru dirundung kesedihan gara2 kemalangan, pasti akan menang kalau berperang.   Sedangkan pasukan yang sombong karena segala hal, pasti akan kalah dalam peperangan selanjutnya”. Maka dari itu kita selalu diwanti-wanti…, jangan sampai kita tenggelam dalam kesedihan yang berkepanjangan, namun segeralah berusaha untuk menguasai kesedihan itu dan merubahnya menjadi suatu daya perjuangan yang positif, dalam upaya mencapai kesuksesan SIUTAOnya masing2.

Kita lanjutkan ke kata “ANN LE = Tenang dan Senang / Santai dan Tenang”.    Kata ini sering menjebak seseorang menjadi orang yang terlalu cepat berpuas diri, sehingga mudah kehilangan kewaspadaan dalam SIUTAOnya.    Kita sering melihat orang2 yang mengaku dirinya SIUTAO dan berkata : “Saya… maunya hidup tenang, tidak banyak urusan dan hidup santai berleha2, seperti Dewa/Dewi !!!   Itu menurut mereka yang namanya ANN LE yang sebenarnya !!!

AKIBATNYA… MEREKA ENGGAN DATANG KE TAO-KUAN,  TAKUT JADI REPOT GARA2 DIMINTAI UNTUK MEMBANTU KEGIATAN TAO-KUAN !!!    Dengan perkataan lain, mereka takut kalau tugas2 beramal di TAO-KUAN akan mengganggu keadaan ANN LE (palsu) yang sudah mereka nikmati selama ini !!!   Nah…, apa bedanya ini dengan sifat egois yang mau enaknya sendiri, tidak mau susah payah berbuat Kung Tek !!!    Bisa dibayangkan ngak…. apakah orang yang demikian itu bisa Tek Tao ???    Ha… ha… ha…

Jadi… orang yang mengaku dirinya SIUTAO, harus bisa menempatkan pengertian kata “ANN LE” dalam level MENTAL SPIRITUALnya.   Dimana kita mestinya hanya bisa merasa hidup “Tentram dan Bahagia”, bila kita sudah berbuat banyak KUNG TEK dan rajin dalam usaha SIUTAO kita.    Maka dari itu… orang yang SIUTAO dengan cara yang benar, walaupun hidupnya di kampung yang kumuh, hatinya tetap ANN LE.

Sehingga… begitu dia meningkat taraf hidupnya menjadi  orang yang super kaya, tetap saja selalu meluangkan waktu dan pikirannya untuk berbuat sesuatu yang bisa mendatangkan KUNG TEK sebanyak banyaknya.   Sehingga pada akhirnya dia bisa benar2 merasa “SANTAI DALAM MENTAL SPIRITUALNYA”, bukan santai tanpa bekerja seperti orang malas kekenyangan di rumah mewah berpagar tembok listrik lho… !!!

Mudah2an dengan sedikit ilustrasi di atas, Para Taoyu bisa menyadari… apa itu GODAAN KATA ‘ANN LE’ yang sesungguhnya.   Kita memang mengejar taraf tentram dan bahagia (ANN LE ), tapi juga harus bisa membedakan level ANN LE yang bagaimana yang seharusnya kita capai !!!   Ha… ha… ha…

Catatan : Sehubungan dengan panjangnya pembahasan ke 24 rayuan tersebut, maka postingannya dibagi menjadi 4 (empat) bagian.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply