Ce Ran : contoh dalam kehidupan sehari2

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com

Diskusi antara Bro Pink02, Bro Andre, Bro Leon11, Bro SHAN MAO dan Bro Life, pada September 2003.

Dibawah ini saya sadurkan sebuah cerita dan saya harapkan dapat menjelaskan Ce Ran dari salah satu sudut pandang tertentu, yang biasa terjadi didalam kehidupan kita sehari2.

Ada seorang kakek yang mempunyai janggut panjang, pada suatu sore setelah makan ia duduk diteras rumahnya, kebetulan saat itu musim dingin.    Kebetulan ada seorang anak tetangga sedang bermain didekat situ, lalu sang anak bertanya “Kek, waktu tidur janggut kakek yang panjang itu ditaruh diluar selimut atau didalam selimut ?”

Sang kakek ternyata tidak dapat menjawabnya seketika itu juga.    Malam harinya ketika tidur, sang kakek memikirkan pertanyaan anak tersebut, diletakkannya janggutnya di luar selimut, tapi ia merasa kurang enak.    Lantas diletakkannya di dalam selimut, tapi masih juga terasa terjepit dan tidak bebas.

Akhirnya semalaman sang kakek tsb tidak dapat tidur, karena penasaran ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan anak tersebut.    Esok paginya, begitu ketemu anak tersebut, sang kakek marah2 sambil berkata: “Karena pertanyaanmu, saya jadi tidak bisa tidur semalaman, entah sampai kapan saya akan susah tidur karena pertanyaan kamu ini, dasar !!!”

Sebelum ada pertanyaan dari anak tetangganya itu, sang kakek bisa tidur dengan nyenyak, dia tidak merasa terganggu dengan janggutnya yang panjang itu mau ditaruh di luar atau di dalam selimut, ngak ada masalah sama sekali !!!    Itu… namanya Ceran.

Pesan dari cerita tersebut adalah bahwa hal2 kecil, jangan terlalu dipikirkan biarkan saja berjalan seperti biasa.    Jika tidak, maka akan membuat kita mengerjakan sesuatu hal yang sama sekali tidak berguna dan sebaliknya merugikan diri sendiri.    Kalau kita sudah terpaku pada “Satu Titik” atau istilahnya “dibuat-buat”, yah… jadi tidak Ceran lagi,  jadinya bermasalah….

Dari satu segi memang masuk akal kalau reflex itu bisa dimasukkan dalam ceran (SIK KUAN JEN CE RAN).    Yang dimaksud SIK KUAN JEN CE RAN itu sebetulnya bukan CE RAN (alamiah) yang sesungguhnya !!!    Cuma dalam contoh diatas yah… kasihan si kakek itu, karena masalahnya justru beliau belum bisa SIU SIN YANG SIN dengan benar.    Sehingga terkesan belum bisa lapang dada, akibatnya yah… terbelenggu dalam kebodohannya sendiri !

Selanjutnya, mungkin sang kakek itu memang belum mempunyai ilmu pengetahuan yang memadai untuk dapat sekedar memberikan jawaban yang bijaksana !    Kadang2 sebuah senyuman sudah merupakan jawaban yang sangat bijaksana lho !    Oleh karena itu, kita perlu belajar tehnik atau cara menjawab sebuah pertanyaan dengan benar !    He… he… he…

Maklumlah walaupun sudah jadi kakek2, itukan tetap masih manusia juga.    Masih gampang tergoda omongan orang lain atau lingkungannya, sehingga menjadi bimbang dan ragu sendiri.    Kalau sudah terpengaruh, sering kali malahan menjadikan otak terpaku pada “satu titik” atau “satu perkataan”.    Yah… kalau dipikir2 lagi malahan jadi ngak tidur2 deh !!!

Tags: , , , , , , , , ,  

Leave a Reply