Takdir dan Nasib

Judul asli : “Pengetahuan TAO”.
Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara SunQuan, Da_Han, SHAN MAO, Perkedel dan Nan_S, pada Januari 2008.

Alam semesta tempat dimana kita hidup terdiri dari berbagai macam makhluk.   Sementara Umat Manusia adalah sebagai makhluk dengan derajat tertinggi dan memegang peranan penting di alam.  Manusia-lah yang menguasai segala makhluk lain.   Manusia-lah yang menguasai segala benda mati dalam alam.   Manusia yang mengendalikan semua, begitulah yang terlihat dari sisi luarnya.

Namun ada sesuatu seperti halnya kekuatan gaib, yang merupakan kekuatan diluar batas kemampuan manusia, yang melebihi semuanya itu, yang mengatur alam semesta ini, sehingga terus berputar, berjalan dalam keselarasan dan tanpa perbuatan / kelakuan dari umat manusia-pun, ia akan terus berjalan.   Sesuatu inilah yang disebut TAO dalam arti luas, karena menyangkut seluruh aspek di dalam alam semesta ini.   Dalam konteks yang lebih sempit, TAO adalah jalan / pedoman bagi umat manusia, yang memandu umat manusia agar menjalani hidup selaras dengan alam.

Lalu ada 2 (dua) buah pertanyaan : Apa bedanya antara “Takdir” dan “Nasib” ???    Lalu… apakah TAO yang mengatur “Takdir”, “Hukum Karma” yang terus berjalan dalam lingkaran reinkarnasi ???

Di dalam Pemahaman Ajaran Agama TAO, tidak ada yang namanya “Takdir”,  coba kita ingat kata2 “Wo Ming Zai Wo Bu Zai Thian”   atau  “Wo Ming Shi Ie Ban Yu Wo Ban Yu Thian”, yang artinya adalah “Asal berusaha dengan benar, nasib seburuk apapun akan berubah juga”.

Lantas, apakah “Takdir” itu adalah jalan hidup umat manusia, yang bahkan sebelum manusianya lahir, “Takdir” telah ditentukan ???   Sementara “Nasib” itu adalah jalan hidup umat manusia, yang manusianya itu jalankan di dunia ???   Apakah begitu pengertiannya ???

Sebagai Umat TAO, kita harus selalu dapat mensyukuri apa yang telah kita peroleh, oleh karena itu Umat Agama TAO tidak lagi mempermasalahkan yang namanya “Takdir”, bahkan tidak ada istilah “Takdir” dalam Pemahaman Agama TAO !!!

Segala “Akibat” yang telah terjadi dari “Sebab” yang telah dibuat di masa kehidupan yang lalu, hanya boleh dijejaki sampai tahu “Sebab” terjadinya “Akibat” itu !!!    Untuk dijadikan cambuk dalam kehidupan yang sekarang ini dan di masa yang akan datang !!!    Yang dipermasalahkan sebenarnya adalah “Nasib” diwaktu yang akan datang,  baik di dalam kehidupan sekarang, maupun di”Kehidupan Lain” di masa yang akan datang !!!

Sehingga muncul keyakinan… bagi Umat Agama TAO yang percaya bahwa “Nasib” selalu bisa diubah, tergantung pada usaha yang dilakoni umat manusianya itu sendiri.    Karena… TAO itu adalah MAHA ADIL,  MAHA PENGASIH serta MAHA PENCIPTA !!!

Nah… yang sering kali jadi bahan “debat kusir” yang dilakukan orang2 yang beragama gado2 adalah sebagian dari mereka mengatakan bahwa “Takdir” itu bisa diubah, sedangkan sebagiannya lagi mengatakan bahwa “Takdir” itu tidak bisa diubah, tanpa tahu juntrungannya !!!   Itulah akibatnya… kalau orang cuma bisa ngotot dalam membahas suatu “Istilah”, tanpa tahu arti yang sebenarnya !!!   Kalau sekarang semua sudah tahu duduk persoalannya, apakah masih ada yang mau memperdebatkan istilah2 itu lagi ????    Ha… ha… ha…
Jadi di dalam Agama TAO, tidak percaya adanya “Takdir” ???

Sebenarnya mengenai “Takdir” dan “Nasib”, bisa kita analogikan seperti ini… : Setiap manusia itu khan…  sejak lahir membawa “Mangkok” yang besarnya tentu saja berbeda pada masing2 orang.    Nah… ukuran “Mangkok” itulah yang disebut “Takdir”,  seberapa penuhnya “Mangkok” tersebut dapat diisi itulah “Nasib” dari hasil perjuangan hidup manusianya !!!    Tapi… siapa juga manusianya yang bisa tahu ukuran “Mangkok” yang dibawanya itu ???    Lha… kalau ngak ada yang tahu…, maka sampai batas mana pula dia bisa memperkirakan kalau “Mangkok”nya itu hampir penuh atau bahkan malah sudah luber ???


Yang terpenting adalah kita harus terus berusaha semaximal mungkin, dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.   Serta terus berusaha untuk merevisi segala bentuk kekurangan2 diri kita,  agar supaya… pada setiap “Kesempatan” yang ada, bisa kita sambut dengan “Kesiapan” yang matang !!!
Nah… pada saat mau “Tutup Peti”… nanti baru kita bisa pahami, sebesar apa sebenarnya ukuran “Mangkok” diri kita tersebut !!!

Tags: , , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply