Orang Tua Kandung atau Orang Tua Asuh

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara Mount, DaoRen dan Avera, pada Februari 2005.

Sejak kecil saya di asuh oleh orang tua asuh sampai besar dengan penuh kasih sayang dan pada akhirnya setelah saya besar dan sukses saya baru menemukan orang tua kandung saya.    Saya bingung harus balas budi kepada siapa dan siapakah yang paling berhak untuk saya balas budinya ? Orang tua asuh yang membesarkan saya ataukah orang tua kandung yang tidak pernah mengasuh saya ?

Sebenarnya cerita ini sepertinya kurang lengkap.   Mengenai kenapa orangtua anda meninggalkan anda ?    Bagaimana orangtua asuh anda bisa memelihara anda ?    Mengenai balas budi kepada siapa, apakah orang tua asuh atau orang tua kandung itu, kita tidak boleh membeda2kan.    Kita harus tetap bisa membalas budi dan berbakti kepada mereka berdua.

Kepada orang tua kandung misalnya, anda mengatakan baru bertemu kembali setelah anda dewasa.    Itu artinya anda sudah ditinggalkan oleh orangtua kandung anda.   Tentu saja ada alasan tertentu kenapa orangtua kandung anda sampai tega meninggalkan anda.    Mungkin saja pada waktu itu orangtua anda tidak mampu untuk menghidupi anda, sehingga anda diberikan kepada orang lain yang lebih mampu untuk diasuh.

Coba saja anda bayangkan, bagaimana perasaan orangtua anda ketika harus melepaskan anda ?    Bukan hanya setahun atau dua tahun khan orangtua anda merindukan anda ?    Kalau anda sudah punya pacar yang sangat anda sayangi, bisa dibayangkan ngak bagaimana perasaan anda ketika pacar anda harus meninggalkan anda untuk waktu satu bulan misalnya, dan tidak bisa anda hubungi sama sekali ?

Pada saat itu, mungkin saja mereka berpikir kalau anda diasuh oleh orang lain yang keadaan ekonomi lebih mampu, anda tentunya akan dipelihara dengan lebih baik dan pada akhirnya akan bisa menjadi orang sukses.    Tapi jika anda tidak diberikan kepada orang lain, apa mungkin anda bisa menjadi seperti sekarang ini ?

Begitu juga dengan orangtua asuh anda.    Mereka sudah dengan rela membesarkan anda sampai bisa menjadi seperti sekarang ini.    Bahkan mungkin sudah dianggap seperti anak kandung mereka sendiri.    Dan juga mereka juga rela, ketika anda mengetahui orangtua kandung anda yang sebenarnya dan ada kemungkinan anda akan meninggalkan orangtua asuh anda tersebut.

Tentu saja budi baik mereka tidak bisa anda dilupakan begitu saja.    Mungkin saja anda akan mengatakan , “Aaah…. kalau cuma ngomong sih gampang, soalnya khan kamu ngak mengalaminya sendiri, jadi ngak tahu perasaan saya seperti apa ???”     Benar, itu memang benar, saya tidak mengalami masalah seperti yang anda alami !!!

Tapi, saya sendiri pernah menyaksikan kejadian seperti yang anda alami itu.    Orang itu adalah istri dari kakak papa saya.    Dia itu adalah tante saya sendiri, tante saya terdiri dari 4 bersaudara.    Pada waktu masih kecil, orang tua dari tante saya itu hidupnya sangat miskin, sehingga dengan sangat terpaksa harus merelakan ketiga anaknya (kakak tante saya) untuk dipelihara dan dibesarkan oleh orang lain.

Sekarang ketiga anaknya (kakak tante saya) itu bahkan bisa menjadi orang sukses/kaya.    Yang pertama menjadi pengusaha TKI di Jakarta, yang kedua menjadi pengusaha alat2 listrik di Glodok dan yang ketiga punya pabrik kecap asin cap bangau di Binjai.    Sedangkan tante saya itu tetap diasuh dan dibesarkan sendiri oleh orang tua kandungnya.

Akan tapi setelah dewasa, ketiga kakak tante saya yang sejak masih kecil tidak pernah dibesarkan oleh orang tua kandung mereka,  mereka tetap saja sayang sama orang tua kandung mereka.    Sewaktu mengetahui mama kandung mereka sakit, mereka malah berebutan untuk mengobati mama kandung mereka dan tidak merasa sakit hati karena telah “dibuang” oleh mama mereka.    Mereka juga tidak iri pada tante saya yang tidak “dibuang” dan menjadi pilihan untuk dibesarkan oleh mama mereka.

Mereka malahan berpikir, kalau saja mama mereka tidak merelakan mereka bertiga untuk diasuh dan dibesarkan oleh orang lain, apa bisa mereka menjadi seperti sekarang ini ?    Bahkan tante saya sendiri pun kalah jauh kekayaan jika dibandingkan dengan ketiga kakaknya, seperti langit dan bumi.    Kakak2 dari tante saya itu juga tetap sayang dengan orangtua asuh mereka yang selama ini telah mengadopsi mereka.

Semua harus bisa kita anggap sebagai orang tua sendiri juga.    Orang tua kandung adalah yang telah melahirkan kita, orang tua asuh adalah yang telah membesarkan serta mendidik kita.    Jadi keduanya itu sama2 penting dan sama sekali tidak bisa dibanding2kan !!!

Tags: , , , , , , , , , ,  

2 Comments

  1. saya setuju&terharu membaca kisah ini….saya menangis.
    saya yg mencari orangtua asuh tp blm menemukannya.
    bersyukurlah bgi keluarga dlm kisah itu…terima kasih

    Reply

  2. Terima kasih atas tanggapannya Bro Suprapto.

    Semoga ketulusan hati anda untuk bisa bertemu kembali dengan orang tua asuh, bisa terlaksana. Sie Shen En

    Reply

Leave a Reply