Ganti sensiang KWAN KONG yang sudah rusak !!!

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara Kolak, Tjing Wen, Sanman89 dan Kodokbuduk, pada Maret 2008.

6

Hallo… aku mau tanya nih… aku ada Sensiang (patung/rupang) KWAN KONG di rumah.    Tapi sudah lama banget… kondisinya jadi sudah rusak, bagaimana cara menggantinya ???  Apa menggunakan upacara2 tertentu, jika diganti dengan Sensiang yang baru ???    Jika diganti… Sensiang yang lama digimanakan ???

Untuk mengganti rupang yang sudah rusak… tentunya bisa kamu tanyakan langsung kepada Sesiung/Secie yang kamu kenal dan itu ada tatacaranya.    Sedangkan mengenai sensiang/patung/rupang yang sudah rusak tersebut sebaiknya diapakan…  sampai saat ini sepertinya belum pernah ada yang secara tegas mengatakan hal tersebut.

Mengingat… sejelek2nya sensiang/patung/rupang SHEN/SHIEN, apalagi yang sudah bertahun2 atau bahkan sudah berpuluh tahun kita pai, kita pasti tidak akan berani sembarangan menyingkirkannya (membuangnya) begitu saja.    Bukan karena rasa takut kepada sensiang/patung/rupang-nya itu, tapi lebih kepada rasa hormat kepada SHEN/SHIEN yang bersangkutan.    Kebiasaan yang umum dilakukan adalah dengan menyerahkannya ke Kelenteng, tapi itupun akhirnya hanya menuh2in Kelenteng saja.

Ini sih sekedar pendapat pribadi saja yah… untuk sensiang/patung/rupang yang sudah rusak… sebaiknya dihancurkan saja sampai tidak lagi terlihat bentuknya.    Misalnya sensiang/patung/rupang yang terbuat dari kayu atau fiber, sebaiknya dibakar saja sampai habis.    Kalau yang dari keramik, dihancurkan saja terlebih dahulu…  sampai tidak terlihat lagi bentuknya.    Kalau sudah tidak berbentuk… ngebuangnya juga khan sudah ngak sungkan2 lagi… ngak ada rasa bersalah didalam hati.

Tags: , , , , , , , , , ,  

3 Comments

  1. Sbaiknya tny k org Tionghoa dl agar t au soal penukaran patung yg sdh lm atau rsk agar lbh jls……..,,
    Klu sprt itu kn lbh terarah….,Emgnya tdk tau soal gati2 itu?
    Vincent CHan

    Reply

  2. vajra sudatta

    Baca juga ya kisah nyata: kwankong.blogspot.com

    Kalau saya sih lebih baik membakar rupang (patung/gambar) yang sudah rusak dan tidak dapat dipakai lagi. Membakarnya di tempat tersendiri sehingga abunya dapat dikumpulkan dan ditebarkan ke laut atau sungai yang bersih dan mengalir airnya.

    Salam sejahtera ya…

    Reply

Leave a Reply