Kisah kehidupan ZHUGE LIANG !!!

Diambil dari arsip diskusi di hrrp://siutao.com
Diskusi antara Pringdadi, Wise Maymae, SHAN MAO, Sponbob, Ching Kong dan SunQuan, pada Januari 2008.

Saya ditolongin dong… ceritain tentang kisah / kehidupan 诸葛亮 ZHUGE LIANG (CU KOK LIANG) ???

0420175336

Ok… saya mau bagi cerita nih !!!   Ceritanya sih banyak dan panjang sekali tapi dipersingkat saja yah…

Diambil dari “The History of Zhuge Liang”, tentang “Zhuge Liang Belajar TAO” !!! Pada saat Zhuge Liang berumur 9 tahun, ia masih belum bisa bicara dan keluarga Zhuge Liang adalah keluarga yang miskin.   Suatu hari, ayahnya menyuruh Zhuge Liang untuk pergi menggembalakan domba di bukit terdekat.  Di bukit tersebut terdapat sebuah “temple”, disana… tinggalah seorang Taoist.   Taoist itu setiap hari keluar temple, untuk melihat2 sekeliling.  Dan pada saat itulah ia melihat Zhuge Liang yang sedang menggembala.

Taoist itu mendekati Zhuge Liang dan memberikan tanda2 dengan menggunakan tangannya, bermaksud untuk mengajaknya bermain.    Zhuge Liang segera menanggapinya dan sangat menyukai Taoist tersebut.   Taoist itu juga senang dengan Zhuge Liang, karena keluguan dan kepintarannya.    Kemudian, Taoist itu mulai berusaha mengatasi “kebisuan” yang dialami oleh Zhuge Liang dan dalam waktu singkat, Zhuge Liang sudah dapat berbicara.

Zhuge Liang senang sekali saat ia sudah bisa berbicara.  Ia sangat berterima kasih secara personal kepada Taoist itu.  Sang Taoist mengatakan : “Saat kamu pulang nanti, katakanlah kepada orang tuamu, bahwa aku mengangkatmu sebagai muridku dan aku akan mengajarimu cara membaca.   Selain itu, aku juga akan mengajarimu hal2 lainnya.   Jika orang tuamu setuju, kamu harus menghadiri kelas setiap hari dan tidak boleh sekali-pun membolos”.

Begitulah akhirnya Zhuge Liang belajar kepada Taoist itu setiap hari.   Zhuge Liang adalah murid yang pintar.   Dalam semua ajaran yang diberikan, Sang Taoist tidak perlu sampai dua kali mengajarinya, semua langsung dapat diterima dengan baik oleh Zhuge Liang.   Taoist itu pun akhirnya semakin hari menjadi semakin menyukai Zhuge Liang.

8 tahun berlalu… dan Zhuge Liang telah menjadi remaja yang berumur 17 tahun.   Konon, saat itulah terjadi insiden yang membuat Zhuge Liang menjadi malas belajar dan melupakan pendidikannya.    Di saat umur itu pula ia mendapatkan “Bulu Ekor”, yang akhirnya dia gunakan untuk membuat kipas bulu, yang sampai dengan saat ini menjadi “Ikon” Zhuge Liang yang paling terkenal.   Kemalasan Zhuge Liang akhirnya dapat teratasi, berkat nasihat dari Gurunya itu dan ZHuge Liang pun melanjutkan kembali pendidikannya sampai dia berumur 18 tahun.

Saat umur 18 tahun itulah, saat dimana Zhuge Liang dan Gurunya berpisah.   Zhuge Liang mulai keluar dan siap untuk mempraktekkan apa yang telah dia pelajari selama ini ke dalam kehidupan nyata.    Dikatakan, sebelum dia pergi, Sang Taoist memberikan Zhuge Liang sebuah jubah, dengan gambar “Eight Diagrams”, yang pada akhirnya juga menjadi “Ikon” bagi Zhuge Liang.

******************************

Tentang : 100.000 buah anak panah !!! Zhou Yu, seorang Panglima Perang dari Negara Wu, yang merupakan rival sejati bernama Zhuge Liang.   Zhou Yu sangat mengagumi kebijaksanaan, kecerdasan dan kecerdikan Zhuge Liang, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya, dia justru ingin menghabisi rival sejatinya itu, dengan pemikiran bahwa Zhuge Liang merupakan ancaman terbesar di kemudian hari.   Shu (Liu Bei) dan Wu (Sun Quan) bergabung untuk melawan Negara Wei (Cao Cao).   Zhuge Liang bersedia menjadi perantara di antara Negara Shu dan Wu.   Untuk itu, beliau harus tinggal sementara di Negara Wu, karena perang yang berlangsung adalah perang marinir alias perang di perairan.

