Posts Tagged ‘daya nalar’

Zhang Tian Shi (Zhang Dao Ling)

Terlampir saya tuliskan “Hikayat” Zhang Tian Shi yang saya ambil dari buku “Dewa Dewi Kelenteng” terbitan Yayasan Kelenteng Sam Poo Kong, Gedung Batu – Semarang.

Zhang Dao Ling

ZHANG TIAN SHI / THIO THIAN SU 張天師

Read the rest of this entry »

 

Han Tan Kong (Zhao Gong Ming)

Terlampir saya tuliskan “Hikayat” HAN TAN KONG yang saya ambil dari buku “Dewa Dewi Kelenteng” terbitan Yayasan Kelenteng Sam Poo Kong, Gedung Batu – Semarang.

zhaogongming

Xuan Tan Yuan Shuai (Hian Tan Goan Swee – Hokkian) seringkali disebut Cai Shen Ye (Jay Sin Ya – Hokkian) atau Dewa Kekayaan.

Read the rest of this entry »

 

Seni Kehidupan (LAO TZE)

Ciangtao SS Lie Tung Sen di Taokwan Thay Phing Kung
Minggu tanggal 03 Juni 2012

Seni Kehidupan (LAO TZE)

Bersikap “Rendah Hati” :
- Bagaikan air, bergerak ke dataran yang rendah dimana tak ada seorangpun mengaguminya, dia tak bersaing di dataran tinggi.
- Laut yang luas menjadi raja dari semua aliran sungai, karena mengambil posisi yang rendah. Read the rest of this entry »

 

Jalan Hidup Manusia

“Jalan Hidup Manusia”
Ciang Tao, SS Lie Tung Sen di Taokwan Sinar Suci, Jakarta.
Pada tanggal 22/04/2012

Jalan Manusia
Lahir, Hidup di dunia dan Mati adalah tiga kondisi yang terikat Hukum   (DAO/TAO).

Mengapa dan untuk apa lahir ke dunia ?

Kemana setelah Mati ? Read the rest of this entry »

 

Harapan !!!

Diambil dari Postingan di FB TAO Indonesia
Diposting oleh SS Tio Januar

Saya Banyak merenung dari banyaknya thread soal Huang Ie (HI) ini …

Untuk para HI ;
sebagai HI, kita semua punya “beban” , karena kebanyakan orang menyoroti kehidupan seorang HI. Cilakanya yang lebih banyak dilihat adalah justru kehidupan di luar seorang HI memakai jubah.

Yang dimaksud dengan “Beban”, karena ada HARAPAN dan Tuntutan dari banyak Taoyu, agar HI bisa menyelesaikan banyak urusan.  “Dianggap” lebih superior daripada dirinya.  Dan ketika “Harapan” itu tidak terliat dalam kenyataannya. Maka bisa dikatakan “Penonton” menjadi Kecewa !

Read the rest of this entry »

 

Biji Unggul Yang Sia-Sia

Diambil dari “Intan Dalam Debu” Volume 29, Edisi Juni 2009.

ditulis oleh Welly Sanjaya

 

Ternyata tanah yang subur karena waktu bisa berubah menjadi tanah yang tandus, bahkan menjadi tanah comberan. Sayang biji unggulyang telah tumbuh menjadi layu dan membusuk dan akhirnya menjadi “Biji unggul yang sia-sia“. Read the rest of this entry »

 

Budi pekerti yang paling mulia bisa diibaratkan seperti air

Diposting  oleh: Lie Ping Sen di FB Tao Indonesia

 

上 善 若 水。

SHANG SHAN RUO SHUI

水 善 利 萬 物 而 不 爭, 處 眾 人 之 所 惡, 故 幾 于 道。

SHUI SHAN LI WAN WU ER BU ZHENG, CHU ZHONG REN ZHI SUO EK, GU JI YU DAO

居 善 地, 心 善 淵, 與 善 仁, 言 善 信, 正 善 治, 事 善 能, 動 善 時。

JU SHAN DI﹐XIN SHAN YUAN, YU SHAN REN, YAN SHAN XIN﹐SHI SHAN NENG, DONG SHAN SHI

夫 唯 不 爭, 故 無 尤。
FU WEI BU ZHENG, GU WU YOU

Read the rest of this entry »

 

Sedikit mengulas Agama TAO dengan Kelenteng2

( Terjemahan Qian Dao Ri Bao Tgl 18 april 2011 )

Di kota-kota besar dan kecil di seluruh nusantara biasanya pasti terdapat bangunan2 Kelenteng ala Tiongkok Kuno, beberapa ratus tahun bertahan sampai sekarang, boleh dikatakan lama sejarahnya dan tak henti-hentinya yang sembahyang. Read the rest of this entry »

 

Laozi : Apa beda lidah dan gigi

Diambil dari buku berjudul “101 Kisah Bermakna dari Negeri China”.

Lao Zi : Apa beda lidah dan gigi (Orang yang Lemah Lebut Lebih Bisa Bertahan)

Salah satu orang yang paling berhikmat di negeri Tiongkok adalah Lao Zi. Namun Lao Zi juga belajar banyak dari gurunya yang memiliki hikmat sangat tinggi. Nama guru itu adalah Shang Rong. Shang Rong mempunyai pemikiran yang sangat brilian dan dalam. Ia juga mempunyai cara mengajar yang dikagumi oleh Lao Zi, karena itu ia merasa bahwa gurunya yang membuatnya sangat berhikmat. Read the rest of this entry »

 

CURAHAN HATI NURANI

CURAHAN HATI NURANI
Diposting oleh Li An di Group TAO Indonesia dan ditulis oleh :  Shixiong Lie Ping Sen

 

Pada jaman Dinasti Song Utara, di daerah Suzhou (sekarang provinsi Jiangsu), ada seorang pejabat tinggi yang bernama Fàn Zhòngyan (989-1052), hidup secara sederhana, dengan integritas dan moralitas yang tinggi. Meletakkan kepentingan negara/rakyat di atas segalanya.

Suatu hari, saudaranya menawarkan tanah dan villa yang mewah dengan harga murah, dengan lokasi yang sangat bagus dan strategis, agar sebagai pejabat tinggi, dia bisa menempati tempat tinggal yang lebih layak.

Apa yang dilakukan oleh pejabat tsb, dia segera mengeluarkan uang untuk membeli villa itu, namun bukan untuk dirinya sendiri, tetapi dijadikan sekolah bagi rakyatnya. Read the rest of this entry »