Agama = Kepercayaan

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara Klasik, Tjing Wen, Dragonballs, Shantoo dan Sanman89, pada Agustus 2008.

Apakah “Agama” sama dengan “Kepercayaan” ?

Ada yang mengatakan bahwa kata “Agama” itu berarti “Tidak Kacau”
A = tidak
GAMA = kacau

Ada juga yang mengatakan bahwa… pengertian “Agama” = “Tidak Kacau” itu adalah terjemahan dari Bahasa Latinnya dan itu definisi dari Agama K.   Beda “Agama” dan “Kepercayaan” adalah “Agamamempunyai Nabi, ada Kitab Suci, memiliki sejarah yang jelas… sampai akhirnya timbul menjadi suatu “Agama”, tapi… “Kepercayaantidak ada itu semua.

Akan tetapi “Aliran Kepercayaan” sendiri juga punya keyakinan dan mengenal adanya Tian/Dao, memuja Kebesaran-Nya dan akhirnya menjadikan dia memperoleh Bimbingan (secara tidak langsung, berdasar nurani) untuk menjadi manusia yang baik.

Sementara itu jika kita membaca di dalam Kamus Bahasa Indonesia : “Agama” adalah “Ajaran”, “Sistem” yang mengatur “Tata Keimanan” (kepercayaan) dan “Peribadatan” kepada Tuhan Yang Mahakuasa, serta “Tata Kaidah” yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Sedangkan “Kepercayaan” adalah 1) anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yang dipercayai itu benar atau nyata : ~ kepada makhluk halus masih kuat sekali di lingkungan petani ; 2) sebutan bagi sistem religi di Indonesia yang tidak termasuk salah satu dari kelima agama yang resmi : tokoh itu adalah penganut aliran ~

Pendapat saya, penterjemahan tersebut di atas adalah rancu, rancu karena penggunaan kata “Kepercayaan” telah digunakan untuk membedakan antara “AGAMA” yang resmi telah diakui oleh Pemerintah dengan “AGAMA” yang tidak atau belum diakui oleh Pemerintah.

Apakah di dalam berAgama tidak disertai dengan “Rasa Percaya” terhadap Agamanya itu sendiri ?    Apakah yang disebut dengan “Agama” adalah sesuatu “Kepercayaan”, yang terlebih dahulu wajib untuk di”Lembaga”kan, wajib punya “Nabi”, wajib punya “Kitab Suci”, wajib punya persyaratan2 lainnya ?

Siapa yang berwenang menetapkan atau memberikan syarat2… bahwa sesuatu itu bisa dikategorikan sebagai “Agama” atau “Aliran Kepercayaan” ?   Cuma “Lembaga2 Agama” yang keblinger saja, yang punya otak seperti itu.   Tujuannya jelas, untuk meng-……-isasi masyarakat saja khan ???

Pendapat saya “Agama” adalah sama dengan “Kepercayaan”, punya “Agama” tapi tidak “Mempercayai”nya disebut apa ?

Tags: , , ,  

3 Comments

  1. nggak tahu :lol:
    jangan lupa datengin blog saya ya mas, di http://adenaufal.wordpress.com/2009/07/04/telah-terbit-time-edisi-michael-jackson/ sekalian komen… :D

    Reply

  2. Saya beranggapan bahwa sesungguhnya semua yang diyakini umat manusia terhadap tuhannya adalah benar selama didalam perjalanan hidupnya selalu menebarkan kebaikan bukan kerusakan. saya percaya dan yakin jangankan ganjarannya nanti toh didunia semasa hidup pun sudah kontan balasanya. Yang salah adalah bila kita menuduh hal yang negatif terhadap orang lain.

    Reply

  3. saya beranggapan bahwa keyakinan umat manusia terhadap tuhan adalah sebuah kesalahan, karena tuhan tidak pernah ada. yang penting manusia di dalam perjalanan hidupnya selalu menebarkan kebaikan. saya percaya di dunia ini setiap hal memiliki akibat. yang salah adalah bila kita menuduh hal yang negatif terhadap orang lain.

    Reply

Leave a Reply