Merasa mangsa sudah di dalam mulut harimau, Zhou Yu dengan segera mengeluarkan akal liciknya, dengan berpura-pura meminta pertolongan dari Zhuge Liang, untuk menyediakan 100.000 buah anak panah dalam waktu satu minggu, tanpa bantuan para pasukan Wu.   Jika permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi dalam waktu yang ditentukan, maka konsekuensinya adalah hukuman militer alias hukuman mati.   Dengan tertawa riang, Zhuge Liang ternyata menyetujui permintaan tersebut dan hanya meminta waktu 3 HARI SAJA !!!    Mungkin bagi kita, memikirkannya saja tidak berani, apalagi untuk mengiyakan permintaan yang tidak masuk akal seperti itu.

Triknya adalah Beliau meminjam beberapa kapal Negara Wu yang dilengkapi dengan banyak boneka jerami, yang dibentuk menyerupai tentara di setiap kapal2nya.   Pada malam hari yang ke 3, cuaca berkabut tebal…, Zhuge Liang berangkat menuju ke markasnya Cao Cao.   Pada saat kapal mendekati perkemahan Wei, Zhuge Liang memerintahkan anak buahnya untuk menghidupkan obor di setiap kapalnya.

Para pasukan Wei yang memang sudah bersiaga, melihat samar2 datangnya kapal asing dari kejauhan  mereka segera mendapat perintah dari Cao Cao, untuk memanah sebanyak mungkin ke arah kapal2 asing tersebut, terus menerus tanpa berhenti.  Sesaat kemudian kabut mulai hilang, Zhuge Liang segera memerintahkan kapal2nya untuk mundur dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Cao Cao, atas kemurahan hatinya memberikan anak-anak panah tersebut.   Zhuge Liang segera kembali ke Negara Wu, dengan membawa 100.000 lebih anak panah dan bahkan telah berhasil melewati jebakan dari Panglima besar Wu sendiri, yaitu Zhou Yu.

Zhuge Liang memiliki kemampuan meramal seperti meramal cuaca.   Beliau meramalkan bahwa pada hari ketiga, akan ada kabut tebal dan atas dasar ramalannya, beliau mendapatkan ide yang sungguh sangat mengagumkan ini.   Zhuge Liang benar2 memiliki “Shen Tong”.

******************************

dari http://www.tionghoa.com/117/zhuge-liang/
Zhuge Liang
Nama Lengkap: Zhuge Kongming
Lahir: A.D. 181
Meninggal: A.D. 234
Saudara: Zhuge Jin, Zhuge Jun
Anak: Zhuge Zhan
Keponakan: Zhuge Ke

Zhuge Liang dikenal sebagai seorang ahli strategi. Dikenal juga sebagai “Kong Ming” dan mempunyai julukan “Naga Tidur”.   Zhuge Liang hidup tenang dan damai di Longzhong sampai saat Liu Bei berhasil menemuinya pada kunjungan ketiga.   Terkesan oleh kejujuran Liu Bei dan memiliki kesamaan pandangan untuk mendirikan kerajaan di barat dan pada saat yang sama menjalin kerjasama dengan Kerajaan Wu, Zhuge Liang meninggalkan desanya untuk mengabdi kepada Liu Bei, yang merupakan titik balik bagi Liu Bei.   Pada saat itu Zhuge Liang berusia 27 tahun, sedangkan Liu Bei 47 tahun.

Pada mulanya Guan Yu dan Zhang Fei tidak menerima keadaan bahwa mereka diperintah oleh seorang yang masih muda dan berpikir bagaimana mungkin Liu Bei percaya penuh kepada Zhuge Liang yang masih muda dan tidak berpengalaman, sehingga memberikan komando tertinggi untuk melawan Xiahou Dun.   Namun Zhuge Liang dapat menunjukkan strategi yang hebat dan mengetahui arah gerak musuh yang menghasilkan kemenangan mutlak atas Cao Cao pada tugas pertamanya dan membuktikan bahwa penilaian Guan Yu dan Zhang Fei adalah salah.

