Ke dalam belum benar, ke luar juga belum benar ?

Luar Dalam !!!

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com

Diskusi antara Bro Life, Bro Pink02, dan Bro SHAN MAO, pada Juli 2003.

Ada perkataan “Ke Luar” Kungtek harus tinggi, “Ke Dalam” Moral harus tinggi dalam siutao kita !!!

Pertanyaaan:

1. Apa maksud dari perkataan ini ?

2. Bagaimana melaksanakannya ?

Seseorang yang Moralitasnya tinggi, baru bisa mengerti dan berbuat sesuatu yang sebenarnya dia sendiri tidak terlalu pusing apakah itu “Kung Tek” !!! Tentu saja dengan semakin tinggi moralitasnya, makin banyak pula yang telah dan akan ia perbuat.   Nah…, karena moralitas itu adalah menyangkut diri pribadi (kedalam), sedangkan perbuatan yang bisa memberikan manfaat atau kebaikan bagi orang lain (keluar) itu yang bisa dinilai sebagai “Kung Tek”.

Kemudian, apakah Kung Tek itu butuh balasan ? Kungtek yang butuh balasan itu namanya PAMRIH.   Kalau sudah ada pamrih namanya ada buntut dan ekor di dalam batinnya, bagaimana bisa bersih “kedalam” dan “keluar”, bukankah begitu ???

Saya ada cerita nih, begini ceritanya :

Tetangga saya mempunyai anak 3 orang (laki semua), umurnya hanya beda 1 tahun semua ( maklum rajin dan giat…) si A 5 tahun, si B 4 tahun dan si C 3 tahun.   Karena orang tuanya sibuk terus, ceritanya anak2 ini jadi kurang terurus lah, maka segala sesuatunya tergantung kemampuan dari masing2 anak ini.    Yang paling dasar adalah masalah memakai baju, karena masih belum ngerti dan belum mampu, maka si C memakai bajunya masih kedodoran, celananya setiap hari melorot separoh.

Suatu hari, mereka sedang bermain-main dengan anak2 tetangga yang kebetulan perempuan semua.   Tentu saja pada heboh melihat “kondisi” si C dong !!!   Tapi dasarnya si C itu masih “lugu”, dia tenang2 aja,  bahkan bilang  : “Gua kan masih dalam masa pertumbuhan !!!”   Nah, pada saat itu orang tuanya kebetulan agak senggang, jadi pulangnya agak pagi dan melihat kondisi ini jelas malu dong orang tuanya.    Maka si C dimarahi, diperingati, bahkan dijewer kupingnya (maklum…, ngotot terus bilang bahwa celana seperti itu “CERAN”.    Eh sorry, anak kecil khan belum ngerti ceran, maksudnya si C kagak ngerti2).    Setelah itu si C ganti ngambek pada orang tuanya dan berkata : “Gue dimarahin dan dijewer kagak masalah…, asal si A dan si B juga dimarahin dan dijewer, kan sama2 pakai celana ?”

Nah lu….. gimana coba komentar orang tuanya ?    Yah… paling2 cuma bisa garuk2 kepala, namanya juga masih anak kecil….kan masih dalam masa pertumbuhan !!!    Ini yang saya maksudkan, kalau kita kedalam tidak/belum benar, maka keluar juga tidak/belum bisa benar.

Maksud “Kung Tek” harus tinggi adalah terserah apapun balasan dari Kung Tek.   Siapa yang nulis kayak begini ?    Lantas yang nulis kayak begini siapa : “Kung Tek itu adalah tindakan yang ada nilai positifnya….  dia (Kung Tek) bukan mahluk hidup….  jadi ngak perlu balasan kok…

Pendidikan, Pengalaman dan Wawasan, menjadikan seseorang dapat mengekpresikan apa yang terkandung di dalam pikirannya dengan jernih dan baik.   Meliputi cara bertutur kata, cara menulis, cara menghayati, cara menerima, dsbnya.    Maka dari itu Pendidikan, Wawasan dan WU, sangatlah dipentingkan bukan hanya dimulut, tapi dalam praktek nyata yang dapat kita lihat.    Untuk melakukan sesuatu itu perlu adanya dasar yang kuat,  supaya bisa lebih baik dalam melakukan segala sesuatu, apalagi untuk melakukan WU !

Seandainya seseorang punya Pengetahuan, Pengalaman dan Wawasan yang luas, pastilah saya percaya bahwa kualitas WU nya akan jauh lebih baik dari pada yang cuma sekedar membaca komik.  Kalau seseorang sudah mengetahui teori dan praktek, kemudian ditunjang dengan pengalaman2 yang banyak, baru boleh mengaku dirinya sebagai ahli. 

Kalau di dalam bathin manusia telah terpenuhi dengan moralitas yang anggun dan jiwa yang welas asih, pasti dalam tindakannya selalu menunjukkan suatu keanggunan, tidak sembrono dan berguna bagi manusia lain.

Tags: , , , , , , , , , , ,  

Leave a Reply