Kisah di musim dingin

Sumber : tidak diketahui, diambil dari kiriman e-mail rekan saya beberapa waktu yang lalu.

Sering kali kita terlalu cepat menghakimi/menghukum orang lain tanpa tahu fakta sebenarnya, hanya karena tidak sesuai dengan persepsi/rencana kita, sehingga justru lebih sering kali kita menyakiti orang2 yang kita cintai.

Kita memang perlu terus belajar sebelum terlambat, salah satunya dari kisah dibawah ini :

Kisah di musim dingin.
Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei, kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue2 dan menjajakan di pasar untuk biaya hidup berdua.   Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.

Suatu ketika di musim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat.   Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yg baru.   Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah.   Marahlah Siu Lan, putrinya benar2 tidak tahu diri, sudah hidup susah masih pergi main, tidak menunggu seperti pesannya.

Siu Lan menyusun kue dan pergi menjajakan kue.   Dinginnya salju tidak menyurutkan niatnya menjual kue.   Mereka harus dapat uang untuk makan.   Sebagai hukumannya, Lie Mei tidak bisa masuk rumah, karena dikunci dari luar.   Pikirnya…, Lie Mei harus diberi pelajaran.

Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu.   Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa.   Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tidak bergerak.

Siu Lan menggoncang-gancang tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei.   Tiba2 jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei.   Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membukanya.   Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang.   Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu dan itu tulisan Lie Mei yang masih berantakan, namun masih bisa terbaca “Hi..hi…hi… mama pasti lupa, ini hari khan istimewa buat mama.   Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah.   Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar …..hi…hi…hi… mama selamat ulang tahun”.

Ingatlah, jangan terlalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita belum tentu benar adanya !!!

Tags: , , , , , , ,  

2 Comments

  1. petrus djoko purwanto

    Lie Mei…maafkan mama…..

    Reply

  2. saya taoyu dari sidoarjo, hanya ingin berkenalan, dan ingin berdiskusi , berbagi pengalaman dengan tao yu lainnya.

    Reply

Leave a Reply