Hanya saja serangan kedua dari Cao Cao terlalu tangguh untuk membuktikan kepandaian Zhuge Liang, sehingga Liu Bei membawa penduduk Xinye mengungsi ke Xiangyang, namun dikejar oleh Liu Cong.  Tidak memiliki pilihan, Zhuge Liang memimpin sejumlah kecil pasukan ke Jiangxia, untuk meminta bantuan dari Liu Qi.   Demi menjamin keselamatan Liu Bei atas serangan Cao Cao, Zhuge Liang menuju Kerajaan Wu membujuk Sun Quan, untuk mengajak bekerjasama dan melawan Cao Cao secara bersama-sama.   Tentara Liu Bei dan Sun Quan dapat menghalau tentara Cao Cao dan Liu Bei berhasil menguasai Jingzhou selama perang berlangsung.

Memiliki ide yang sama dengan Pang Tong bahwa Jingzhou tidak dapat dipertahankan untuk waktu lama, Zhuge Liang memilih tetap berada di Jingzhou sementara Liu Bei bersama Huang Zhong, Wei Yan, Pang Tong dan Guan Ping menuju ke Xichuan.   Sayangnya kematian Pang Tong dan Liu Bei yang terjebak di Xichuan tidak memberikan pilihan bagi Zhuge Liang, kecuali harus terus memimpin tentara ke Xichuan untuk menyelamatkan Liu Bei dan menguasai Xichuan.

Pada saat setelah Liu Bei meninggal dunia, Zhuge Liang berhasil menghalau tujuh serangan yang dilancarkan Cao Pi.   Dengan adanya Zhuge Liang, Kerajaan Shu menjadi lebih makmur dan memiliki tentara yang lebih perkasa.   Zhuge Liang berhasil memadamkan pemberontakan yang dilakukan oleh Meng Huo, di bagian selatan Kerajaan Shu dan memimpin enam operasi melawan Kerajaan Wei untuk memenuhi keinginan Liu Bei demi mengembalikan kejayaan Dinasti Han.

Musuh utama Zhuge Liang adalah Sima Yi.   Jika bukan karena Sima Yi, Zhuge Liang tentunya sudah berhasil menguasai Luoyang dan memenuhi keinginan Liu Bei untuk mengembalikan kejayaan Dinasti Han.   Zhuge Liang yang bekerja terlalu keras dan penuh tekanan, telah membuat dirinya sakit pada operasi penyerangan yang ke enam.   Zhuge Liang meninggal dunia di Wuzhangyuan, namun sebelum meninggal dia memilih Jiang Wei sebagai penerus.   Kematian Zhuge Liang membawa kerugian besar bagi Kerajaan Shu.

******************************

Ada cerita lain yang menunjukkan bahwa ketika kecil, ZHU GE LIANG dan beberapa adiknya diasuh oleh Pamannya, yang merupakan salah seorang Tokoh AGAMA TAO yang tersohor di daerahnya.    Oleh karena itu ketika dewasa, ZHU GE LIANG sangat mahir di dalam menguasai “FAK SUK” termasuk Ilmu Astronomi dan Ilmu Politik Perang dsb.

Tapi ternyata ada yang lebih hebat, yaitu Isteri ZHU GE LIANG sangat pandai, bahkan dikatakan lebih pandai dari pada suaminya.   Dalam bidang tehnik mekanik, ceritanya beliau berhasil membuat robot pendorong gilingan tahu yang terbuat dari kayu dan robot ini bisa bekerja secara otomatis !!!    Jadi… ketika ZHU GE LIANG ingin membuat alat transportasi dari kayu, beliau mengalami sedikit kesulitan dalam mekanikal tertentu.   Beliau tidak segan2 untuk meminta petunjuk dari isterinya, sehingga akhirnya ZHU GE LIANG berhasil membuat alat angkut dari kayu yang bisa berjalan sendiri.    Ha… ha… ha…

Jadi boleh dikatakan bahwa : “Isteri ZHU GE LIANG merupakan penemu robot yang pertama di dunia ini” !!!

******************************

Jika anda ingin mengetahui riwayat ZHU GE LIANG, sebaiknya anda bisa berkunjung ke WO LONG GANG (WOLONG HILL) di kota NAN YANG.    Disana terdapat benda2 bersejarah tentang ZHU GE LIANG, termasuk rumah tinggal ZHU GE LIANG, tempat belajar/membaca buku ZHU GE LIANG dsb.

Tempat bersejarah ini, merupakan salah satu tempat yang paling dilindungi oleh Pemerintah RRC.   Digunakan sebagai tujuan pariwisata spiritual dan sejarah bagi masyarakat dari seluruh dunia !!!

Tags: , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply